Jangan mager, ayo move on
![]() ![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 27 Oktober 2026 |
| Oleh | Yustinus Suhartanto |
| Baca juga | |
| |
| |
Tuhan tidak ingin kita terus terikat pada masa lalu sampai kehilangan keberanian untuk melangkah ke depan. Ia sanggup membuat jalan baru bahkan di tengah keadaan yang terasa seperti padang gurun dan padang belantara. Karena itu, belajarlah dari masa lalu, jalani proses bersama Tuhan, dan terus maju dalam pengharapan kepada-Nya.
Hari-hari ini kita menghadapi banyak tantangan dan cobaan, baik dari lingkungan, pekerjaan, maupun keluarga kita sendiri. Kadang-kadang semua itu membuat kita menyerah, kehilangan semangat, bahkan malas melihat masa depan, sehingga kita merasa sulit untuk maju.
Firman Tuhan mengingatkan kita:
- Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! (Yesaya 43:18)
Kita diingatkan agar tidak terus-menerus hidup dalam masa lalu. Masa lalu memang menjadi bagian dari hidup kita, tetapi jangan sampai kita membawanya sebagai beban yang terus mengikat langkah kita.
Hidup adalah hari ini. Masa lalu adalah kenangan dan pelajaran. Jangan biarkan pengalaman yang sudah lewat terus terngiang-ngiang sampai membuat hidup kita semakin berat. Tuhan mengajar kita untuk maju, untuk move on, dan tidak terus terikat pada apa yang sudah terjadi.
Firman Tuhan dilanjutkan:
- Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. (Yesaya 43:19)
Tuhan ingin kita meninggalkan keterikatan pada masa lalu dan kembali melihat ke depan. Ia mau kita bergerak maju dengan percaya bahwa Dia sanggup membuka jalan.
Ketika ada masalah besar di depan kita, jangan takut. Tuhan berkata bahwa Dia sanggup membuat jalan di padang gurun dan sungai di padang belantara. Padang gurun dan padang belantara menggambarkan keadaan yang sulit, kering, dan tidak menyenangkan. Namun justru di tempat seperti itulah Tuhan berjanji untuk membuka jalan dan menyediakan apa yang kita perlukan.
Artinya, ketika kita mau maju dan melihat ke depan bersama Tuhan, kita tidak berjalan sendirian. Tuhan sanggup membawa kita melewati keadaan yang sulit dan menuntun kita kepada sesuatu yang lebih baik sesuai dengan rencana-Nya.
Masalah yang Tuhan izinkan dalam hidup kita tidak berlangsung selamanya. Ada proses yang harus kita jalani, dan proses itu bukan untuk selalu kita hindari. Kita perlu belajar menjalaninya bersama Tuhan.
Tugas kita bukan memperbaiki masa lalu, karena masa lalu tidak bisa diubah. Tetapi kita bisa belajar darinya. Yang penting adalah bagaimana kita berjalan ke depan dengan lebih baik, supaya kesalahan yang sama tidak terus terulang.
Karena itu, jangan mager. Jangan berhenti hanya karena masa lalu tidak sesuai harapan. Bangkitlah, maju terus, dan percayalah bahwa Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang baru.
Amin.
Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

