Hidup dalam keputusan-keputusan yang benar

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Kehidupan manusia merupakan rangkaian dari berbagai keputusan yang diambil. Karena itu, setiap keputusan membawa konsekuensi, baik maupun buruk. Demikian juga dengan godaan duniawi. Godaan akan selalu ada, tetapi godaan tidak otomatis membuat seseorang jatuh.

Bacaan: Yosua 24:15

Pendahuluan

Allah memberikan manusia kehendak bebas (free will), tetapi kebebasan tersebut selalu disertai tanggung jawab dan konsekuensi. Manusia bebas memilih, tetapi tidak bebas menentukan akibat dari pilihannya. Hal ini terlihat dalam Yosua 24:15, ketika Yosua menantang bangsa Israel untuk memilih kepada siapa mereka akan beribadah. Setelah mengalami pertolongan dan penyertaan Tuhan, Israel tetap memiliki kebebasan untuk memilih antara setia kepada TUHAN atau mengikuti ilah lain. Yosua sendiri mengambil keputusan tegas: Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN. Kehidupan manusia merupakan rangkaian dari berbagai keputusan yang diambil. Karena itu, setiap keputusan membawa konsekuensi, baik maupun buruk. Demikian juga dengan godaan duniawi. Godaan akan selalu ada, tetapi godaan tidak otomatis membuat seseorang jatuh. Godaan menjadi kejatuhan ketika seseorang memutuskan untuk mengatakan "ya" dan mengikutinya.

Isi dan sharing

  1. Kol 3:1-10 Menempatkan Kristus sebagai yang utama
  2. Rasul Paulus dalam hikmat Roh Kudus menulis surat kepada jemaat di Kolose. Tantangan yang dihadapi jemaat Kolose adalah godaaan pengajaran palsu dan gaya hidup duniawi yang kuat di daerah tersebut.

    Paulus mengingatkan jemaat agar tidak terjerumus dalam ajaran palsu dan gaya hidup duniawi yang justru dari hal tersebut mereka telah diselamatkan oleh Kristus. Kita pun saat ini diperhadapkan pada pilihan: apakah mau menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam hidup kita, atau sebagai yang "kesekian?" Kalau Kristus adalah di tempat terutama dan pertama dalam hidup kita, maka pengelolaan waktu, energi, keuangan dan ibadah kita pasti jadi benar.

    Kita akan memberi waktu terbaik untuk saat teduh, tidak keberatan memberi potongan pertama pendapatan kita dalam bentuk persepuluhan kepada Tuhan, tidak menghindar atau mencari alasan tidak beribadah hari Minggu, dan lain sebagainya kalau Kristus menjadi yang terutama dan pertama dalam hidup ini.

    Sebaliknya, kalau Kristus bukan yang terutama dan pertama dalam hidup kita, maka dengan mudah kita bisa jatuh dalam gaya hidup, pengelolaan keuangan dan waktu yang duniawi, alias tidak sesuai dengan tuntunan firman Tuhan.

    Jika kita perhatikan dengan baik, sebenarnya hanya ada dua pilihan dari apa yang diajarkan Paulus: entah Kristus ada di tempat paling atas dalam hidup kita dan pusat hidup kita, atau kita justru menempatkan kehidupan duniawi sebagai yang utama. Tidak mungkin kedua-duanya ada pada yang tempat sama dalam hidup kita. Keputusan untuk menempatkan Kristus ditempat utama dalam hidup kita akan membawa kita semakin "ke atas," tetapi menempatkan Kristus tidak ditempat utama dalam hidup kita akan membawa kita semakin "ke bawah." Mana yang kita pilih? Mana yang saudara akan putuskan?
  3. Mazmur 1 Pergaulan mempengaruhi kualitas hidup
  4. Mazmur 1 mengajarkan bahwa keputusan kita dalam memilih siapa dan apa yang menjadi lingkungan pergaulan akan memengaruhi kualitas hidup kita. Pemazmur mengingatkan agar kita tidak mengikuti jalan orang fasik, tetapi memilih hidup dalam kebenaran dan firman Tuhan.

    Tuhan memang mengajarkan untuk kita mengasihi sesama kita manusia, tetapi siapa yang akan menjadi kumpulan atau lingkar dekat kita, kita perlu bijak untuk memilihnya. Disinilah arti penting COOL menjadi terasa, karena inilah lingkaran yang baik untuk kita dapat bertumbuh bersama.

    COOL tidak mungkin mengajarkan anggotanya menjadi fasik, melakukan dosa, apalagi mencemooh Allah. Ini adalah tempat yang baik untuk bertumbuh bersama-sama di dalam kebenaran firman dan tuntunan Roh Kudus.

    Seringkali kualitas hidup menjadi tidak baik adalah karena salah pergaulan. Sekali lagi, kita mengasihi semua orang, tetapi kita harus memutuskan siapa yang menjadi kumpulan kita atau kita mau meletakkan diri di kumpulan seperti apa. Karena siapa atau apa yang melekat kepada kita, akan mempengaruhi langsung kualitas hidup kita. Pemazmur dengan sangat jelas menuliskan konsekuensi memiliki kumpulan yang benar (Mazmur 1:3) dan konsekuensi buruk berada dalam kumpulan fasik (Mazmur 1:5). Rangkumannya ada pada Mazmur 1:6.

    Kumpulan orang yang benar akan berjalan sesuai dengan kebenaran firman, kumpulan orang fasik sudah tentu akan berlawanan dengan kehendak firman Allah. Ini bukan artinya kita tidak boleh bergaul dengan orang-orang yang berbeda iman dengan kita, tetapi setiap lingkar pergaulan kita dengan siapapun harus kita uji apakah menjadikan kita pencemooh atau bukan.

    Lingkar pergaulan kita akan mempengaruhi kita kuat menghadapi godaan dunia, atau justru lingkar pergaulan kita yang menyeret kita melakukan godaan-godaan dunia yang ditentang firman Allah.

Pertanyaan Diskusi

  1. Di dalam hal waktu, pengeluaran keuangan dan penentuan dimana anak akan sekolah/kuliah/studi, apakah Tuhan menjadi faktor utama dan pertama dalam menentukan keputusan?
  2. Melihat kembali daftar pergaulan/pertemananmu, apakah lingkar dalammu adalah kelompok non-pencemooh atau pencemooh? Mengapa demikian?

Kesimpulan dan saling mendoakan

Dua keputusan penting ini akan mempengaruhi kualitas hidup kita dibandingkan hal-hal lain dalam hidup: Siapa yang menjadi terutama dalam hidup kita, dan, Siapa yang menjadi lingkar dalam pergaulan kita. Konsekuensi baik atau buruk, tergantung kepada keputusan-keputusan kita ini. Mampu melawan godaan-godaan dunia, juga tergantung dari keputusan-keputusan kita ini. Mari kita berani mengecek diri kita, sudahkah saya membuat keputusan yang benar?

Jadwal