Berdiri sebagai pendoa syafaat

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 30 September 2026 13.47 oleh Sari (bicara | kontrib) (Baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Berdoa syafaat artinya kita berdoa di hadapan Allah bagi orang-orang yang sebenarnya membutuhkan bantuan, intervensi dan pertolongan Allah, tetapi mereka tidak sadar akan kebutuhan ini sehingga tidak mengajukannya kepada Allah, atau mungkin mereka sadar membutuhkan campur tangan Allah tetapi tidak menaikkannya dalam doa dengan berbagai macam alasan.

Bacaan: Yehezkiel 22:30-31; 1 Timotius 2:1-4

Pendahuluan

Saat ini kita membahas perihal doa yang berkaitan dengan penyelesaian Amanat Agung. Oleh karena itu, minggu ini kita akan membahas pentingnya berdiri di hadapan Tuhan sebagai seorang pendoa syafaat. Namun, sebelum kita membahas ini lebih lanjut, kita harus memahami bahwa yang dimaksud dengan pendoa syafaat ini disini adalah peranan kita sebagai orang yang berdoa (berbicara) di hadapan Tuhan demi kepentingan orang lain.

Pendoa syafaat dalam pembahasan kita minggu ini bukanlah mengenai jabatan atau tugas pelayanan spesifik sebagai pendoa di gereja; tugas itu memang ada, tetapi ingat, kita semua sebagai jemaat juga adalah pendoa dan semua kita juga boleh sharing firman Tuhan (bukan hanya tugas/bagian gembala COOL atau pengkhotbah saja). Kita telah memahami minggu lalu bahwa berdoa adalah berkomunikasi dengan Tuhan.

Saat kita berdoa, Allah dapat intervensi membawa perubahan terhadap hal-hal yang kita doakan. Berdoa syafaat artinya kita berdoa di hadapan Allah bagi orang-orang yang sebenarnya membutuhkan bantuan, intervensi dan pertolongan Allah, tetapi mereka tidak sadar akan kebutuhan ini sehingga tidak mengajukannya kepada Allah, atau mungkin mereka sadar membutuhkan campur tangan Allah tetapi tidak menaikkannya dalam doa dengan berbagai macam alasan.

Disinilah kita berdiri bagi mereka di hadapan Allah, untuk kebaikan mereka, sebab langsung maupun tidak langsung, permasalahan yang mereka hadapi atau tindakan yang mereka lakukan akan berpengaruh kepada kehidupan kita juga.

Isi dan sharing

Kita akan belajar dari dua teks sederhana untuk mengetahui apa saja yang perlu kita doa syafaatkan.

  1. Yeh 22:30-31 Allah merindukan kita berdiri untuk menaikkan doa syafaat.
  2. Allah mencari seseorang yang mau berdiri di hadapan-Nya untuk berdoa bagi bangsanya, termasuk bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan di sekitar kita. Dalam ayat ini terlihat dua hal, yaitu Allah adalah adil sehingga Ia harus menghukum dosa, tetapi Allah juga penuh kasih dan rindu memberikan kesempatan untuk bertobat. Karena itu, Allah mencari orang yang mau menjadi pendoa syafaat dan memohonkan belas kasihan-Nya. Tidak mudah mendoakan orang yang telah menyakiti kita. Namun, Tuhan Yesus mengajarkan agar kita mengasihi dan mendoakan orang yang memusuhi kita (Matius 5:43-45). Ketika kita mendoakan mereka dengan kasih, kita sedang sejalan dengan hati Bapa, membuka jalan bagi pertobatan dan kasih karunia Tuhan, sekaligus membiarkan Tuhan menyembuhkan hati kita. Maukah saudara menjawab kerinduan Allah ini? Sharingkan.
  3. 1 Tim 2:1-4 Allah memanggil kita untuk berdoa syafaat atas pihak atau orang tertentu secara spesifik, karena akan berpengaruh langsung kepada kehidupan kita sendiri.
  4. Paulus mengajarkan Timotius bahwa sebagai orang yang telah diselamatkan dan dipanggil melayani Tuhan, kita juga dipanggil untuk berdoa syafaat bagi semua orang, termasuk raja-raja dan para pemimpin. Kita mendoakan para pemimpin agar pemerintahan dijalankan dengan benar, bijaksana, saleh, dan terhormat, sehingga masyarakat dapat hidup tenang dan tenteram. Lebih dari itu, kita berdoa agar semua orang diselamatkan dan mengenal kebenaran, termasuk para pemimpin, sehingga mereka menjalankan tanggung jawab sesuai dengan prinsip Firman Tuhan. Doa syafaat merupakan wujud kasih kepada Tuhan dan kepada sesama. Ketika kita mengasihi Tuhan, kita akan menaati apa yang Ia perintahkan, termasuk peduli dan berdiri dalam doa bagi orang lain (Yohanes 14:15; 1 Yohhanes 5:2-3).

Kesaksian

Apakah saudara masih mendoakan bangsa ini, termasuk para penyelenggara negara dari tingkat pusat (misal: presiden) hingga pelosok (misal: ketua RT)? Jika ya, doa syafaat apa yang biasanya saudara angkat demi mereka? Jika tidak, mengapa saudara tidak bersyafaat demi mereka? Sharingkan.

Kesimpulan dan saling mendoakan

Apapun perasaan dan pengalaman masa lalu kita terhadap siapapun, janganlah itu membuat kita tidak mau bersyafaat untuk semua orang; siapapun. Ingatlah fokus hidup kita adalah menyenangkan hati Tuhan dengan melakukan apa yang Ia kenan. Paulus menulis dengan sangat baik perihal kita mau berdiri sebagai pendoa syaafaat: Itulah yang baik dan berkenan kepada Allah, Juruselamat kita. (1 Timotius 2:3). Mari kita semua berdiri sebagai pendoa syafaat di hadapan Allah. Amin.

Jadwal