Hidup kudus sebagai senjata dan alat kesaksian

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 3 November 2026 16.10 oleh Leo (bicara | kontrib) (fmt)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Tanpa Allah Roh Kudus menuntun dan memberi kekuatan, kita tidak memiliki kemampuan untuk melawan godaan-godaan duniawi tersebut secara tuntas. Minggu ini kita akan belajar bahwa hidup kudus adalah senjata yang ampuh untuk menangkis godaan duniawi sehingga kita tidak terjatuh mengikutinya, dan juga sebagai alat kesaksian bagaimana Allah bekerja di dalam kita, mengasihi kita dan melindungi kita.

Bacaan: Galatia 5:16; Roma 8:13-14; Efesus 6:11-12

Pendahuluan

Kita telah belajar selama beberapa minggu ini bahwa godaan dan pencobaan duniawi adalah realita yang selalu akan ada selama kita hidup di dunia. Oleh karena itu, keputusan kita dalam menghadapinya menjadi sesuatu yang penting untuk kita perhatikan karena kualitas hidup kita merupakan konsekuensi dari keputusan-keputusan yang kita ambil. Kita juga telah belajar bahwa kita membutuhkan Roh Kudus untuk memampukan kita melawan godaan-godaan duniawi.

Tanpa Allah Roh Kudus menuntun dan memberi kekuatan, kita tidak memiliki kemampuan untuk melawan godaan-godaan duniawi tersebut secara tuntas.

Minggu ini kita akan belajar bahwa hidup kudus adalah senjata yang ampuh untuk menangkis godaan duniawi sehingga kita tidak terjatuh mengikutinya, dan juga sebagai alat kesaksian bagaimana Allah bekerja di dalam kita, mengasihi kita dan melindungi kita.

Rasul Petrus menulis dalam surat ini, khususnya di pasal 3 mengenai menjalani hidup sebagai orang Kristen di keluarga, bagaimana bertingkah laku dan bersiap menderita justru karena menjalankan kebenaran firman. Dalam keempat ayat yang kita baca, kita menemukan banyak prinsip kunci dan beberapa tension (tekanan dua arah yang sepertinya berlawanan, tetapi sebenarnya tidak).

Isi dan sharing

Dari 1 Petrus 3:13-16 kita menemukan beberapa prinsip untuk hidup kudus sebagai senjata dan alat kesaksian:

  1. 1 Pet 3:13-14

    Hidup kudus menolong kita menang atas godaan dunia

  2. Dalam kehidupan normal, orang yang berbuat baik seharusnya mendapatkan perlakuan yang baik. Tetapi sebagai orang percaya, kita juga harus siap menghadapi kenyataan bahwa hidup benar tidak selalu membuat kita diterima. Kadang ketika kita menolak mengikuti kebiasaan yang salah, kita justru dicemooh, dikucilkan atau diserang. Namun, jangan takut. Ketika kita tetap memilih kebenaran meskipun harus menderita, itu menunjukkan bahwa kita tidak dikalahkan oleh godaan dunia. Contoh: Bu Kris menolak menandatangani kwitansi palsu meskipun rekan-rekannya mengejeknya. Ia memilih benar bukan karena ingin terlihat lebih suci, tetapi karena ingin taat kepada Tuhan.
  3. 1 Pet 3:15

    Hidup kudus dimulai dengan menempatkan Kristus sebagai Tuhan

  4. Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! (1 Petrus 3:15a)

    Kata "Kuduskanlah Kristus" bukan berarti artinya Kristus tidak kudus sehingga harus dikuduskan; itu adalah pengertian yang keliru. Namun arti yang sesungguhnya adalah memberikan tempat dan kehormatan tertinggi dalam hati (hidup) kita, yaitu sebagai Tuhan. Kata "kudus" disini adalah pengakuan dan penempatan status tinggi kepada Kristus dalam hidup kita.

    Nyanyian "kudus, kudus, kuduslah Tuhan" oleh para malaikat di Surga juga memiliki makna yang sama. Kristus perlu dibuat kudus, tetapi berarti memberikan tempat tertinggi, kehormatan tertinggi dan otoritas tertinggi kepada Kristus dalam hidup kita. Inilah dasar hidup kudus. Kalau Kristus benar-benar menjadi Tuhan dalam hidup kita, maka keputusan kita akan mulai diarahkan oleh kehendak-Nya, bukan oleh tekanan dunia, keinginan pribadi, atau standar manusia. Dan kita tidak menjalani semua itu dengan kekuatan sendiri. Roh Kudus memampukan kita untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusan.
  5. 1 Pet 3:15-16

    Hidup Kudus menjadi alat kesaksian tentang Kristus

  6. Petrus berkata bahwa kita harus selalu siap memberikan pertanggungjawaban tentang pengharapan yang ada pada kita. Artinya, hidup kita harus membuat orang bertanya: "Mengapa kamu memilih hidup seperti itu?" Ketika ditanya atau diserang, kita tidak dipanggil untuk membalas dengan kemarahan atau kesombongan.

    Kita dipanggil untuk menjelaskan iman kita dengan lemah lembut dan hormat. Misalnya: "Saya tidak mau melakukan itu bukan karena saya merasa lebih baik dari kalian. Saya juga masih banyak kekurangan. Tetapi saya percaya kepada Tuhan Yesus dan saya mau belajar hidup sesuai dengan Firman-Nya."

    Mungkin jawaban kita tidak langsung membuat orang berubah. Tetapi kesaksian yang benar akan menunjukkan bahwa Kristus sungguh bekerja dalam hidup kita. Jadi, kekudusan mempunyai dua fungsi: sebagai senjata untuk menghadapi godaan dan serangan dunia dan sebagai kesaksian untuk memperkenalkan Kristus kepada dunia.

Pertanyaan diskusi

  1. Jika Saudara digoda (diminta) untuk melakukan kompromi dalam pekerjaan/usaha/studi/pergaulan, yaitu dengan melakukan sesuatu yang Saudara tahu tidak benar atau tidak dikenan Allah, tetapi diancam bahwa kalau tidak melakukannya akan berakibat negatif pada keuangan, karir, bisnis dan penerimaan keluarga, apa yang akan Saudara lakukan?
  2. Bagaimana Roh Kudus akan berperan dalam situasi itu dan bagaimana Saudara dapat "nyambung" dengan Roh Kudus untuk menghadapi situasi itu bersama-sama?

Kesimpulan dan saling mendoakan

Mari kita terus berjalan dalam kasih karunia Allah, kudus dan dikuduskan Roh Kudus tiap hari, sehingga hidup kita menjadi senjata yang sanggup meruntuhkan godaan dan serangan dunia, bahkan hidup kita menjadi alat kita untuk bersaksi akan Kristus yang adalah Allah yang bersemayam dalam hidup kita. Amin.

Jadwal