Tuhan melihat kebenaran dalam hati

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Matius 6:18b

Pendahuluan

Wanita Allah, biasanya, semakin tua usia kita, kita pun akan semakin kehilangan peran penting dan pengaruh dalam posisi kita. Bahkan orang-orang yang tidak pernah mengejar ketenaran pun tampaknya semakin lama akan semakin tenggelam dalam kegelapan. Namun, kegelapan dan ketidakjelasan itu baik karena kita sulit untuk tampil di hadapan banyak orang tanpa memikirkan apa kesan mereka tentang kita. Di situlah terletak cobaan kita: Pada tahap pencarian pengakuan manusia, kita mengabaikan kehendak Allah.

Yesus mengulang perkataan berikut kepada para murid-Nya sebanyak tiga kali: "Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu" (Matius 6:4,6,18).

Ini juga merupakan jaminan bagi kita. Setiap pemberian yang tidak dilihat oleh orang: waktu, tenaga, dan kasih; setiap permohonan yang kita bisikkan di telinga Bapa; setiap rahasia, pergumulan batin melawan dosa dan pembenaran diri, akan memperoleh penghargaan penuh di kemudian hari.

Akhirnya, bahwa Dia akan berkata, "Baik sekali perbuatanmu, hai hambaku yang baik dan setia," itu adalah yang terpenting bagi kita (Matius 25:21).

Isi

Lalu bagaimana sikap kita jika orang-orang mulai melupakan dan meninggalkan kita apa yang telah kita korbankan baik secara waktu dan materi kita?

  1. Tetaplah menabur dalam kebaikan (Galatia 6:9)
  2. Saat kita menabur apa pun yang baik dan dengan motivasi yang benar, meski orang lain tidak melihat dan memperhitungkannya, namun ada sepasang mata di Surga yaitu mata Tuhan yang tak pernah berhenti untuk melihat apa yang sudah kita tabur. Jika sudah tiba waktunya, apa pun yang selama ini kita tabur pasti akan kita tuai jika kita tetap dengan setia mengikut Tuhan.

  3. Jangan lihat keadaanmu (1 Korintus 15:58)
  4. Terkadang kita merasa lelah dan jenuh dengan keadaan kita yang biasa-biasa saja padahal kita telah banyak melakukan hal-hal yang baik dan positif bagi orang lain dan gereja di mana kita beribadah. Ingatlah semua itu tidak akan menjadi sia-sia seperti apa yang kita pikirkan, dan hal itu harus kita buang jauh-jauh dari pikiran kita, sebab itu merupakan siasat iblis untuk membuat kita kecewa dan putus asa. Kita juga harus bisa berpikir jika kita saat ini belum melihat dan menuai apa yang telah kita tabur, bisa jadi anak-anak dan cucu kita kelak yang akan menuai apa yang selama ini kita tabur.

  5. Tetap bersukacita di dalam Tuhan (Filipi 4:4)
  6. Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! itulah yang dapat menghibur dan menentramkan hati dan pikiran kita untuk semua yang telah kita tabur, meskipun orang lain melupakan dan tidak menganggapnya. Namun percayalah, Tuhan melihat kebenaran dalam hati apa yang telah kita lakukan selama ini.

Kesimpulan

Janganlah mencari puji-pujian dari manusia yang datangnya hanya sesaat dan sia-sia karena hanya akan menimbulkan kekecewaan!

Tuhan Yesus memberkati.

Catatan

COOL Wanita Oktober 2021: