Sepanjang bulan ini, kita akan melihat dan mempelajari secara dekat perihal generasi Yeremia (alias generasi muda berusia 30-an ke bawah), yang sudah kita mulai lakukan mulai minggu lalu. Pencurahan Roh Kudus di peristiwa pentakosta pertama di loteng atas Yerusalem sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul 2, ternyata terkait erat dengan maksud dan rencana Allah untuk generasi muda.
Bacaan: Kisah Para Rasul 2:17-18
Pendahuluan
Sepanjang bulan ini, kita akan melihat dan mempelajari secara dekat perihal generasi Yeremia (alias generasi muda berusia 30-an ke bawah), yang sudah kita mulai lakukan mulai minggu lalu. Pencurahan Roh Kudus di peristiwa pentakosta pertama di loteng atas Yerusalem sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul 2, ternyata terkait erat dengan maksud dan rencana Allah untuk generasi muda. Sekarang kita ada di era pentakosta ketiga, yaitu era pencurahan Roh Kudus yang terbesar dan terakhir yang akan memungkinkan kita, khususnya generasi Yeremia, untuk menyelesaikan amanat agung. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memperhatikan generasi ini. Dr. Billy Wilson, Presiden dari Empowered21 Global, pernah berkata bahwa generasi Yeremia saat ini memiliki daya, kemajuan teknologi dan urapan yang memungkinkan amanat agung diselesaikan pada era ini. Wow! Ini adalah berita baik.
Isi dan sharing
Namun, sebagai insan pentakosta, kita menyadari dengan baik bahwa tidak mungkin sebuah tugas atau panggilan dilakukan tanpa adanya pengurapan dari Roh Kudus.
- Kita perlu berdoa agar dengan pencurahan Roh Kudus, generasi Yeremia diurapi untuk bernubuat dan mendapatkan penglihatan dari Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 1:8 menyatakan bahwa Roh Kudus yang dicurahkan akan membuat semua yang menerimanya menjadi saksi Kristus, dan 'kuasa' adalah urapan yang diberikan untuk memampukan kita jadi saksi. Ini berlaku secara umum untuk semua yang menerima pencurahan Roh Kudus. Tetapi sangat menarik, ada suatu urapan khusus dari Roh Kudus untuk generasi Yeremia yang menerima pencurahan Roh Kudus, yaitu 'nubuat' dan 'penglihatan.' Nubuat adalah suatu ekspresi memperkatakan akan hal yang bisa terjadi di masa depan, oleh karena diungkapkan oleh Roh Kudus atau melalui firman Tuhan. Nubuat bisa terdengar positif atau negatif, tetapi semuanya bertujuan baik yaitu agar seseorang kuat dan diteguhkan, atau seseorang bertobat, atau menjadi hati-hati dalam melangkah/mengambil keputusan. Untuk dapat bernubuat, mutlak seseorang membutuhkan Roh Kudus dan semakin dia intim dengan Roh Kudus, semakin tajam nubuatannya. Dengan kata lain, generasi Yeremia menjadi generasi yang intim dengan Roh Kudus. Tidakkah kita merindukan anak-anak kita laki-laki dan perempuan menjadi "nabi nabi" yang menyerukan nubuat-nubuat dari-Nya? Tidakkah kita rindu anak-anak laki-laki dan perempuan kita intim dengan Roh Kudus? Kita perlu berdoa sungguh untuk hal ini. Penglihatan atau 'visions' lebih mengarah kepada anugerah untuk mengetahui apa yang akan terjadi di depan, sehingga bisa mengambil tindakan yang tepat. Memang agak mirip dengan nubuat, tetapi nubuat lebih bersifat pernyataan verbal (ucapan), sementara penglihatan lebih mengarah kepada melihat (visual) atau mendapatkan hikmat/pengertian. Ini juga tentu dari Roh Kudus. Urapan penglihatan atau visi, menjadikan wibawa kepemimpinan seseorang meningkat. Hari-hari ini kita membutuhkan generasi Yeremia yang mampu membawa keluarga, gereja dan bangsa ke tingkat kehidupan yang lebih baik dan terarah.
- Kita perlu berdoa agar kita sebagai generasi yang lebih tua terus sadar dan memimpikan hari yang lebih baik untuk generasi Yeremia.
Pencurahan Roh Kudus kepada generasi yang lebih tua memberi kuasa untuk 'bermimpi.' Dalam terjemahan bahasa Inggris, kata 'bermimpi' ini adalah 'dream dreams' atau memimpikan mimpi. Ini adalah terjemahan yang lebih tepat ke dalam bahasa asli Yunani-nya, walaupun mungkin membingungkan kalau ditulis demikian dalam bahasa Indonesia. Tetapi artinya sederhananya adalah kita memimpikan mimpi kita untuk anak-anak kita menjadi kenyataan. Bukan hanya sekedar mimpi yang lahir dari kerinduan kita, tetapi mimpi yang Roh Kudus tanam dalam diri kita untuk anak-anak kita. Renungkan kalimat terakhir ini. Kita tentu mendoakan dan bermimpi hal-hal yang baik untuk anak-anak kita. Tetapi terlebih dari hal itu, kita perlu bertanya kepada Roh Kudus, apa yang Dia inginkan untuk anak-anak kita lakukan dan menjadi orang seperti apa di masa depan. Jadikan keinginan Roh Kudus itu sebagai mimpi kita, dan kita doakan sungguh-sungguh agar mimpi itu tercapai dan upayakan sungguh sungguh agar mimpi itu terealisasi. Mimpi, nubuat dan penglihatan, sepertinya sama. Perbedaannya adalah bahwa mimpi adalah sesuatu yang sangat batiniah, sesuatu yang ada dalam hati yang paling dalam. Apakah dalam hatimu engkau rela melihat anakmu melampuimu dalam segala hal; termasuk dalam pelayanan, pekerjaan dan Skekayaan? Apakah dalam hatimu, semua anakmu ya, semua anakmu laki-laki dan perempuan; bukan hanya si laki-laki sulung atau si perempuan yang pintar, tetapi semua anak anakmu, dari si sulung sampai si bungsu, si pintar dan si biasa saja, si penurut dan si nakal, si kaya dan si sederhana, si cantik dan si yang tidak terlalu cantik, semuanya engkau bermimpi akan menjadi orang-orang hebat di dunia dan orang-orang yang berkenan di hadapan Tuhan? Ataukah mimpimu hanya untuk anakmu yang tertentu saja? Kiranya tidaklah demikian, tetapi kita memimpikan mimpi yang baik untuk semua anak-anak kita dan berdoa sungguh untuk hal itu.
Pertanyaan diskusi
- Apa yang biasanya saudara doakan untuk generasi Yeremia atau anak-anakmu; sesuatu yang kau inginkan atau yang Roh Kudus taruh dalam hatimu?
- Apakah saudara cenderung untuk lebih mendoakan atau memperhatikan salah satu anakmu dibanding yang saudaranya yang lain? Jika ya, mengapa saudara lakukan itu? Apa yang sekarang hendak saudara buat akan hal itu setelah mempelajari sharing supplemen pada hari ini?
Kesimpulan dan saling mendoakan
Kita bermimpi dan mendoakan, urapan Roh Kudus 'nubuat' dan 'penglihatan' turun kepada generasi Yeremia kita melalui pencurahan Roh Kudus yang besar di era penuntasan amanat agung ini. Biarlah 3 Yohanes 4 menjadi mimpi kita bersama selaku generasi yang lebih tua: Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran. Amin!
Jadwal
- 05 Jun: Materi COOL 1
- 12 Jun: Materi COOL 2
- 19 Jun: Materi COOL 3
- 26 Jun: Doa kelilin