Tuhan membela orang tulus hati

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Logo Inspirational.jpgLogo Inspirational.jpg
Inspirasi
Tanggal07 April 2024
PenulisVictor Pandiwidjaja
Sebelumnya
Selanjutnya

Daud kembali berseru dan berdoa bahwa hanya Allah yang menjadi perisai hidupnya, Ia pasti menyelamatkan orang-orang yang tulus hati Mazmur 7:10.

Kush yang namanya disebut dalam {{sabdaweb2v|Mazmur 7:1 adalah orang Benyamin, satu suku dengan Raja Saul. Oleh karena itu, Mazmur 7 diyakini ditulis oleh Daud ketika ia dikejar-kejar untuk dibunuh oleh Raja Saul. Daud kembali berseru dan berdoa bahwa hanya Allah yang menjadi perisai hidupnya, Ia pasti menyelamatkan orang-orang yang tulus hati Mazmur 7:10.

Melalui Mazmur 7 ini kita bisa belajar perbedaan dua jenis karakter, yaitu Saul dan Daud.

  1. Raja Saul seorang yang insecure dan iri terhadap Daud, dimulai ketika rakyat Israel mengelu-elukan Daud sehabis memenangkan suatu pertempuran 1 Samuel 18:7-8. Raja Saul kuatir posisinya sebagai raja akan digeser oleh Daud, padahal sesungguhnya Daud bukanlah orang yang ambisius untuk merebut tahta raja atas Israel. Sikap Raja Saul ini semakin membawanya pada kedengkian yang mendalam terhadap Daud. Sikap ini menghilangkan damai sejahtera, karena Raja Saul menjadi “sibuk” untuk terus menerus mengejar dan mencari kesalahan Daud.
  2. Daud seorang yang tulus hati, ia menghormati dan tidak merancangkan hal yang jahat pada Raja Saul (1 Samuel 18:3-4, 10). Itulah sebabnya Daud memiliki sikap berani dan terbuka terhadap Tuhan (1 Samuel 18:8-11). Daud meminta agar Tuhan menjadi hakim yang adil, dan kita semua tahu bagaimana akhir dari hidup Raja Saul, yaitu mati bunuh diri dalam peperangan melawan orang Filistin (1 Samuel 31:2-4).
  3. Dalam dunia yang penuh kompetisi, baik di pekerjaan, bisnis, dan sekolah, mengejar prestasi itu baik, namun kita harus menjaga hati untuk tetap tulus, menjauhkan diri dari rasa iri hati maupun dengki. Jika kembali pada Mazmur 4:3, maka kita akan mengerti bahwa Tuhan sendiri yang mengangkat atau memilih seseorang secara lebih khusus, baik dalam dunia sekuler maupun rohani. Oleh sebab itu, apapun posisi atau bidang pelayanan yang dipercayakan, mari kita saling bekerjasama dan mengerjakannya dengan penuh sukacita, karena Tuhan Yesus mengingatkan dalam Yohanes 4:36-38, bahwa semuanya sama-sama diberkati. (Victor Pandiwidjaja)