Jangan kehilangan semangat
| Devosi | |
|---|---|
| Tanggal | 29 Desember 2025 |
| Penulis | (AH) |
| Artikel devosi lainnya | |
| |
| |
Tidak terasa kita sudah berada di bulan Desember di penghujung tahun 2025. Begitu banyaknya peristiwa demi peristiwa yang terjadi di sepanjang tahun 2025 ini yang sepertinya membuat banyak orang kehilangan semangat dalam menjalani kehidupannya. Setiap orang pasti pernah melewati masa sulit, bahkan mungkin sedang mengalami masa sulit. Entah mengalami sakit penyakit, kehilangan, mengalami tekanan ekonomi, atau beban hidup yang terasa tak tertanggungkan.
Namun, sebagai anak-anak Tuhan, kita harus berfokus kepada Firman Tuhan dan Firman Tuhan dengan jelas menegaskan bahwa orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya. Artinya, kekuatan sejati tidak terletak pada tubuh yang kuat, daya pikir yang kuat dan lain sebagainya, melainkan pada hati yang memiliki pengharapan. Selama semangat itu hidup, kita mampu berdiri kembali, tetapi ketika semangat itu menjadi patah, hidup seakan menjadi kehilangan arah.
Salah satu sumber semangat terbesar orang percaya adalah keyakinan bahwa masa depan kita ada dalam rancangan Tuhan yang penuh damai sejahtera, sebagaimana Firman Tuhan katakan dalam Yeremia 29:11,
- Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu... rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Janji Firman Tuhan inilah yang seharus menjadi jangkar bagi iman kita. Ketika kita memahami bahwa Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan kita, maka penderitaan bukan lagi akhir, melainkan proses menuju kemuliaan yang lebih besar.
Saat kita sakit, di sanalah kita belajar bahwa Tuhan adalah Jehovah Rapha, penyembuh kita. Ketika kita merasa sendiri, di situlah kita mengalami imanuel, Allah yang menyertai. Ketika kita gagal, justru di situ kita melihat kasih karunia yang memulihkan. Kesadaran bahwa Tuhan ada di tengah penderitaan akan menyalakan kembali semangat yang sempat padam. Karena itu, jangan biarkan penderitaan mematahkan semangat.
Pandanglah Tuhan, karena Dialah sumber semangat yang sejati. Bersama Dia, setiap luka dapat menjadi kesaksian, setiap tangisan digantikan dengan sukacita, dan setiap pergumulan menjadi sarana untuk melihat kuasa-Nya yang memulihkan.
Sebagai orang percaya kita bisa jatuh, bisa lemah, tetapi tidak perlu sampai putus asa bahkan sampai kehilangan semangat, sebab Tuhanlah sumber kekuatan dan semangat yang sejati bagi hidup kita. Haleluya!(AH)
Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus berfokus kepada Firman Tuhan dan Firman Tuhan dengan jelas menegaskan bahwa orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya. Artinya, kekuatan sejati tidak terletak pada tubuh yang kuat, daya pikir yang kuat dan lain sebagainya, melainkan pada hati yang memiliki pengharapan.