Kasih yang mula-mula dalam hidup orang percaya

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Logo COOL 2020 16x9.jpg
Materi COOL Umum Materi COOL Umum
TanggalJumat, 11 Desember 2020
Penulis Dony Lubianto Pdm Dr Dony Lubianto, MTh
Sebelumnya
Selanjutnya

"Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." (Wahyu 2:4)

Pendahuluan

Pesan mengenai kasih yang mula-mula adalah sebuah pesan yang tidak pernah basi dan masih tetap berlaku di sepanjang sejarah gereja, baik gereja pada abad pertama sebagai pendengar mula-mula, abad pertengahan, dan masa kita sekarang ini.

Pesan ini pertama kali disampaikan dalam Kitab Wahyu sebagai sebuah teguran yang serius dan keras dari TUHAN kepada jemaat di Efesus.

"Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat." (Wahyu 2:4-5)

Betapa seriusnya sebuah pertobatan untuk kembali pada kasih yang semula, sampai-sampai semua pekerjaan baik yang telah dilakukan jemaat Efesus seakan tidak berarti sama sekali. Hal ini menunjukkan betapa TUHAN jauh lebih mengedepankan hubungan kita dengan-Nya daripada apa yang kita lakukan untuk-Nya.

Isi

Apa perlunya kasih yang mula-mula dalam hidup orang percaya di masa sekarang ini?

  1. Mempersiapkan kita menyambut kedatangan-Nya kali yang kedua
  2. Gembala Jemaat Induk/Gembala Pembina menyampaikan pesan TUHAN dalam khotbah Ibadah Raya Online sebagai berikut, "Hari-hari ini, pesan Tuhan kepada kita adalah kembali kepada kasih mula-mula. Ingat, kita adalah calon mempelai wanita dari Kristus. Sang Mempelai Pria akan datang segera untuk menjemput kita. Kita harus mempersiapkan diri kita dengan kembali kepada kasih mula-mula."

    Wow, calon mempelai wanita Kristus yang on fire, yang kasih mula-mulanya berkobar-kobar pasti memiliki kerinduan yang besar akan Tuhan Yesus. Mereka pasti meresponi kedatangan Tuhan Yesus yang kedua sebagaimana dicatat dalam Wahyu 22:20,

    Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

    Mereka yang memiliki kasih yang mula-mula akan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan dengan segenap kekuatan. Selain itu tentunya memiliki keinginan untuk selalu berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, keinginan untuk membaca Alkitab dan keinginan untuk hidup kudus (2 Petrus 3:11-12). Apakah Anda siap menyambut kedatangan Yesus Kristus kali yang kedua? Kembalilah pada kasih yang mula-mula dan kobarkanlah itu.

  3. Menyelesaikan Amanat Agung dengan semangat dan sukacita
  4. Selain memiliki keinginan untuk selalu berdoa, memuji, menyembah Tuhan dan membaca Alkitab serta hidup kudus, salah satu ciri lainnya adalah memiliki keinginan dan kerinduan untuk melayani dan bersaksi.

    Perhatikanlah tingkah laku orang muda yang sedang jatuh cinta, apalagi cinta yang pertama. Dimana saja, kapan saja, dalam segala kesempatan selalu saja bercerita tentang kekasih hatinya. Entah itu kebaikannya, ketampanan atau kecantikannya, perhatiannya, bahkan sampai hal-hal yang kecil diceritakannya kepada teman-teman dan para sahabat.

    Bukankah seharusnya juga demikian dengan kita yang memiliki kasih yang mula-mula dengan Tuhan Yesus? Jemaat gereja mula-mula yang lahir baru dan dibaptis Roh Kudus memiliki keberanian untuk bersaksi (memberitakan Injil) di mana saja mereka berada.

    "Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. (Kisah Para Rasul 4:29-31)

Penutup

Mari kita periksa kehidupan kita, apakah saat ini kita terus mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya dengan kerinduan yang sangat besar? Adakah kita berdoa: "Datanglah segera Tuhan Yesus"? Adakah kita giat memberitakan Injil? Jika Anda ragu menjawabnya, mungkin saja Anda mulai kehilangan kasih yang mula-mula. Bertobatlah dan kobarkan kembali kasih yang mula-mula kepada Tuhan Yesus dalam hidup Anda. Maranatha! (DL)