Strong together (3)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi per 28 Juli 2021 11.00 oleh Leo (bicara | kontrib) (upd)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Background BPA 2021-05.jpg

Background BPA 2021-05.jpg

Materi COOL BPA Materi COOL BPA
TanggalJumat, 30 Juli 2021
Penulis Departemen Pemuda dan Anak Departemen Pemuda dan Anak
UnduhGoogle Drive
Sebelumnya
Selanjutnya

Mari review sejenak materi sharing sebelumnya. Kita telah belajar bahwa kesatuan hati terjadi bila:

  1. Satu roh
  2. Mengenakan pikiran dan perasaan Kristus
  3. Memanifestasikan kasih
  4. Berkomitmen

Sharingkan sejenak pengalaman tidak adanya kesatuan hati. Apa akibatnya? Dan apa penyebab kesatuan hati tidak terjadi saat itu?

Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari Firman Tuhan, apa yang harus kita lakukan agar terjadi kesatuan hati dalam bergereja, sehingga kita menjadi gereja yang strong together dalam menghadapi goncangan yang sedang terjadi ini.

Bagaimana agar terjadi kesatuan hati?

#5 Penundukan diri kepada otoritas (Ibrani 13:17)

Arti penundukan diri adalah: menghormati, menaati, mengasihi, memberi, mendoakan.

Penundukan diri kepada otoritas akan membuahkan otoritas kuasa di dalam hidup kita. (Ulangan 34:9).

Di dalam penundukan diri kita dapat menerima urapan dan visi dari pemimpin. (Ulangan 34:9)

Kita harus menundukkan diri kepada otoritas rohani di atas kita, sehingga dapat bersehati untuk menjadi strong together.

#6 Menjaga hati (Amsal 4:23)

Hal ini berbicara tentang:

  • Memiliki motivasi yang benar
  • Menjaga hati terhadap akar pahit, iri hati, kebencian

Bagikan pengalaman gagal menjaga hati dalam kaitan dengan “kesatuan hati”, apa pelajaran hidup yang kamu dapatkan darinya?

#7 Membangun komunikasi (Amsal 15:23,28)

Cara berkomunikasi agar terjadi kesatuan hati:

  • Belajar mendengarkan untuk memahami, bukan mendengar untuk segera menjawab.
  • Hindari berasumsi, belajarlah mencari konfirmasi. Jangan hanya mendengar dari satu pihak, tapi dengarkan juga pihak lainnya.
  • Tujuan berkomunikasi dalam membangun kesatuan hati ialah bersepakat, bukan berdebat.

Penutup

Selama bulan Juli ini kita sudah belajar tentang “kesatuan hati” agar dapat strong together di masa yang sulit ini.

Masing-masing ungkapkan dalam satu–dua menit, bagian mana yang paling “mengena” dari seluruh pelajaran tentang kesatuan hati untuk strong together ini.

Saling mendoakan

Saling mendoakanlah, agar semua anggota COOL dapat menerapkan semua bagian yang telah dipelajari selama bulan Juli ini.

Doakan:

  • Para pemimpin pelayanan generasi muda di gereja kita: di PPA Pusat, di DPA Rayon 7, di BPA Cabang.
  • Doakan untuk kesatuan hati yang semakin erat lagi.