Duduk dekat kaki Tuhan
| Devosi | |
|---|---|
| Tanggal | 24 Agustus 2026 |
| Penulis | Sub Divisi Profetik |
| Artikel devosi lainnya | |
| |
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ibarat air yang tak terbendung bagi kehidupan umat manusia. Selalu ada hal-hal baru agar manusia hidup lebih lama, baik, mudah, maupun praktis.
Dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), robot otomatis pembersih lantai atau mobil yang dapat berkendara tanpa pengemudi kini sudah menjadi hal nyata. Mungkin beberapa tahun lalu hanya sebuah impian atau dalam angan-angan saja.
Saya teringat dulu semasa sekolah di mana sangat akrab dengan enksiklopedia, buku yang memuat berbagai informasi dari berbagai cabang ilmu pengetahuan, sejarah, seni, atau topik khusus. Biasanya bukunya tebal-tebal dan banyak. Perlu waktu untuk mencari sebuah informasi tertentu.
Sekarang saya sudah mempunyai anak berusia 9 tahun, tanpa ensiklopedia ia bisa menemukan informasi yang diinginkan secara cepat hanya dengan menggunakan layar kecil (baca: gawai) yang dapat masuk ke kantong celana. Itulah teknologi.
Tujuan teknologi adalah memudahkan kehidupan manusia sehingga memiliki lebih banyak waktu, tetapi sebaliknya teknologi justru membuat manusia kekurangan waktu.
Di kota-kota besar mudah dijumpai orang-orang terlihat 'sibuk' dengan gawainya, bahkan penelitian mencatat rata-rata pengguna iPhone menyentuh gawainya sebanyak 2.617 kali dalam sehari! Tidak heran kalau kita banyak menjumpai orang yang sangat sibuk setiap harinya. Ditambah paradigma sibuk yang dibangun oleh masyarakat adalah sesuatu yang baik.
Arti kata sibuk dalam KBBI adalah banyak yang dikerjakan atau penuh dengan kegiatan. Ini dipandang positif, semakin sibuk seseorang berarti ia menjadi pribadi yang produktif. Sebaliknya kalau tidak sibuk berarti kurang memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
Bukan hanya tuntutan lingkungan namun kondisi ekonomi yang hari-hari ini tidak mudah. Sehingga membuat banyak orang pergi bekerja sebelum matahari terbit hingga pulang larut malam.
Ada satu kisah di Alkitab yang menarik yaitu ketika Yesus dan murid-muridNya datang ke rumah Marta (Lukas 10:38-42). Marta memiliki saudara bernama Maria, ia langsung duduk dekat kaki Tuhan Yesus dan terus memperhatikan ucapan-Nya.
Namun Marta sibuk sekali mempersiapkan segala sesuatu untuk melayani Tuhan, sampai kalau kita baca lebih lanjut Marta mungkin terlihat kesal dengan Maria yang tidak berbuat apa-apa untuk membantunya tetapi hanya duduk dekat kaki Tuhan. Dan Marta 'protes' kepada Tuhan agar Maria membantunya. Tetapi respon Tuhan : "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetap hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Corrie ten Boom, seorang penulis buku Kristen dari Belanda berkata : if the devil can’t make you sin, he’ll make you busy (jika iblis tidak bisa membuat kamu berdosa, ia akan membuat kamu sibuk).
Sibuk seringkali digunakan iblis sebagai jebakan agar umat percaya kehilangan bagian yang terbaik: duduk dekat kaki Tuhan. Saat bagian itu diambil, orang Kristen akan mulai meninggalkan kasih semula. Jemaat Efesus (Wahyu 2) mengalami hal ini dan dikatakan betapa dalamnya engkau telah jatuh!
Kejatuhan orang percaya seringkali dimulai dari kesibukan yang terlihat sepele, sibuk melayani pekerjaan Tuhan sampai lalai membangun hubungan dengan Tuhan. Lama-lama pelayanan hanya menjadi sebuah pekerjaan bukan panggilan.
Biarlah ini menjadi reminder bagi setiap kita, banyaknya aktivitas yang kita jalani kita tetap memberikan attention untuk setia duduk dekat kaki Tuhan. Amin. (AP)
Kejatuhan orang percaya seringkali dimulai dari kesibukan yang terlihat sepele, sibuk melayani pekerjaan Tuhan sampai lalai membangun hubungan dengan Tuhan. Lama-lama pelayanan hanya menjadi sebuah pekerjaan bukan panggilan.