Penjelasan Tata Dasar Gereja Bethel Indonesia (2014)

Dari GBI Danau Bogor Raya
< Gereja Bethel Indonesia‎ | Tata Gereja GBI (2014)
Revisi sejak 27 April 2021 11.35 oleh Leo (bicara | kontrib) (baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Pasal 1 Wujud Gereja

Wujud gereja dalam Tata Dasar GBI menunjukkan bahwa pemahaman GBI mengenai gereja bukan hanya dari segi organisasi melainkan juga dari segi organisme ilahi (pemahaman teologis). Pemahaman teologis yang terdapat pada ayat 1 s/d 6 berdasarkan Alkitab sebagai berikut:

Ayat 1. Kis. 2:42; 1 Kor.13:13
Ayat 2. Ef. 1:23; 4:12; 1 Pet. 1:1-2; 5:13
Ayat 3. 1 Kor. 3:16; 1 Pet. 1:23; 2:5
Ayat 4. 1 Kor. 12:7-11; KR 6:2-4; Rm 12:7-8; KR 15:28; 16:4
Ayat 5. Rm. 8:14-17; Ef. 6:10-17
Ayat 6. Gereja Bethel Indonesia didirikan pada tanggal 6 Oktober 1970 di Sukabumi – Jawa Barat, dan Sinode GBI berkedudukan di Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jakarta.

Pasal 2 Dasar Gereja

Cukup Jelas

Tata Gereja GBI (2014)/Penjelasan Tata Dasar Gereja Bethel Indonesia/3

Tata Gereja GBI (2014)/Penjelasan Tata Dasar Gereja Bethel Indonesia/4

Tata Gereja GBI (2014)/Penjelasan Tata Dasar Gereja Bethel Indonesia/5

Tata Gereja GBI (2014)/Penjelasan Tata Dasar Gereja Bethel Indonesia/6

Tata Gereja GBI (2014)/Penjelasan Tata Dasar Gereja Bethel Indonesia/7

Tata Gereja GBI (2014)/Penjelasan Tata Dasar Gereja Bethel Indonesia/8

Tata Gereja GBI (2014)/Penjelasan Tata Dasar Gereja Bethel Indonesia/9

Pasal 10 Lembaga-lembaga yang dibentuk BPH

Cukup Jelas

Pasal 11 Disiplin Gereja

Yang dimaksud dengan melaksanakan disiplin gereja adalah untuk menegakkan disiplin pejabat di dalam lingkungan Gereja Bethel Indonesia.

Yang dimaksud dengan Etika Kependetaan adalah sebagaimana yang di uraikan dalam pokok-pokok Etika Kependetaan. (Lihat Suplemen tentang Etika Kependetaan).

Pasal 12 Perbendaharaan Gereja

Cukup Jelas

Pasal 13 Perubahan

Yang dimaksud dengan terdiri dari 24 orang adalah bahwa ke-24 orang tersebut tidak terdiri dari satu gereja lokal, tetapi lebih daripada satu jemaat lokal otonom.

Pasal 14 Hal-hal yang belum diatur

Cukup Jelas