Keluaran 33:15

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 7 Juli 2026 10.47 oleh Sari (bicara | kontrib) (Baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel, dalam hal segala tanda dan mujizat, yang dilakukannya atas perintah Tuhan di tanah Mesir terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya, dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.

Itu adalah ayat-ayat terakhir dalam kitab Ulangan yang menceritakan perbedaan Musa dengan nabi lainnya. Bilangan 12:6-8 juga menulis perbedaan cara Allah menyatakan diri-Nya dengan Musa. Allah menyatakan diri kepada Musa dengan berhadapan muka langsung dengan jelas bukan dengan teka-teki. Sedangkan dengan nabi lain Allah menyatakan diri melalui penglihatan dan mimpi.

Tuhan berbicara kepada Musa juga seperti seorang teman (Keluaran 33:11a). Hubungan Musa dengan Allah yang spesial ini menyebabkan iri hati bagi saudara-saudaranya, Miryam dan Harun (Bilangan 12). Mengapa Allah memperlakukan Musa berbeda? Dimulai dari Keluaran 32 di mana bangsa Israel mendukakan hati Tuhan dengan membuat patung anak lembu emas. Walaupun Tuhan telah mengampuni bangsa Israel tetapi hubungannya dengan Tuhan tidak sepenuhnya pulih.

Ini dapat kita lihat saat Tuhan menyuruh Musa pergi ke negeri yang telah dijanjikan-Nya: Aku tidak akan berjalan ditengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan (Keluaran 33:3). Melihat hal ini Musa tidak tinggal diam dan berpasrah diri, ia kembali ke kemah pertemuan untuk berbicara dengan Tuhan.

Tuhan berfirman (Keluaran 33:14): Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu. Lalu jawab Musa melalui ayat yang terkenal di Perjanjian Lama Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini (Keluaran 33:15). Di ayat 16 Musa menjelaskan mengapa penyertaan Tuhan penting. Percakapan Musa dengan Allah di Keluaran 33:14-16 membawa pemulihan bagi bangsa Israel.

Dan kita jadi mengetahui apa yang menjadi prioritas bagi Musa, bukan berkat-Nya (tanah perjanjian) melainkan penyertaan dan hadirat Tuhan yang jauh lebih penting. Bagi Musa hubungan yang intim melampui segala kesuksesan. Juga ketaatan kepada Tuhan yang melampaui kenyamanan.

Ini menjadi sebuah perenungan, apakah saat menjalani kehidupan rumah tangga, pekerjaan atau sekolah kita sudah menjadikan penyertaan dan hadiratNya sebagai prioritas, atau justru fokus terhadap berkat, mujizat, maupun jawaban dari doa-doa kita? Biarlah kerinduan kita memiliki keintiman dengan Tuhan seperti Musa: bertemu muka dengan muka. Amin.

Yang menjadi prioritas bagi Musa, bukan berkat-Nya (tanah perjanjian) melainkan penyertaan dan hadirat Tuhan yang jauh lebih penting. Bagi Musa hubungan yang intim melampui segala kesuksesan. Juga ketaatan kepada Tuhan yang melampaui kenyamanan.