Dipersatukan di dalam Kristus

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 17 Juni 2026 18.11 oleh Jaen (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '{{unified info | templatetype=inspirational | namespace= Article | pagename= 20260607/IN | title= Dipersatukan di dalam Kristus | date= 2026-06-07 | event= Renungan Air Hidup | displayevent= Renungan | actualdate= 2025-05-27 | notes= | name= Johan Susanto | completename= Pdp Johan Susanto | illustration16x9= Logo Inspirational.jpg | illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.jpg | illustrationA5= | summary= Melalui darah Kristus, manusia yang dahulu...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Melalui darah Kristus, manusia yang dahulu jauh dari Allah telah diperdamaikan dan dibawa masuk ke dalam hubungan yang baru dengan-Nya. Karya salib tidak hanya memulihkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga meruntuhkan tembok pemisah antar sesama dan membentuk satu umat yang baru di dalam Kristus. Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk hidup dalam syukur, persatuan, dan menjadi pembawa rekonsiliasi bagi dunia.

Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan.

Efesus 2:13-14

Melalui Firman-Nya pagi ini, Yesus kembali menekankan bahwa sebagai orang percaya kita harus bersedia mengampuni kesalahan orang lain, sebab tidak ada seorang pun yang sempurna dan tidak ada yang luput dari kesalahan.

Perseteruan antara manusia dengan Allah telah didamaikan melalui Kristus. Dia menjadi korban pendamaian yang meruntuhkan tembok pemisah antara manusia dengan Allah. Bahkan bukan hanya hubungan manusia dengan Allah yang dipulihkan, tetapi juga hubungan manusia dengan sesamanya. Karena itu, kita yang dahulu jauh sekarang telah menjadi dekat oleh darah Kristus. Di dalam Dia, kita menjadi umat yang dipersatukan, dikuduskan, serta ditempatkan sebagai orang-orang yang tak bercela di hadapan Allah. Inilah salah satu anugerah terbesar yang diterima oleh setiap orang percaya.

Melalui firman Tuhan pagi ini, kita belajar tiga hal yang dikerjakan Kristus melalui karya salib-Nya.
1 Yesus membatalkan fungsi Taurat sebagai jalan keselamatan
Melalui kematian-Nya sebagai manusia, Yesus telah menggenapi dan membatalkan fungsi Taurat sebagai sarana memperoleh keselamatan. Namun demikian, Taurat tetap memiliki fungsi sebagai petunjuk hidup bagi umat Allah.
2 Yesus menciptakan satu umat yang baru
Semua orang percaya dipersatukan menjadi satu umat di dalam Kristus. Tidak ada lagi tembok pemisah yang memisahkan manusia satu dengan yang lain di hadapan Allah. Kita semua memiliki kedudukan yang sama sebagai umat tebusan-Nya.
3 Yesus mendamaikan manusia dengan Allah
Melalui karya salib, manusia yang dahulu bermusuhan dengan Allah kini diperdamaikan dan menjadi anggota keluarga Allah. Kita disebut sebagai warga Kerajaan Allah yang hidup di bawah pemerintahan-Nya dan menikmati hubungan yang dipulihkan dengan Bapa.

Karena itu, jangan biarkan persoalan hidup menghalangi kita menikmati anugerah Tuhan. Semakin kita memahami karya Kristus, semakin kita mengenal kebesaran kasih dan kuasa-Nya, sehingga hati kita dipenuhi ucapan syukur.

Sebagai gereja Tuhan, kita dipanggil menjadi pembawa rekonsiliasi dan pemulihan bagi dunia. Kristus telah mendamaikan manusia dengan Allah dan dengan sesama, maka hidup kita pun harus menjadi saluran damai sejahtera-Nya.

Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. Efesus 2:22

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Efesus 2:10

Tuhan Yesus memberkati kita semua.