Ayo Baca Alkitab/01/19

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Sabtu, 19 Januari 2019

Kesalehan Ayub dicoba, keluh kesah Ayub, Elifas menegur Ayub

(Ayub 1:1-5:27)

Kesalehan Ayub dicoba

Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka. Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi." Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.

Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya, datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."

Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap TUHAN. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi." Firman TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan." Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya." Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya. Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.

Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Ketika ketiga sahabat Ayub mendengar kabar tentang segala malapetaka yang menimpa dia, maka datanglah mereka dari tempatnya masing-masing, yakni: Elifas, orang Teman, dan Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama. Mereka bersepakat untuk mengucapkan belasungkawa kepadanya dan menghibur dia. Ketika mereka memandang dari jauh, mereka tidak mengenalnya lagi. Lalu menangislah mereka dengan suara nyaring. Mereka mengoyak jubahnya, dan menaburkan debu di kepala terhadap langit. Lalu mereka duduk bersama-sama dia di tanah selama tujuh hari tujuh malam. Seorangpun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya.

Keluh Kesah Ayub

Sesudah itu Ayub membuka mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya.
Maka berbicaralah Ayub:

"Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku
dan malam yang mengatakan:
Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan.

Biarlah hari itu menjadi kegelapan,
janganlah kiranya Allah yang di atas menghiraukannya,
dan janganlah cahaya terang menyinarinya.

Biarlah kegelapan dan kekelaman menuntut hari itu,
awan-gemawan menudunginya,
dan gerhana matahari mengejutkannya.

Malam itu--biarlah dia dicekam oleh kegelapan;
janganlah ia bersukaria pada hari-hari dalam setahun;
janganlah ia termasuk bilangan bulan-bulan.

Ya, biarlah pada malam itu tidak ada yang melahirkan,
dan tidak terdengar suara kegirangan.

Biarlah ia disumpahi oleh para pengutuk hari,
oleh mereka yang pandai membangkitkan marah Lewiatan.

Biarlah bintang-bintang senja menjadi gelap;
biarlah ia menantikan terang yang tak kunjung datang,
janganlah ia melihat merekahnya fajar,
karena tidak ditutupnya pintu kandungan ibuku,
dan tidak disembunyikannya kesusahan dari mataku.

Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir,
atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?

Mengapa pangkuan menerima aku;
mengapa ada buah dada, sehingga aku dapat menyusu?

Jikalau tidak, aku sekarang berbaring dan tenang;
aku tertidur dan mendapat istirahat
bersama-sama raja-raja dan penasihat-penasihat di bumi,
yang mendirikan kembali reruntuhan bagi dirinya,
atau bersama-sama pembesar-pembesar yang mempunyai emas,
yang memenuhi rumahnya dengan perak.

Atau mengapa aku tidak seperti anak gugur yang disembunyikan,
seperti bayi yang tidak melihat terang?

Di sanalah orang fasik berhenti menimbulkan huru-hara,
di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat.

Dan para tawanan bersama-sama menjadi tenang,
mereka tidak lagi mendengar suara pengerah.

Di sana orang kecil dan orang besar sama,
dan budak bebas dari pada tuannya.

Mengapa terang diberikan kepada yang bersusah-susah,
dan hidup kepada yang pedih hati;
yang menantikan maut, yang tak kunjung tiba,
yang mengejarnya lebih dari pada menggali harta terpendam;
yang bersukaria dan bersorak-sorai
dan senang, bila mereka menemukan kubur;
kepada orang laki-laki yang jalannya tersembunyi,
yang dikepung Allah?

Karena ganti rotiku adalah keluh kesahku,
dan keluhanku tercurah seperti air.

Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku,
dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman;
aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul."

PERCAKAPAN AYUB DENGAN SAHABAT-SAHABATNYA (PASAL 4-31)

Elifas menegur Ayub

Maka berbicaralah Elifas, orang Teman:

“Kesalkah engkau, bila orang mencoba berbicara kepadamu?
Tetapi siapakah dapat tetap menutup mulutnya?

Sesungguhnya, engkau telah mengajar banyak orang,
dan tangan yang lemah telah engkau kuatkan;
orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-katamu,
dan lutut yang lemas telah kaukokohkan;
tetapi sekarang, dirimu yang tertimpa, dan engkau kesal,
dirimu terkena, dan engkau terkejut.

Bukankah takutmu akan Allah yang menjadi sandaranmu,
dan kesalehan hidupmu menjadi pengharapanmu?

Camkanlah ini: siapa binasa dengan tidak bersalah
dan di manakah orang yang jujur dipunahkan?

Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan
dan menabur kesusahan, ia menuainya juga.

Mereka binasa oleh nafas Allah,
dan lenyap oleh hembusan hidung-Nya.

Singa mengaum, singa meraung-- patahlah gigi singa-singa muda.
Singa binasa karena kekurangan mangsa,
dan anak-anak singa betina bercerai-berai.

Suatu perkataan telah disampaikan kepadaku dengan diam-diam
dan telingaku menangkap bisikannya,
waktu bermenung oleh sebab khayal malam,
ketika tidur nyenyak menghinggapi orang.

Aku terkejut dan gentar,
sehingga tulang-tulangku gemetar.

Suatu roh melewati aku,
tegaklah bulu romaku.
Ia berhenti, tetapi rupanya tidak dapat kukenal.
Suatu sosok ada di depan mataku,
suara berbisik-bisik kudengar:

Mungkinkah seorang manusia benar di hadapan Allah,
mungkinkah seseorang tahir di hadapan Penciptanya?

Sesungguhnya, hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya,
malaikat-malaikat-Nya pun didapati-Nya tersesat,
lebih-lebih lagi mereka yang diam dalam pondok tanah liat,
yang dasarnya dalam debu,
yang mati terpijat seperti gegat.

Di antara pagi dan petang mereka dihancurkan,
dan tanpa dihiraukan mereka binasa untuk selama-lamanya.

Bukankah kemah mereka dicabut?
Mereka mati, tetapi tanpa hikmat.”

Berserulah--adakah orang yang menjawab engkau?
Dan kepada siapa di antara orang-orang yang kudus engkau akan berpaling?

Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati,
dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.

Aku sendiri pernah melihat orang bodoh berakar,
tetapi serta-merta kukutuki tempat kediamannya.

Anak-anaknya selalu tidak tertolong,
mereka diinjak-injak di pintu gerbang tanpa ada orang yang melepaskannya.

Apa yang dituainya, dimakan habis oleh orang yang lapar,
bahkan dirampas dari tengah-tengah duri,
dan orang-orang yang dahaga mengingini kekayaannya.

Karena bukan dari debu terbit bencana
dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan;
melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya,
seperti bunga api berjolak tinggi.

Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah,
dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.

Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga,
serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya;

Ia memberi hujan ke atas muka bumi
dan menjatuhkan air ke atas ladang;

Ia menempatkan orang yang hina pada derajat yang tinggi
dan orang yang berdukacita mendapat pertolongan yang kuat;

Ia menggagalkan rancangan orang cerdik,
sehingga usaha tangan mereka tidak berhasil;

Ia menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri,
sehingga rancangan orang yang belat-belit digagalkan.

Pada siang hari mereka tertimpa gelap,
dan pada tengah hari mereka meraba-raba seperti pada waktu malam.

Tetapi Ia menyelamatkan orang-orang miskin dari kedahsyatan mulut mereka,
dan dari tangan orang yang kuat.

Demikianlah ada harapan bagi orang kecil,
dan kecurangan tutup mulut.

Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah;
sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.

Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat;
Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.

Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya
dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka.

Pada masa kelaparan engkau dibebaskan-Nya dari maut,
dan pada masa perang dari kuasa pedang.

Dari cemeti lidah engkau terlindung,
dan engkau tidak usah takut, bila kemusnahan datang.

Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan
dan binatang liar tidak akan kautakuti.

Karena antara engkau dan batu-batu di padang akan ada perjanjian,
dan binatang liar akan berdamai dengan engkau.

Engkau akan mengalami, bahwa kemahmu aman
dan apabila engkau memeriksa tempat kediamanmu,
engkau tidak akan kehilangan apa-apa.

Engkau akan mengalami, bahwa keturunanmu menjadi banyak
dan bahwa anak cucumu seperti rumput di tanah.

Dalam usia tinggi engkau akan turun ke dalam kubur,
seperti berkas gandum dibawa masuk pada waktunya.

Sesungguhnya, semuanya itu telah kami selidiki,
memang demikianlah adanya;
dengarkanlah dan camkanlah itu!"