Di proses agar menjadi semakin serupa dengan Kristus

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Pendewasaan adalah sebuah proses dan perjalanan. Seperti dari pengambilan gambar hingga jadi sebuah foto yang sesuai dengan obyek gambar yang difoto ternyata membutuhkan proses, demikian juga pendewasaan kita membutuhkan proses.

Bacaan: Roma 8:29, Yeremia 18:1-4

Pendahuluan

Sampai pada tahun 1990-an, banyak orang masih menggunakan kamera dengan sistem roll-film. Roll-film ini menangkap gambar yang diambil oleh lensa, namun belum menghasilkan foto. Agar roll-film ini menghasilkan foto, maka roll film ini harus diproses (biasanya dahulu orang Indonesia akan mengatakan "dicuci"). Apa yang terjadi pada roll film saat diproses? Benda ini akan diredam dan dibilas dengan larutan kimia dalam keadaan gelap total, selama kurun waktu tertentu. Lalu dengan alat lain, roll film itu disinari cahaya sehingga bayangannya jatuh ke kertas foto. Kertas foto itupun akan dimasukkan dalam dua larutan kimia yang berbeda lagi, sehingga akhirnya bayangan yang ditangkap kertas itu menjadi foto yang biasa kita lihat. Cukup banyak proses yang harus dilalui agar hasil foto dapat menyerupai gambar yang ditangkap oleh kamera tradisional. Sepanjang bulan ini kita akan berbicara mengenai pendewasaan. Pendewasaan adalah sebuah proses dan perjalanan. Seperti dari pengambilan gambar hingga jadi sebuah foto yang sesuai dengan obyek gambar yang difoto ternyata membutuhkan proses, demikian juga pendewasaan kita membutuhkan proses.

Isi dan sharing

Hari ini kita akan belajar dua hal dasar yang perlu kita pahami mengenai proses pendewasaan:

  1. Rom 8:29 Tujuan pendewasaan adalah agar kita semakin serupa dengan Yesus Kristus
  2. Proses untuk menjadi dewasa secara Kristiani, bukanlah sekedar menjadi "orang baik." Sesungguhnya apa yang dikatakan "baik" dimasyarakat sangat beragam dan bervariasi dari tempat ke tempat. Kedewasaan yang menjadi tujuan kita sebagai umat percaya bukanlah agar menjadi sama dengan standar dunia, melainkan kedewasaan yang semakin serupa dan mencerminkan Kristus. Apa yang baik oleh masyarakat, belum tentu dipandang baik bagi Tuhan. Goal kedewasaan adalah menjadi semakin baik dalam segala hal sebagaimana hidup Tuhan Yesus. Rasul Paulus dengan baik dalam ayat yang kita baca, bahwa salah satu tujuan dari keselamatan kita oleh dan di dalam Kristus, adalah supaya kita juga mengalami pembaharuan dan pertumbuhan menjadi seperti Yesus. Pertumbuhan ini adalah satu paket dengan anugerah keselamatan. Pengorbanan dan kebangkitan Kristus bukan hanya menebus kita dari dosa-dosa kita, tetapi juga membuka jalan untuk kita diubahkan memiliki karakter Kristus. Tapi pahamilah baik-baik: perjalanan menuju keserupaan Kristus tidak bisa dilakukan terpisah dari anugerah keselamatan. Banyak orang salah dengan berupaya menjadi lebih baik dan bahkan mengklaim bertumbuh menyerupai Kristus, tetapi tidak pernah menerima anugerah keselamatan. Ini penting, karena tanpa anugerah keselamatan Kristus, sebagus-bagusnya seseorang berusaha dewasa dan hidup baik, tetapi karena belenggu dosa akhirnya ia akan jatuh lagi dan lagi. Salib Kristus dan kebangkitan-Nya, yang diresponi dengan pertobatan dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat satu-satunya dalam hidup (lahir baru) adalah langkah pertama yang harus dilakukan terlebih dahulu. Jadi ingatlah: lahir baru dahulu, kemudian dilanjutkan dengan proses pendewasaan menjadi serupa seperti Yesus Kristus.
  3. Yer 18:4 Tuhan melakukan proses pendewasaan kepada tiap-tiap orang secara unik dan pribadi
  4. Yeremia diminta oleh Tuhan untuk memperhatikan cara kerja seorang pengrajin atau tukang periuk. Dia memperhatikan, waktu tukang pembuat periuk mengerjakan tanah liat yang dibasahi dan diputar, ternyata tidak selalu bisa terbentuk baik sebagaimana yang diinginkan. Tukang periuk akan mengambil cara yang berbeda, atau melakukan modifikasi, atau mengubah bentuk tertentu; yang penting tanah liat itu menjadi sebuah periuk/tembikar. Tuhan menjelaskan kepada Yeremia, bahwa sama seperti tukang periuk mengerjakan tugasnya, demikian juga Tuhan mendewasakan umat-Nya. Tuhan bisa saja memakai “kecepatan” yang berbeda untuk membentuk tiap-tiap orang, Tuhan bisa saja memutuskan “ukuran” yang berbeda untuk tiaptiap kita, Tuhan bahkan bisa saja sepertinya “melumatkan” kita agar bisa dibentuk menjadi periuk yang indah yang Ia inginkan. Setiap kita mengalami proses dari Tuhan dengan cara yang berbeda-beda. Mungkin dari proses itu ada yang bisa kita terima, namun seringkali proses itu sukar dan terasa berat. Namun semua proses itu adalah agar kita menjadi periuk/tembikar yang indah, yang menyerupai Yesus Kristus. Bagian penting dari kita adalah memberikan respons yang benar atas proses pendewasaan dari Tuhan. Jangan seperti orang Israel pada zaman Yeremia yang terang-terangan tidak mau diproses oleh Tuhan, melainkan memilih hidup dengan caranya sendiri (Yer. 18:12). Proses dari Tuhan memang kerap terasa berat, tetapi tidak pernah menjatuhkan apalagi menghancurkan kita, melainkan agar kita timbul sebagai pribadi yang mencerminkan dan memancarkan Kristus.

Pertanyaan diskusi

  1. Pernahkah saudara mengalami proses pendewasaan dari Tuhan, yang waktu itu terasa berat atau membingungkan, tetapi kini saudara telah melewatinya dan kejadian itu mengubah cara pandang saudara dan membuat saudara makin dewasa? Bagikan dan saksikan kisah saudara.

Kesimpulan dan saling mendoakan

Proses pendewasaan kadang menjadi tantangan tersendiri, oleh karena seringkali kita tahu maksud dan tujuannya, tetapi saat kita mengalami proses dari Tuhan, kita sering bertanya-tanya, “Mengapa seperti Tuhan?” atau mungkin kita bertanya tanya, “Apa salah saya, Tuhan?”. Hanya ketika semua itu telah berlalu, kita mengerti maksud Tuhan dan kita memiliki cara pandang dan tindaklaku yang berbeda setelah lewati proses itu. Tetaplah terima proses dari Tuhan, karena Dia selalu memberi yang terbaik dan mencanangkan yang baik untuk kita. Amin

Jadwal

  • 01 Mei: Pengarahan bahan COOL
  • 08 Mei: Materi COOL 1
  • 11 Mei: Doa keliling
  • 22 Mei: Materi COOL 2
  • 29 Mei: Materi COOL 3