Menjadi komunitas penuai jiwa-jiwa

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Logo COOL 2021 16x9.jpg

Logo COOL 2021 16x9.jpg

Materi COOL Umum Materi COOL Umum
Tanggal 2022 Jumat, 01 Juli 2022
Penulis Departemen COOL Departemen COOL
UnduhGoogle Drive
Sebelumnya
Selanjutnya

"Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.."

Kisah Para Rasul 2:47

Pendahuluan

“Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang di selamatkan.” Ini adalah sebuah fakta yang terjadi dalam komunitas orang percaya mula-mula, paska pencurahan Roh Kudus yang dahsyat di hari Pentakosta sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul 2:47b. Artinya ada penuaian jiwa setiap hari, ada orang-orang yang diselamatkan setiap hari. Haleluya! Bagaimana dengan kelompok COOL Anda? Jika kita memperhatikan dengan baik apa yang tertulis dalam keseluruhan Kisah Para Rasul pasal kedua, paling tidak ada 3 (tiga) hal yang menjadikan komunitas orang percaya menjadi komunitas penuai jiwa, yaitu:

Isi dan sharing

  1. Komunitas orang Kristen yang lahir baru dan dipenuhi Roh Kudus
  2. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” Ini adalah sebuah komunitas yang baru terbentuk, yang isinya adalah orang-orang percaya lahir baru yang penuh Roh Kudus! Artinya mereka dalam kondisi rohani yang menyala-nyala alias “on fire”.Ini yang perlu kita garis bawahi. Ciri orang yang menyala-nyala adalah bertekun dalam persekutuan, rindu bersekutu, bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, dalam hal ini bias kita katakan bertekun dalam pengajaran firman Tuhan. Apakah Bapak/Ibu sebagai anggota COOL sampai dengan saat sekarang ini masih dalam keadaan rohani yang on fire? Mari kita masing-masing melakukan ‘check-up’ kondisi rohani kita dengan jujur di hadapan Tuhan dan sesama anggota COOL. Hanya mereka yang senantiasa on fire tentunya yang memiliki gairah untuk menuai jiwa-jiwa.

  3. Komunitas yang menjawab kebutuhan
  4. “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.” (Kis 2:44-46). Dalam situasi dan kondisi yang sulit, kebersamaan dan kesatuan hati menjadi satu kebutuhan yang penting bagi masing-masing individu, sehingga mereka tidak perlu menghadapi seorang diri. Dengan kebersamaan dan kesatuan hati segala persoalan dalamkehidupandapatdiselesaikan, dicarikan solusinya bersama. Bagaimana dengan COOL kita sekarang ini? Selama lebih dari dua tahun kita menghadapi pandemi, masing-masing tentunya memiliki persoalan dan pergumulan hidupnya yang mungkin saja menjadikannya lemah, letih, hilang semangat dalam menjalani kehidupan. Dengan kondisi yang demikian, bagaimana mungkin dapat memenangkan jiwa-jiwa?.

  5. Komunitas yang disukai oleh masyarakat
  6. “sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 2:47). Menjadi komunitas yang disukai semua orang, mendapat penerimaan di hati orang banyak di Yerusalem, pastinya karena orang lain melihat satupola kehidupan yang positif serta terbukti bukan merupakan ancaman bagi pemerintahan Romawi pada waktu itu maupun ancaman bagi perdamaian. Penerimaan masyarakat menjadi kunci penting dalam pemberitaan Injil dan penuaian jiwa-jiwa. Jangan sampai COOL kita menjadi komunitas yang ekslusif, yang tidak terbuka dengan masyarakat sekitar, menutup diri sehingga yang terjadi bukan penerimaan dari masyarakat, sebaliknya penolakan dari masyarakat.

Kesaksian

Bagaimana cara anda membangkitkan semangat beribadah dalam diri pada masa pandemi ini.

Kesimpulan dan saling mendoakan

Janganlah jemu-jemu untuk memberikan semangat kepada temen-temen di komunitas kita.