Shifting (Pdt Sutadi Rusli)
| Pesan Gembala | |
|---|---|
| Ibadah | Ibadah Raya |
| Tanggal | Minggu, 14 Juni 2026 |
| Gereja | GBI Danau Bogor Raya |
| Lokasi | Grha Amal Kasih |
| Kota | Bogor |
| Video | YouTube |
| Khotbah lainnya | |
| |
| |
Tuhan menuntun gereja-Nya dari musim ke musim dan dari goncangan ke goncangan supaya umat-Nya tidak berhenti di masa lalu, tetapi bergerak masuk ke dalam perubahan yang lebih baik sesuai dengan kehendak-Nya. Perubahan sejati dimulai dari pertobatan yang sungguh-sungguh, dilanjutkan dengan pembaruan hidup, dan menghasilkan buah yang sesuai dengan standar Kerajaan Allah, bukan standar dunia. Musim yang baru sudah Tuhan sediakan, sehingga setiap orang percaya dipanggil untuk meninggalkan keterikatan lama, menerima identitas sebagai ciptaan baru, dan berjalan dalam berkat, pemulihan, serta rencana Tuhan yang spektakuler.
Shalom dan selamat pagi.
Semuanya diberkati oleh Tuhan? Semuanya sehat-sehat? Semuanya on fire? Semuanya penuh dengan kasih Tuhan? Amin!
Hari ini kita memperingati ulang tahun gereja kita, GBI Jemaat Induk Danau Bogor Raya. Perjalanan 31 tahun, tepatnya sejak 11 Juni 1995, dan beberapa hari yang lampau itu juga kita sudah masuk di tanggal 11 Juni 2026. Kita tahu, Tuhan hari lepas hari menuntun gereja ini.
Gereja ini dimulai dari satu persekutuan doa yang kecil, yang waktu itu hanya dihadiri 20-30 orang di rumah saya. Nama persekutuan doanya pada waktu itu adalah Persekutuan Doa Imanuel. Dan dengan api yang dibawa oleh Bapa rohani kita, Pak Niko, ke Kota Bogor, yaitu api pujian dan penyembahan, maka kita semua mengalami satu api yang menyala begitu besar. Melalui Bogor Praise Center pada saat itu, yang berada di Gedung Sekar Mandapa, api ini menjadi berkobar begitu besar. Dan akhirnya, atas seizin Tuhan, tanggal 11 Juni 1995 Tuhan izinkan gereja ini boleh berdiri dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Haleluya!
Kalau saya renungkan bagaimana perjalanan gereja ini, betul-betul apa yang kita doakan, apa yang ada di dalam hati kita, dan apa yang kita bawa kepada Tuhan, ternyata Tuhan itu menggenapi janji-Nya.
Jadi apa yang Saudara rindukan, apa yang Saudara doakan, memang belum tentu satu atau dua tahun dijawab. Tetapi kalau kita berdoa terus-menerus, dan apa yang kita minta itu sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, pasti satu waktu Tuhan akan genapi. Amin!
Saya masih ingat, bagaimana Tuhan berikan visi buat gereja sekitar tahun 2001. Tuhan canangkan 70 cabang, 2.500 kelompok COOL atau dulu Family Altar, dan 50.000 jiwa. Itu kita bawa dalam doa, dan kita perkatakan. Ini visi yang luar biasa. Dan kita perkatakan terus.
Pada saat itu kita sudah memiliki sekitar 20 sampai 25 cabang yang digembalakan, dan kita terus rindu supaya Tuhan makin mengembangkan cabang-cabang yang ada. Karena kita menangkap visi apa yang Tuhan berikan, baik melalui Sinode maupun melalui Bapa rohani kita, yaitu dari Yesaya 54:2-3, mengembang ke kanan dan ke kiri.
Kita terus berdoa. Dan puji Tuhan, pada ulang tahun yang ke-30, yaitu tanggal 11 Juni 2025, di mana gedung ini juga diresmikan oleh Bapa rohani kita Pak Niko, maka Tuhan menjawab doa itu. Bukan hanya 70, tapi 81 cabang Tuhan berikan buat gereja kita pada waktu itu.
Dan ini belum berhenti. Kita terus ada di dalam visi lagi. Karena hari-hari ini kita percaya, musim menuai sudah tiba. Tahun Amanat Agung, di mana everyone akan datang kepada Tuhan Yesus Kristus, dan bertekuk lutut mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan. Haleluya!
Kita berdoa supaya Tuhan genapi sampai tahun 2033, 150 cabang yang Tuhan akan bukakan. Dan kita terus masuk ke pelosok-pelosok, tempat-tempat kecil yang tidak terjangkau. Mungkin di situ hanya ada 40 atau 50 jiwa, di antara sekian ratus atau sekian ribu orang di daerah tersebut. Tetapi kita berdoa, biar melalui gereja-gereja yang ada, nama Tuhan dipermuliakan. Melalui gereja-gereja yang Tuhan tetapkan itu, setiap jiwa boleh dijadikan murid-murid Kristus. Amin!
Lalu tahun 2002 kita berdoa. Kita rindu untuk memiliki gedung sendiri. Saya ajak para pemimpin pada waktu itu, “Yuk kita berdoa. Kita rindu memiliki gedung sendiri.” Memang Tuhan sudah berikan dalam perjalanan itu beberapa gedung, seperti di Gunung Putri dan di Cibinong, tetapi untuk pusat pada saat itu belum ada. Sehingga kita terus berdoa, enggak berhenti.
Dan luar biasa, itu pun Tuhan jawab pada tanggal 14 Agustus 2022. Dua puluh tahun kemudian. Berapa tahun? Dua puluh tahun kemudian. Lama apa sebentar? Lama. Tapi Tuhan enggak pernah ingkari janji-Nya. Dia menggenapi setiap janji-Nya bagi kemuliaan-Nya. Luar biasa.
Kita percaya gereja akan berkembang. Gereja akan Tuhan kirimkan banyak jiwa. Tetapi yang paling penting, tugas gereja bukan membangun gedung-gedung yang besar. Tugas yang paling penting adalah menjadikan semua jemaat Tuhan menjadi seperti Kristus, menjadikan semua jemaat murid-murid Kristus. Itu tugas paling utama.
Siap jadi murid? Siap dimuridkan? Kasih tahu kanan kiri: saya siap dimuridkan.
Bapak, Ibu, kita harus masuk dalam setiap kelompok COOL semuanya, supaya apa? Saya membayangkan bahwa kelompok COOL itu seperti kapal-kapal yang kecil yang manuvernya lincah ke sana kemari. Di tengah-tengah goncangan yang ada, Tuhan izinkan COOL ini berkembang. Kesatuan hati, tumbuh bersama, dan memenangkan jiwa. Itu yang Tuhan inginkan. Ayo semua ikut COOL! Mari semuanya ikut COOL, semuanya pasti diberkati oleh Tuhan.
Nyanyi:
Semua karena anugerah-Nya
diberikan-Nya pada kita
Semua anugerah-Nya bagi kita
Bila kita dipakai-Nya
Kita semua pasti dipakai Tuhan, semua karena anugerah Tuhan. Amin!
- Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga. Ungkapan satu kali lagi menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan, supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
Kita tahu hari-hari ini dunia sedang digoncangkan. Indonesia ada di dalamnya. Keluarga lepas keluarga sedang digoncangkan, ekonomi kita sedang digoncangkan, pekerjaan dan usaha kita sedang digoncangkan, kesehatan kita mungkin juga sedang digoncangkan. Saya juga sedang digoncangkan. Dan yang terutama lagi, gereja Tuhan hari-hari ini juga sedang Tuhan goncangkan.
Tahun 2010, Peter Wagner berkata: kalau gereja tidak berubah, maka gereja akan ditinggalkan oleh jemaatnya. Gereja sedang digoncangkan sehingga kita harus terus mengadakan perubahan demi perubahan.
Di dalam goncangan-goncangan ini, Tuhan memiliki satu maksud di dalam kehidupan kita. Baik itu keluarga, usaha kita, pekerjaan kita, bahkan pelayanan kita sekalipun. Tuhan punya satu rencana. Untuk apa? Supaya kita berubah!
Katakan sama-sama: berubah.
Sehingga tema ulang tahun gereja kita yang ke-31 adalah: Shifting – Perubahan.
Tentu harus berubah menjadi sesuatu yang lebih baik. Itu yang Tuhan inginkan.
Kita didorong oleh Tuhan melalui goncangan-goncangan supaya berubah. Dunia sekarang sedang berubah luar biasa cepat. Saudara dulu pergi ke Jakarta naik tol semuanya masih bayar pakai uang tunai. Sekarang semuanya sudah online, semuanya sudah digital. Handphone kita menjadi alat yang begitu powerful. Dulu kita baca koran lembaran, sekarang semuanya bisa dilihat lewat handphone. Luar biasa perubahan yang terjadi.
Dan kalau kita tidak mengikuti perubahan, artinya tidak mengikuti tuntunan Tuhan untuk berubah, maka Saudara akan tertinggal. Sehingga di dalam tema shifting ini, datanglah Firman Tuhan:
- Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal dari zaman purbakala. Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. (Yesaya 43:18-19)
Luar biasa. Ayat ini menjadi sesuatu yang penting untuk kita mengalami perubahan. Karena Tuhan sedang menyediakan sesuatu yang baru. Ini adalah musim yang baru, berkat yang baru, kehidupan yang baru, kesembuhan yang baru. Semuanya sudah Tuhan sediakan buat gereja.
Ini Tuhan sedang kerjakan hari-hari ini. Dan apakah kita menangkap pesan Tuhan ini? Nomor satu, untuk meresponi pesan Tuhan ini, apa yang mesti kita lakukan?
#1 Bertobat
- Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!
Sudah dekat. Siapa yang percaya Dia segera datang? Semua percaya? Kalau Saudara tidak ambil serius pesan Tuhan ini, Tuhan datang dengan begitu kuat mengingatkan. Mulai dari diri saya. Pertobatan harus dimulai dari pemimpin. Harus dimulai dari saya.
Kalau Tuhan percayakan saya memimpin gereja ini, maka pertobatan sejati harus dimulai dari saya dan mengalir ke bawah sampai kepada jemaat Tuhan. Saya harus menjadi contoh bagaimana pertobatan sejati itu dimulai dari diri saya.
Saya dorong setiap Saudara. Di Matius pasal 3, ada suara yang berseru di padang gurun. Padang gurun berbicara tentang kondisi dunia hari-hari ini: kekeringan, ketakutan, segala sesuatu yang tidak menentu. Lalu datanglah seruan itu: bertobatlah, Kerajaan Allah sudah dekat, kapak sudah tersedia pada akar pohon. Pohon yang tidak berbuah akan dipotong, ditebang, dan dibakar.
Dibakar maksudnya apa? Masuk ke mana? Surga atau neraka? Neraka. Sudah jelas. Hati-hati. Kalau kita ditegur Tuhan, ayo segera responi dengan yang baik. Kalau kita dikasih tahu, responi dengan yang baik.
Sering kali kita terikat dengan masa lalu. Kita belum move on. Kita ke gereja tiap minggu, betul, bagus, luar biasa. Tapi kita masih punya keterikatan-keterikatan. Belum bisa lepas.
Salah satu Gembala kita, Pak Jansen Manangsang, pemilik Taman Safari Indonesia di Puncak, pernah bercerita begini. Bagaimana gajah-gajah dilatih. Ketika gajah itu masih kecil, salah satu kakinya dirantai ke tonggak. Dia hanya bisa jalan mungkin lima meter, lalu balik. Begitu terus. Dan itu dilakukan bertahun-tahun sampai dia besar. Suatu saat rantainya dilepas. Apa yang terjadi? Ternyata gajah itu enggak mau pergi lebih jauh dari radius yang dulu membatasi dia. Kalau dulu lima atau sepuluh meter, ya di situ-situ saja dia jalannya.
Itu gambaran orang yang terikat. Kita sudah dilepaskan, tapi belum dilepaskan secara penuh. Kita belum memiliki pertobatan yang seutuhnya, sehingga kita masih ditarik lagi ke belakang. Perzinahan lagi, perjudian lagi, narkoba lagi. Tuhan mau mulai hari ini semua dilepaskan tuntas dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Semuanya dipulihkan dalam nama Yesus Kristus. Katakan amin.
Waktu kita ditegur, jangan hitung sampai satu, dua, tiga. Kita langsung datang kepada Tuhan.
Raja Daud, raja perang orang Israel, waktu dia ambil istri orang, siapa namanya? Batsyeba. Lalu dia bunuh suaminya. Nabi Natan datang menegur Raja Daud, “Kamu itu sudah salah!” Apa reaksinya? Itu yang saya senang sekali, dan saya belajar dari roh Daud. Dia berkata: Aku sudah berdosa kepada Tuhan. Itu kata-katanya sederhana, pendek, tegas, dalam.
Itu yang Tuhan mau saya lakukan. Itu yang Tuhan mau Saudara lakukan. Ditegur oleh Tuhan, langsung bilang: “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan dia minta ampun. Luar biasa. Itu yang Tuhan kehendaki.
Ayo, mari kita bertobat!
#2 Berubah dan berbuah
Poin yang kedua, apa yang Tuhan inginkan? Berubah dan berbuah!
Mari kita baca Roma 12:2,}}
- Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Di sini dikatakan jangan menjadi serupa dengan dunia ini. Serupa saja enggak boleh, apalagi pacaran sama dunia.
Standarnya dunia dengan standarnya Tuhan itu beda.
Standarnya dunia dengan standarnya Tuhan beda.
Kalau di dunia, gigi ganti gigi, mata ganti mata, nyawa ganti nyawa. Itu standarnya dunia. Tapi standarnya Tuhan? Kalau ditampar pipi kanan, kasih pipi kiri. Disuruh jalan satu mil, jalan dua mil. Diminta baju, kasih jubahnya.
Itu standarnya Tuhan. Yang satu: kejahatan dibalas dengan kejahatan. Yang satu lagi: kejahatan dibalas dengan kebaikan. Paradoks. Berbeda 180 derajat.
Saudara mau ikut standar yang mana?
Saya sangat percaya, waktu kita punya masalah apa pun juga, kalau kita selesaikan dengan standarnya Alkitab, dengan standarnya Tuhan, pasti kita akan diberkati oleh Tuhan. Pasti kita akan dipulihkan oleh Tuhan. Pasti kita akan dibawa makin naik. Amin.
Nah, Tuhan berkata: lihat. Tuhan sampai mengingatkan kita, karena kita sering hanya terfokus kepada masa lalu. Kita hanya terikat kepada masa lalu. Tapi Tuhan bilang begini: lihat, Aku sedang membuat sesuatu yang baru. Berkat yang baru, kesehatan yang baru, kasih yang baru, segala berkat yang baru, ada di dalam kehidupan kita. Katakan amin.
Jangan fokus lagi kepada yang dulu. Kita move on, kita kembali bertobat, kita berubah, dan kita berbuah. Seperti Raja Daud. Dia berbuah, dia mengungkapkan dosanya di Mazmur 51. Luar biasa. Dia menjadi berkat buat rakyatnya.
Penutup
- Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Siapa di sini ciptaan baru? Semua ciptaan baru. Ayo, buang yang lama. Lihat ke depan. Tuhan mau membuat sesuatu yang spektakuler. Coba bayangkan: di padang gurun Dia bisa buat sesuatu yang luar biasa. Dia buat sungai, Dia buat jalan. Semuanya itu mustahil buat kita, tapi buat Tuhan tidak ada yang mustahil.
Nyanyi:
Tuhan, sungguh, ku bersyukur
Kau menyertai hidupku selama ini
Bapa, ku bert′rima kasih
Untuk kasih setia-Mu
Yang tak pernah berakhir
Aku ada hari ini
karena Tuhan baik
dan teramat baik bagiku
Semua yang kualami
bersama-Mu kulewati
Indahnya kasih Tuhan
seperti pelangi sehabis hujan.