Persiapan memasuki peperangan di musim menuai

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Gembala Pembina kita, Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo telah menyampaikan suatu pesan Tuhan yang dahsyat: bahwa musim menuai sudah tiba! (Markus 4:29). Haleluya! Namun kita tidak boleh lengah dan berpangku tangan, sebab penuaian yang terbesar dan terakhir ini disertai dengan peperangan rohani yang semakin besar juga.

"Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka."

Yoel 3:13

Pendahuluan

Gembala Pembina kita, Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo telah menyampaikan suatu pesan Tuhan yang dahsyat: bahwa musim menuai sudah tiba! (Markus 4:29). Haleluya! Namun kita tidak boleh lengah dan berpangku tangan, sebab penuaian yang terbesar dan terakhir ini disertai dengan peperangan rohani yang semakin besar juga. Itu sebabnya kita perlu melakukan persiapan dalam memasuki peperangan di musim menuai ini.

Isi dan sharing

Paling tidak ada 2 (dua) hal yang harus kita persiapkan, yaitu:

  1. Kumandangkan berita peperangan rohani dan persiapkan senjata
  2. Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan! (Yoel 3:9-10).

    Pesan Tuhan yang kuat mari kita kumandangkan, kita maklumkan berita itu di antara bangsa-bangsa! Ya benar, bangsa-bangsa! Ini bukan berita lokal atau regional, tapi pesan Tuhan secara global. Kita mempersiapkan agar semua bergerak untuk maju, para pahlawan, para prajurit Kristus harus bergerak dan maju. Kita tidak mungkin maju bergerak tanpa senjata. Apa yang ada di tangan kita, apa yang kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari dalam usaha, pekerjaan dan pelayanan (pengetahuan, kemampuan, pengalaman, keahlian, kesaksian) dapat dipergunakan sebagai senjata dalam peperangan rohani. Ingat, peperangan rohani kita hadapi dalam segala area kehidupan kita, sebab di sana ada jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan.

    Terkait dengan senjata, ingatlah apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan: Terkait dengan senjata, ingatlah apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan:

    Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. (2 Korintus 10:13-14)
  3. Berlatih bertempur dalam peperangan rohani
  4. Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang (Mazmur 144:1)

    Secara prinsip, Tuhan pasti tidak akan membawa kita masuk dalam peperangan rohani yang besar tanpa terlebih dahulu melatih kita dalam peperangan-peperangan rohani dalam skala yang kecil terlebih dahulu. Itulah sebabnya Dia mengajar tangan kita untuk bertempur dan jari-jari kita untuk berperang.

    Dalam kehidupan kita sehari-hari kita selalu diperhadapkan dengan peperangan rohani, mulai dari pikiran kita, pilihan-pilihan dalam hidup kita, keputusan-keputusan yang harus kita ambil, godaan terhadap hawa nafsu, keangkuhan hidup, daya Tarik dunia dan kedagingan. Itu adalah latihan-latihan peperangan rohani dalam skala kecil yang kita hadapi, yang harus kita menangkan setiap hari.

    Selanjutnya Tuhan bawa kita dalam peperangan yang lebih besar, peperangan melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara (Efesus 6:12).

    Karenanya, mari kita latih diri kita berperang. Jangan takut dan gentar,

    …Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! (Yakobus 4:7).

    Dan jangan lupa untuk saling menguatkan satu dengan yang lain sebagaimana prinsip yang dinyatakan dalam Yesaya 41:6-7,

    Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: "Kuatkanlah hatimu!" Tukang besi menguatkan hati tukang emas, dan orang yang memipihkan logam dengan martil menguatkan hati orang yang menempa di atas landasan; ia berkata tentang patrian: "Itu baik," lalu menguatkannya dengan paku-paku, sehingga tidak goyang.

Kesaksian

Peperangan dalam hal apa saja yang sudah kita menangkan?

Kesimpulan dan saling mendoakan

Gereja Tuhan ditetapkan untuk menang, bukan untuk kalah dalam peperangan rohani.