Pesan Pentakosta (Pdm Liana Mulyadi)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 25 Februari 2023 13.41 oleh Leo (bicara | kontrib) (Penggantian teks - "| ringkasan =" menjadi "| summary=")
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Ada lima pesan Tuhan dalam Kisah 1:4-5 bagi murid-murid-Nya, dan juga bagi kita, yaitu tetap tinggal, menantikan janji Bapa, tetap dalam kesatuan, jangan meninggalkan Yerusalem, dan dibaptis dengan Roh Kudus.

Tidak ada yang seperti Engkau Tuhan, Kau sungguh Allah yang perkasa, Allah yang dahsyat, Allah yang baik!

Tiada yang seperti Engkau
Begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup menjawab
Semua seru doaku

Tiada yang seperti engkau
Begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup melawat
Seluruh kehidupanku

Aku percaya, Tuhanku ajaib
Kau turun tangan memulihkanku
Aku percaya, Tuhanku dahsyat
Kau turun tangan memberkatiku

Kami bersyukur untuk segala kebaikan-Mu, urapan-Mu selalu baru setiap haru, kemenangan demi kemenangan, kami tidak kekurangan satu apa paun

Kami percaya dalam perjumpaan kami dengan Engkau, ada satu terobosan yang besar.

Kami bersyukur, kalau sebentar kami mendengar firman-Mu, menjadi kekuatan bagi kami di tengah keadaan dunia seperti ini. Kami siap mendengarkan firman-Mu, dalam nama Yesus. Amin

Shalom, ini adalah hari yang kelima puluh setelah Tuhan disalibkan, mati, dan bangkit, naik ke sorga.

Kisah 1:4-5, Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Pesan Pentakosta

Tetap tinggal di Yerusalem

Ketika Tuhan ada bersama-sama dengan murid-murid-Nya, Dia memberi satu perintah yang melarang mereka meninggalkan Yerusalem. Apa maksud Tuhan? Untuk menantikan janji Bapa, Tuhan sedang menguji murid-murid-Nya, bagaimana sikap respon mereka waktu Tuhan melarang mereka pergi.

Dia sudah ada di sorga. Dia ingin menguji ketaatan mereka. Waktu Dia naik, apakah murid-murid itu masih tetap tinggal? Apakah murid masih tetap setia dan taat? Tuhan ingin menguji, agar respon ketaatan mereka bukan hanya saat Tuhan masih ada di bumi, tapi justru waktu Tuhan tidak hadir, waktu Tuhan tidak ada bersama mereka, apakah mereka tetap melakukan perintah Tuhan dengan takut dan gentar.

Pesan yang sama juga bagi kita semua, jangan pernah tinggalkan itu. Tetap tinggal untuk menantikan janji Bapa. Mungkin kita seringkali ketika ada di gereja kita bisa taat, tapi begitu keluar dari gereja, lupa semuanya. Kita taat mendengar firman Tuhan saat di gereja, tapi apakah kita tetap taat di luar gereja?

Ini yang Tuhan mau, Tuhan ingin ketaatan mereka, respon mereka, sikap mereka, sekalipun Dia sudah tidak ada di tengah-tengah mereka.

Bagaimana dengan hidup kita saat ini? Masihkah kita tetap taat, tetap mengerjakan semua perintah Tuhan? Seringkali kita tidak taat. Apa yang dikatakan Alkitab? Hati kita kuat, tapi tubuh ini lemah. Minta pengurapan Tuhan untuk kita tetap taat melakukannya.

Menantikan janji Bapa

Bukan cuma melarang, Tuhan juga menyuruh mereka tinggal di situ untuk menantikan janji Bapa.

Menunggu itu satu kegiatan yang sangat membosankan, waktunya tidak terbatas. Demikian juga ketika menantikan janji Bapa, tidak tahu kapan janji itu datang. Inilah sifat orang-orang kudus Tuhan, sekalipun tahu itu membosankan, tidak tahu kapan janji itu datang, tapi Tuhan katakan tetap tinggal, kita tetap menunggu. Kita tidak bisa mendahului waktu-Nya Tuhan. Kadang kita lihat rasanya lama, lambat sekali, Tuhan kok rasanya lambat sekali, lama menjawab, tapi bagi Tuhan tidak ada kata lambat, Dia memberikan segala sesuatu tepat pada waktunya.

Biar kita tetap menunggu waktunya Tuhan, kairos. Jangan kita mendahului Tuhan, tunggu saatnya, tunggu jawaban Tuhan untuk segala doamu. Tuhan ingin menguji kesabaranmu dan kesetiaan dalam hal menunggu. Orang yang sabar itu dikasihi Tuhan, dicintai Tuhan. Saya percaya, segala janji Tuhan tidak pernah gagal.

Yosua katakan apapun yang terbaik yang Tuhan janjikan, tidak ada yang tidak dipenuhi. Janji Tuhan tidak pernah gagal. Karena itu percaya saja!

Menunggu memang lama dan membosankan tapi ini kita dituntut untuk tetap setia. Kita mau setia dan sabar, hari kesepuluh barulah Roh Kudus turun memenuhi mereka, ada sukacita yang besar. Kita menunggu dengan setia, barangsiapa yang setia sampai akhirnya, dia akan memperoleh mahkota kehidupan.

Jangan pernah kita putus asa dan kecewa, karena Allah yang berjanji itu Allah yang setia. Kesetiaan Tuhan itu tidak bisa disamakan dengan kesetiaan manusia. Rasul Paulus katakan, kita seringkali lemah dalam hal-hal ingin setia, tapi sebagai manusia tidak ada yang baik, kalau ingin berbuat sesuatu yang baik, malah yang jahat itu datang. Tapi baiklah kita tetap taat, pegang yang Tuhan perintahkan.

Mendengarkan itu lebih baik daripada berkorban.

Kita lihat contoh Saul, apa yang Allah perintahkan untuk mengalahkan seluruh Amalek, jangan ada yang sedikitpun tertinggal, tapi Saul tidak mendengarkan apa yang diperintahkan Tuhan, akibatnya kerajaan Saul tidak kokoh. Karena itu jangan mendahului janji Tuhan. Kalau kita taat, ketaatan itu akan membawa berkat yang luar biasa, terobosan, tapi dengan ketidaktaatan kita, kita akan kehilangan berkat.

Naaman juga tahu harus menceburkan tubuhnya untuk mendapatkan kesembuhan, tapi pada awalnya dia berpikir bahwa dia adalah orang berpangkat, untuk apa melakukan itu semua. Tapi akhirnya Naaman taat dan itu membawa berkat yang luar biasa, dia disembuhkan karena dia taat akan perintah Tuhan melalui hamba-Nya.

Tetap dalam kesatuan

Kisah 1:4, … dan menyuruh mereka tinggal di situ …

Yang ketiga, Tuhan menyuruh "mereka" dan bukan menyuruh satu orang saja, artinya Tuhan menginginkan agar murid-murid-Nya tetap memiliki kesatuan!

Tuhan mau kesatuan itu tetap ada dalam rumah tangga, gereja, di mana pun. Kesatuan itu adalah yang Tuhan inginkan, karena di situlah Tuhan mencurahkan berkat-Nya. Dalam Mazmur 133, dinyatakan bahwa Tuhan mencurahkan berkat karena kesatuan hati. Kesatuan hati ini terus Tuhan perhatikan dalam keluarga.

Murid-murid tinggal di Yerusalem untuk menyatukan hati, memperhatikan kepentingan orang-orang lain. Kita jangan hanya mementingkan diri sendiri, tapi juga orang lain. Kita harus punya satu kasih, satu tujuan, supaya sungguh-sungguh nama Tuhan Yesus dipermuliakan.

Ada kisah orang lumpuh yang ingin datang kepada Tuhan Yesus, tapi tertutup rombongan yang juga datang untuk bertemu Tuhan, sehingga orang lumpuh ini tentu tidak bisa menghampiri Tuhan. Tapi ada empat orang temannya yang sehati, mereka membawa orang lumpuh ini datang kepada Tuhan. Orang lumpuh itu tidak bisa menerobos sendiri, tapi karena ada empat orang ini yang bersepakat sehati, satu roh , satu jiwa, satu tujuan, maka mereka membawa orang lumpuh itu ke atas tingkap-tingkap langit, dan orang itu diturunkan. Kalau saat keempat orang itu ada yang tidak sepakat, mungkin tilamnya akan miring dan menjatuhkan orang lumpuh itu. Tapi kesepakatan mereka membawa kesembuhan bagi si lumpuh itu.

Tuhan menginginkan kesatuan untuk mereka tetap tinggal bersama, tetap satu. Tuhan inginkan Saudara dan saya semua anak-anak Tuhan, umat pilihan Tuhan, untuk tetap bersatu, agar keluarga kita tetap bersatu, dalam pelayanan tetap bersatu, dalam pekerjaan tetap bersatu.

Kesatuan itu berarti besar, kalau sudah tidak ada kesatuan maka iblis akan memporak-porandakan semuanya. Iblis punya maksud untuk menghancurkan keluarga, rumah tangga, pelayanan, sahabat. Mari kita sadar, jangan biarkan iblis memakai kehidupan kita untuk menghancurkan kita. Tuhan tidak ingin kita tercerai berai. Karena itu pesan Tuhan sebelum naik, Dia berpesan kepada mereka, bukan kepada satu orang, tapi bersama-sama mereka tidak boleh meninggalkan Yerusalem.

Iblis tidak senang kemajuan kita, tidak senang kita dipakai Tuhan dengan heran atau berhasil dalam pekerjaan kita, selalu ingin menghancurkan rencana kita. Tapi ingat pesan Tuhan, jangan ingin diceraiberaikan iblis, tetap tinggal di dalam kesatuan. Tuhan sedang terus memperhatikan kesatuan anak-anak Tuhan.

Orang lumpuh itu tidak akan mengalami kesembuhan kalau tidak ada kesatuan.

Jangan meninggalkan Yerusalem

Zakaria 8:3, Beginilah firman TUHAN: Aku akan kembali ke Sion dan akan diam di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung TUHAN semesta alam akan disebut Gunung Kudus.

Mengapa kita tidak boleh meninggalkan Yerusalem?

  • Yerusalem adalah kota damai, tempat Allah bertakhta.
Jangan tinggalkan Yerusalem berati jangan tinggalkan Allah dan persekutuan kita dengan Tuhan. Biar kita terus memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Jangan tinggalkan persekutuan kita, biar ibadah ini menjadi satu kerinduan bagi Saudara dan saya. Banyak gereja yang jam 6 sudah mulai seperti di tempat ini, mempersiapkan waktu dan kerinduan mereka untuk bertemu muka dengan muka dengan Tuhan dalam ibadah.
Yerusalem adalah tempat di mana kita akan menerima damai sejahtera.
  • Selain kota damai, Yerusalem juga disebut Kota Setia.
Berarti, kita jangan meninggalkan kesetiaan kita dengan Tuhan, dalam ibadah kita, dalam melakukan firman Tuhan, memberikan persepuluhan dengan setia, jangan tinggalkan doa kita.
  • Yerusalem juga disebut Gunung Kudus.
Gunung Kudus berarti kita jangan meninggalkan kekudusan. Kita harus tetap jaga kekudusan,

Hari lepas hari semakin jahat, tapi biarlah kita semakin kudus. Ini pesan Tuhan untuk kita semua, tetap perhatikan pesan Tuhan dan larangan Tuhan. Jangan tinggalkan Yerusalem, rencana Allah luar biasa!

Hosea 4:6, Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Kita harus makin lama makin dekat dengan Tuhan. Kenal Tuhan lewat ibadah, lewat doa, lewat baca firman Tuhan. Dan kalau kita dikenal Tuhan, luar biasa. Daniel itu dikenal Tuhan. Ketika mengalami masalah berat, ketika dia tidak boleh menyembah Allah lain selain Nebukadnezar, tapi Daniel tidak bimbang dan tetap komitmen memilih Allahnya. Dia tahu siapa Allahnya. Sekalipun resiko besar dada padanya, tapi Daniel tidak goyah dan tetap percaya. Kenapa? Karena Daniel mengenal Allahnya, ketika Daniel masuk ke goa singa, dia tidak apa-apa.

Bagaimana Tuhan bisa mengenal Saudara? Bukan lewat korban dan persepuluhan, bukan lewat pelayanan, bukan karena datang ke gereja, tapi bagaimana kita intim dengan Tuhan. Saudara akan dikenal waktu berdoa, Dia segera menjawab. Jangan merasa bisa khotbah tapi tidak punya hubungan dengan Tuhan.

Apa yang menyebabkan kita dikenal Tuhan? Intim dan mengenal Dia lebih dalam lagi. Kalau kita dikenal Tuhan tidak perlu takut apa-apa.

Saya sudah melayani sejak muda, dan saya tidak akan berhenti. Saya masih melayani ke kota-kota lain yang jauh. Itu semua karena saya mengenal Dia, Allah yang tidak pernah meninggalkan kita. Sampai masa putih rambut, Dia tetap tidak akan meninggalkan kita, Dia beri kesehatan.

Kemarin saya pulang mendadak sakit. Tapi waktu saya terbaring, saya katakan, saya harus sembuh, saya percaya Tuhan tidak membiarkan sakit ini berlarut. Mungkin saya tegang, di sini saya belum pernah khotbah di ibadah pertama. Teman saya bilang mungkin saya stres. Iblis seringkali datang untuk menguji ini dan itu, tapi saya selalu keluar sebagai pemenang. Sebab apa? Karena Allah yang ada di dalam kita itu lebih besar. Saya katakan saya pasti sembuh, Tuhan ada di dalam diriku, Dia adalah dokter segala dokter, saya pasti sembuh. Tadi saya bangun jam 3 pagi, dan saya sehat sekali.

Iblis ingin kita jatuh dan tidak berkenan kepada Tuhan. Kalau kita tahu rencana Allah yang indah, kita mau mengenal Dia lebih dalam.

Dibaptis Roh Kudus

Kisah 1:5, Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Kisah 1:8, Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Peranan Roh Kudus sangat diperlukan bagi setiap orang Kristen supaya:

  • Kita punya kuasa menyembuhkan, berkata-kata, mengatakan firman Tuhan. Kalau tidak disertai kuasa, ini tidak bisa. Terima kuasa itu, miliki, supaya jangan jadi orang Kristen yang cengeng. Perkataan setiap firman Tuhan. Menyembuhkan! Ada kuasa dalam perkataan kita.
  • Supaya kita juga berani memberitakan kebenaran firman Tuhan.

Kisah 4:31, Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Kita diperintahkan untuk memberitakan sampai ke ujung bumi, dan itu membutuhkan Roh Kudus. Kita perlu kuasa ini supaya kita berani ngomong, berani saksi, beritakan firman Tuhan. Baik atau tidak baik kita perlu perkatakan firman Tuhan.

Seringkali kita takut bicara di keluarga kita, di lingkungan teman kita, mari kita minta agar berani menegur orang yang salah. Kalau kita tidak menegur yang salah, maka kesalahan itu akan ditanggungkan pada kita. Jangan sampai jiwanya terhilang, sadarkan dia, beritakan firman Tuhan. Waktu sudah sangat-sangat ketat. Kita perlu kuasa untuk memberitakan firman Tuhan ini. Kalau tidak ada kuasa Roh Kudus, kita tidak punya keberanian. Ngomong pun sia-sia.

Ada seorang bapak datang kepada kami dan mengatakan, saya capek ngomong pada istri saya. Istri saya tidak pernah berubah tetap sama, bahkan semakin galak, semakin kasar, semakin bebas kalau ngomong, bahkan semakin berani. Saya tanya, sudah doa dulu belum? Sudah minta kuasa? Kalau mau menegur itu kita perlu doa dulu. Minta pimpinan Tuhan untuk bicara.

Saya dulu waktu mau dijadikan konselor, saya kaget. Setiap ada masalah berat banget, tapi setelah saya tahu bagaimana harus berdoa pada Tuhan, ketika si konseli bicara, maka saya juga doa sehingga konseli itu bisa sampai menangis menyadari akan kesalahannya. Waktu konseling, saya pernah dilempar air, saya pernah dicaci maki orang, pernah dilempar pensil.

Saya berhasil karena semua tuntunan Tuhan. Kita harus minta kuasa. Saya dulu cuma ibu rumah tangga biasa, saya hanya di belakang, bukan pengkhotbah, saya pendoa syafaat di belakang. Tidak pernah terlihat. Saya bertahun-tahun setia, sampai saatnya Tuhan angkat jadikan seorang pengkhotbah. Pertama kali bicara, hilang semua di kepala saya. Tapi saya minta kepada Tuhan, berikan aku kuasa, taruh kuasa dalam mulut lidah saya, supaya perkataan saya ada kuasa. Kalau Tuhan mau saya melayani, beri aku kuasa Tuhan.

Kuasa itu membuat kita berani berkata-kata mengenai firman Tuhan. Kalau kita tidak punya kuasa, kita tidak bisa melakukan firman Tuhan. Kita bisa baca dan dengar, tapi tidak pernah jadi pelaku. Kuasa itu diperlukan supaya kita hidup menurut firman Tuhan.

Ibrani 10:15-17, Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."

Jadi, Roh Kudus sendiri yang memampukan kita.

Kuasa doa

Selain itu kita juga harus suka berdoa. Tuhan seringkali izinkan masalah datang, bukan karena Tuhan tidak mengasihi kita. Tapi mengapa kita diberikan masalah? Supaya kita dekat dengan Tuhan!

Tuhan ingin ditemui tiap hari, tapi kita sering lupa dan sibuk. Tuhan mau terus berkata-kata dan berbicara kepada kita. Tapi kalau Roh Kudus memenuhi, maka kita akan selalu haus dekat dengan Tuhan, dalam doa dengan Tuhan, intim dengan Tuhan. Karena itu peranan Roh Kudus itu penting bagi kita.

Hari ini kita memperingati pencurahan Roh Kudus, kita tidak lagi sendiri, Dia melayani dan menyertai kita. Dia menguatkan dan menghibur, Dia ada selalu bersama kita.

Penutup

Peganglah tanganku Roh Kudus setiap hari
Ku tak dapat jalan sendiri tanpa Roh-Mu
Bawalah diriku kepada s'gala kebenaran
Agar ku tidak tersesat mengikuti jalan-Mu

Bersama Tuhan kita dapat lakukan perkara yang besar. Tanpa Roh Kudus memenuhi kita, tidak mungkin kita melakukan sesuatu yang baik, di mana kita boleh melakukan segala kehendak Tuah, berjalan dalam rencana-Nya, kita perlu Roh Kudus memimpin kita. Kita sering ingin berbuat baik, tapi tubuh kita lemah, daging kita kuat. Minta Roh Kudus memenuhi kita, berjalan dalam roh, bukan dalam daging. Kuasa daging kita matikan supaya kita memperoleh kemenangan demi kemenangan.

Pegang tanganku Roh Kudus setiap hari, agar dapat melakukan segala yang benar dan berkenan di hadapan Tuhan.

Hari-hari ini semakin singkat, kedatangan Tuhan semakin dekat, kami mau mempersiapkan hidup kami.

Kami tidak mau jadi orang yang tidak pernah ikut rencana-Mu, kami percaya hari ini Roh Kudus memenuhi hidup kami sehingga kami boleh melihat janji-Mu, terobosan, pemulihan dan kelimpahan terjadi dalam hidup kami.

Peganglah tanganku Roh Kudus setiap hari
Ku tak dapat jalan sendiri tanpa Roh-Mu
Bawalah diriku kepada s'gala kebenaran
Agar ku tidak tersesat mengikuti jalan-Mu

Terima kasih Tuhan, hambamu boleh berhenti berbicara, Roh Kudus akan lebih dalam dan lebih jelas lagi, terima kasih untuk setiap tuntunan-Mu, meteraikan firman-Mu dalam hati kami, jadikan kami pelaku-pelaku firman.

Amin.