Intervensi Allah karena doa
| Materi COOL Umum | |
|---|---|
| Tanggal | Jumat, 02 Oktober 2026 |
| Penulis | Departemen COOL |
| Unduh | Google Drive |
| |
| |
Doa dapat berisikan ungkapan perasaan sukacita kepada Tuhan, pujian dan pengagungan kepada-Nya. Doa juga dapat berupa pengajuan permohonan tertentu, baik permohonan "kecil" maupun "besar." Doa juga dapat berisikan curahan isi hati yang jujur dan terbuka kepada Tuhan.
Bacaan: Yeremia 33:3; Markus 11:24-25
Pendahuluan
Bulan ini kita akan banyak membahas perihal doa dan juga keterkaitannya dengan kehidupan kita secara pribadi maupun keterkaitannya dengan pemberitaan kabar keselamatan Kristus. Pembahasan akan semakin dalam setiap minggunya. Kita harus memahami bahwa doa bukanlah hanya untuk mengajukan permohonan-permohonan kepada Tuhan. Doa adalah bentuk percakapan dengan Tuhan. Doa dapat berisikan ungkapan perasaan sukacita kepada Tuhan, pujian dan pengagungan kepada-Nya. Doa juga dapat berupa pengajuan permohonan tertentu, baik permohonan "kecil" maupun "besar." Doa juga dapat berisikan curahan isi hati yang jujur dan terbuka kepada Tuhan. Allah tidak pernah menolak apabila orang datang kepada-Nya menyampaikan keluh kesah kepada-Nya. Bapa adalah Tuhan yang menjaga dan menyediakan. Kristus adalah Tuhan yang menyelamatkan. Roh Kudus adalah Tuhan yang menghibur dan menguatkan. Doa adalah sarana yang luar biasa, bukan karena doa itu sendiri, namun karena doa mengkoneksikan kita dengan Tuhan yang luar biasa. Koneksitas (hubungan) itu memungkinan intervensi Allah ke dalam kehidupan kita atau ke dalam kehidupan orang lain atau ke dalam isi doa yang kita naikkan.
Isi dan sharing
Saat ini dimana keadaan ekonomi sedang tidak stabil, istilah zaman sekarang : "in this economy" peranan doa menjadi sangat penting. Gembala pembina kita menekankan pentingnya doa, memuji, menyembah Tuhan. Mengapa demikian?
- Yer 33:3 Kita terbatas dalam memahami situasi, sehingga butuh hikmat dan jawaban dari Allah.
- Mrk 11:24-25 Allah mengabulkan doa kita sejalan dengan ketaatan kita (Mrk. 11:24-25).
Pada masa pembuangan, bangsa Yehuda tidak mengerti dan memahami tujuan Allah, mengapa mereka mengalami banyak penderitaan dan kesusahan. Tetapi sekarang kita mengerti mengapa puncak penderitaan Yehuda dengan diasingkan 70 tahun ke Babilonia/Persia adalah karena ada rencana Allah untuk pertobatan dan pemulihan bangsa Yahudi (Yeremia 33:6-9).
Dalam kehidupan yang kita Jalani saat ini, kita seringkali tidak memahami mengapa Tuhan mengizinkan hal-hal sulit terjadi dalam hidup kita dan berkata "Mengapa Tuhan mengizinkan semua ini?"
Melalui Yeremia 33:3, Tuhan mengajar kita untuk bertanya dan berseru kepada-Nya melalui doa. Doa bukan hanya untuk meminta solusi, tetapi juga untuk meminta jawaban, hikmat, dan pengertian tentang rencana Tuhan. Jawaban Tuhan tidak selalu berarti pengabulan keinginan kita. Tuhan mungkin tidak langsung mengubah keadaan, tetapi Ia dapat membuka pemahaman kita tentang alasan, rencana, dan tujuan-Nya. Ketika kita mengerti bahwa Tuhan tetap memegang kendali, kita mendapatkan penghiburan, kekuatan, dan kemampuan untuk tetap percaya.Tuhan Yesus mengajar kita, bukan hanya sekedar berdoa mengucapkan dengan kata-kata, tetapi dengan iman percaya bahwa Allah sanggup dan berkuasa untuk mewujudkan apa yang sepertinya mustahil. Sekalipun Allah yang Maha Kuasa itu memberi kita yang terbaik karena kasih-Nya kepada kita; kuasa-Nya atas kita senantiasa berlandaskan kasih-Nya kepada kita. Namun, Allah juga meminta kita untuk mengabulkan permintaan-Nya: yaitu kita juga mengasihi sesama kita.
Kasih kepada sesama dapat diwujudkan dalam banyak hal, tetapi di dalam ayat ini, Tuhan Yesus meminta kita mengabulkan permohonan Allah untuk kita mengasihi sesama dengan memberi pengampunan. Mengapa demikian? Karena wujud terbesar dari kasih Allah kepada kita adalah Dia mengampuni kita dari dosa-dosa kita.
Sekarang Allah meminta kita pun mewujudkan kasih itu kepada sesama kita, sebagaimana Ia telah lakukan serupa kepada kita. Doa membuka jalan bagi intervensi Allah. Saat kita mengampuni, kita sedang “mengabulkan doa Allah” (permintaan Allah). Pengampunan yang kita berikan, memungkinan intervensi kasih Allah mengalir kepada orang atau situasi yang kita bawa dalam doa.Pertanyaan Diskusi
Kita seringkali meminta begitu banyak permohonan kepada Allah, tetapi Dia meminta satu hal kepada kita, yaitu mengampuni. Sudahkah kita lakukan yang Dia minta? Bagaimana hal itu berefek kepada kehidupan doa/hubungan kita dengan Tuhan? (Diskusikan hal ini dalam COOL).
Kesimpulan dan saling mendoakan
Minggu, jadikan doa berseru kepada Tuhan dan "mengabulkan doa Tuhan" menjadi agenda utama yang akan kita lakukan baik secara bersama-sama dalam COOL maupun dalam saat pribadi kita dengan Tuhan. Amin.
Jadwal
- 02 Okt 2026: Intervensi Allah karena doa