Pentecost Sunday 2026 Revival story (Pdm Ezra Jingga)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 2 Juni 2026 16.49 oleh Leo (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '{{unified info| templatetype=khotbah | namespace= Khotbah | pagename= 20260524-1700 | toptitle= ''Pentecost Sunday 2026'' | title= ''Revival story'' | subtitle= | name= Ezra Jingga | completename= Pdm Ezra Jingga | type= khotbah | event= Ibadah Raya | date= 2026-05-10 | location= Grha Amal Kasih | church= GBI Danau Bogor Raya | city= Bogor | illustration16x9= Ezra Jingga-20260524.jpg | illustrationA5= | illustration1x1= Ezra Jingga-20260524-1x1.jpg | video1serv...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Manusia membutuhkan mukjizat, kesembuhan, dan berkat, tetapi yang lebih besar dan lebih penting dari semuanya itu adalah Roh Kudus yang menuntun manusia masuk dalam keselamatan dan hidup yang berkenan kepada Tuhan. Pentakosta menunjukkan bahwa Tuhan ingin mengubahkan lidah, perkataan, motivasi, dan seluruh hidup umat-Nya, supaya bukan hanya mengalami kuasa, tetapi juga hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan dimurnikan melalui baptisan api. Api Tuhan bukan untuk menghanguskan anak-anak-Nya, melainkan untuk memurnikan, menguduskan, dan membuat mereka menyala bagi Kristus di tengah kesusahan, penderitaan, dan proses hidup.

Shalom semuanya, hari ini adalah hari yang luar biasa. Katakan: luar biasa!

Tema saya hari ini adalah Revival Story. Revival. Apa itu revival? Kebangunan. Apa itu revival? Kebangkitan. Kita ingin hidup kita dibangkitkan. Kita ingin perekonomian kita, tubuh kita, keluarga kita, karier kita, pelayanan kita dibangkitkan. Yang mau katakan amin.

Tetapi untuk mengalami revival, ada dua cara: cara manusia atau cara Tuhan.

Kalau cara manusia, itu good idea. Katakan: good idea. Good idea adalah semua pilihan, semua opsi yang mengeliminasi semua kerugian, kesakitan, ketakutan, trauma. That’s why we call it good idea. Sampai saya bisa menangkap bahwa kita memang enggak mau sakit, enggak mau dibully lagi, enggak mau menderita lagi. That’s why, sekali lagi, kita sebut itu good idea, ide yang bagus.

Tetapi ada good idea, ada God’s idea. Katakan amin.

Di Getsemani, Tuhan bilang begini: Bapa, sekiranya mungkin... Ya, boleh nego kok. Boleh. Tetapi sering kali kita negonya kebanyakan.
Tuhan, saya enggak berhenti pelayanan. Saya enggak pelayanan dulu ya, tapi saya tetap ibadah kok, Tuhan. Saya enggak cerai, tapi saya enggak mau satu rumah, dan sebagainya. Good idea, tapi bukan God’s idea.

Nego boleh. Tuhan capek nih, makan obat melulu. Katanya Tuhan Yehova Rafa, sembuhin dong. Ya. Tuhan Yesus bilang begini: Bapa, sekiranya mungkin lalukanlah cawan ini daripada-Ku. Kalau boleh, saya enggak usah jalan di Via Dolorosa. Kalau boleh, saya enggak usah dicambuk. Kalau boleh, saya enggak usah disalib. Itu normal. Semua manusia menghindari itu.

Tetapi Tuhan kasih teladan. Bersyukur kita punya Tuhan Yesus yang luar biasa. Katakan amin.

Tuhan Yesus bilang begini. Tetapi Bapa... Yuk, sama-sama, angkat tanganmu. Taruh tangan kirimu di dada. Ucapkan sama-sama dengan suara kuat, kuping dengar suara sendiri:

Tetapi Bapa, bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mulah yang jadi.

Kasih tepuk tangan yang meriah buat yang tadi angkat tangan dan ngomong itu.

Revivalist

Engkau akan menjadi seorang revivalist kalau engkau membawa apa yang dibutuhkan manusia.

Apa yang dibutuhkan manusia?

Manusia, mau agama apa pun, apalagi yang Kristen, butuh tiga hal ini. Kita butuh mukjizat. Katakan: mukjizat.

Ada satu jurnal yang menulis begini: Anak-anak Gen Z mustahil beli rumah. Lalu saya iseng tanya beberapa anak muda, kebetulan waktu saya pelayanan ada manajer-manajer muda dari perusahaan-perusahaan besar. Saya tanya, “Benar enggak artikel ini?” Yang mengagetkan, mereka manggut-manggut. Mereka bilang, “Kak, kita enggak mungkin bisa beli rumah di Jakarta. Bogor juga sami mawon. Jabodetabek sama saja. Dengan pendapatan kita, kita cuma bisa beli apartemen.”

Jadi, setuju enggak kita butuh mukjizat? Mungkin mukjizat gampangnya begini: gaji UMR punya rumah real estate. Yang mau katakan amin. Papa mamanya yang amin, anak-anaknya enggak. Mereka bilang, “Gua mah mau jalan-jalan.” It’s okay.

Manusia butuh mukjizat.
Manusia butuh kesembuhan.

Kenapa? Karena waktu urusan dengan rumah sakit, banyak saran: harus cek lab ini, harus pakai obat ini, harus terapi ini, harus operasi ini. Biasanya nolnya banyak. Tetapi walaupun nolnya banyak, enggak ada jaminan sembuh. Betul atau enggak? Setiap tindakan apa pun tidak ada garansi bahwa engkau akan sembuh. Itu sebabnya manusia butuh kesembuhan.

Buta melihat, lumpuh berjalan, tuli mendengar, kusta sembuh, mati empat hari dibangkitkan. Katakan amin.

Lalu yang ketiga, kebanyakan manusia butuh berkat. Kenapa butuh berkat? Karena Adam dan Hawa keluar dari Taman Eden. Di Taman Eden engkau tidak harus bersusah-susah. Tetapi saya highlight sedikit ya, supaya jangan salah paham. Bukan berarti nganggur. Katakan ke kanan kiri: jangan nganggur.

Saya sering ngomong sama anak-anak muda: jangan kebanyakan main game, jangan kebanyakan nonton.

Alkitab mencatat bahwa orang-orang yang ketemu sama Tuhan, semua aktif. Saya kasih contoh. Abraham pengusaha. Musa umur 80, harusnya sudah pensiun, sudah enggak ngapa-ngapain, tapi Musa sedang menggembalakan domba. Dua belas murid, waktu Tuhan datangi mereka, sedang ngapain? Kerja.

Dan dengar, Bogor. Waktu engkau kerja, katakan kerja, waktu engkau sedang kerja, besar kemungkinan Tuhan akan datangi engkau. Katakan amin. Harus aktif.

Saya punya satu kutipan dari salah satu tokoh favorit saya, Smith Wigglesworth. Tapi istri saya suka marah kalau saya pakai itu. Smith Wigglesworth bilang begini:
Hidup adalah untuk melayani. Istirahat nanti di surga.

Wow.

Dan terbukti, Smith Wigglesworth meninggal saat di mimbar. Dia pimpin KKR. Dia punya kebiasaan, Alkitabnya besar, dan kalau dia mau baca Alkitab, dia selalu memberi hormat kepada Alkitab. Hari itu penyembahan begitu kuat. Satu jam, dua jam, tiga jam. Enggak ada yang berani tegur beliau, karena beliau sangat dihormati. Tapi kemudian anaknya yang perempuan naik dan bilang, “Papa sudah kelamaan nih, enggak boleh, harus istirahat, sudah harus minum obat.” Ternyata waktu dilihat, beliau meninggal sedang melayani Tuhan.

Jadi pertanyaannya, apa yang pasti dalam hidup ini? Apakah buka usaha pasti laku? Apakah berusaha karier pasti berhasil? Yang pasti dalam kehidupan ini adalah meninggal. Siapapun engkau, yang duduk maupun yang berdiri, sami mawon. Kepastian hidup ini adalah meninggal.

Tapi pertanyaannya, bagaimana waktu kita meninggal? Apakah penuh dengan sukacita, jadi berkat, atau sebaliknya? Kita enggak bahas terlalu jauh soal itu.

Manusia butuh mukjizat, kesembuhan, berkat. Katakan amin.

Miracle-healing-blessings from above

Tiga setengah tahun Tuhan Yesus melakukan semua itu. Dari umur 1 sampai 30, Yesus tidak melakukan mukjizat. Tapi umur 30 mulai. Apa yang Yesus lakukan? Mukjizat, kesembuhan, dan Tuhan memberkati. Katakan amin.

Mukjizat pertama terjadi di mana? Air jadi anggur. Rasanya apa? Manis. Di mana? Pernikahan. Katakan: pernikahan.

Rayon tujuh, dengar baik-baik. Mukjizat pertama terjadi di rumah. Ketahuilah, Tuhan hendak memulihkan rumah demi rumah, keluarga demi keluarga. Mukjizat pertama terjadi di rumah.

Tetapi saya juga pernah muda, dan anak-anak muda biasanya enggak suka di rumah. Kenapa? Karena di rumah, bisa jadi mereka dengar: Kamu anak enggak berguna, kamu anak sial, dan sebagainya. Itu sebabnya anak-anak lebih senang di gereja. Kenapa? Karena di gereja dipuji: Ih, kamu setia sekali. Ih, kamu bagus. Tetapi hari ini saya mau bilang: tetap doakan keluargamu. Mukjizat pertama terjadi di keluarga. Katakan amin.

Tiga setengah tahun Yesus melakukan semuanya: buta melihat, lumpuh berjalan, tuli mendengar, kusta sembuh, roh jahat pergi, orang mati dibangkitkan. Seorang ibu di Nain siap menguburkan anaknya, lalu Tuhan bangkitkan.

Lima roti dua ikan, yang makan berapa? Lima ribu laki-laki. Itu belum termasuk istri dan anak-anaknya. Jadi lima roti dua ikan itu bukan cuma cukup buat lima ribu.

Danau Raya, dalam kondisi krisis ini, engkau punya Tuhan yang luar biasa.
Aku punya Tuhan yang telah berjanji dan sanggup.
Bilang: imanku. Angkat kedua tanganmu.
Kuterima sekarang.

Betul, yang kita punya terbatas, tetapi kita punya Tuhan yang suka melipatgandakan. Katakan amin.

Tetapi dengar baik-baik. Sesudah Yesus mati di kayu salib hari Jumat, lalu hari ketiga Dia bangkit, tahukah DBR, tidak ada satu pun mukjizat lagi yang Tuhan lakukan selama 40 hari terakhir-Nya. Yang sakit masih banyak? Banyak. Tetapi Yesus tidak lagi menyembuhkan. Yesus tidak lagi melakukan multiplikasi berkat. Tidak.

Empat puluh hari terakhir, Yesus cuma memberi satu pesan kepada murid-murid yang sudah mundur:
Tunggu di Yerusalem. Tunggu di Yerusalem. Aku akan utus Penolong.

Yang penting bagi kita: mukjizat, kesembuhan, berkat. Tapi buat Tuhan begini: ada yang lebih besar dari tiga itu, yaitu Roh Kudus. Katakan amin.

Karena engkau diberkati belum tentu masuk surga. Tetapi kalau engkau dipenuhi Roh Kudus, kita pasti masuk surga. Katakan amin.

Dengar ini. Yang paling enggak enak bukan hidup susah. Yang paling enggak enak adalah hidup susah-susah, mati enggak masuk surga. Itu namanya apes kuadrat. Tapi sekali lagi, DBR, kita pasti masuk surga. Katakan amin. Bukan karena kita, tapi karena Tuhan sudah bayar lunas buat kita.

Haleluya!

Pentakosta

Ketika peristiwa Pentakosta di upper room, ada suara angin, lalu ada rupa-rupa seperti lidah api. Katakan: lidah.

Kenapa lidah? Kok lucu ya. Kenapa enggak gambar burung? Saya mau kasih tahu: ketika Pentakosta, yang Tuhan mau ubah adalah lidah. Katakan: perkataan.

Dalam kitab Kejadian, perkataan pada mulanya bukan komunikasi. Perkataan pada mulanya adalah untuk mencipta. Ketika Tuhan berkata: “Jadilah terang,” maka terang jadi. Ketika Tuhan memisahkan air dan darat, semuanya terjadi oleh perkataan.

Tapi minta maaf, berapa banyak ada di antara kita, waktu di titik terendah, kita bilang begini:

  • mati gua,
  • sudah selesai,
  • utang enggak akan bisa lunas,
  • saya enggak akan bisa sembuh,
  • saya pasti cerai,
  • keluarga saya sudah enggak bisa diselamatkan,
  • saya enggak akan bisa kuliah,
  • papa sudah enggak ada uang,
  • saya enggak akan bisa berhenti ngerokok,
  • saya enggak akan bisa hidup kudus,
  • saya enggak mungkin menikah,
  • saya enggak mungkin hamil,
  • saya enggak mungkin ngalamin mukjizat.

Padahal Tuhan menciptakan langit dan bumi dengan perkataan. Dan tahukah, hidup mati dikuasai lidah.

Itu sebabnya waktu Roh Kudus dicurahkan, yang Tuhan mau ubah adalah perkataan.

Kenapa? Karena perkataan pada mulanya bukan komunikasi. Perkataan pada mulanya adalah kuasa untuk mencipta. Katakan amin.

Di kitab Yakobus dikatakan, yang menguasai lidah adalah orang yang sempurna. Berat ya. Padahal kita sering nyanyi, ku mau seperti-Mu Yesus. Tapi waktu titik terendah, kita bilang, “Udahlah, aku masih normal. Orang Bogor emang begitu.”

Hamba-hamba Tuhan, jaga perkataan kita. Dan hamba Tuhan bukan cuma para pelayan di depan. Semua di sini hamba-hamba Tuhan. Katakan amin.

Papa, mama, jaga perkataannya. Jangan salah ngomong tentang anak-anak kita. Jangan asal cap mereka. Ada satu nasihat yang bagus sekali:
If you cannot say something nice, don’t say it.
Kalau enggak bisa ngomong yang bagus, enggak usah ngomong. Katakan amin.

Boleh saya bilang sedikit? Tahu enggak, Bapa di Surga kangen ketemu kita. Jangan puas cuma ketemu pendeta. Pendeta enggak maha tahu. Pengkhotbah enggak maha tahu. Bapa kita yang di surga maha tahu. Katakan amin.

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Matius 5:8)

Lagu-lagu bilang bertemu muka dengan muka. Engkau akan kuat kalau ketemu Tuhan. Yang mau angkat tangan tinggi-tinggi. Kebayang enggak kalau Tuhan bilang begini:
“Nak, Aku mau ikut pulang ke rumah kamu. Aku mau ikut pulang ke kamar kamu. Aku mau ikut pulang ke kos-kosan kamu.”

Ini serius. Yang mau, angkat tanganmu tinggi-tinggi.

Tiga baptisan

Di Matius 3 ada tiga baptisan.

Pertama, baptisan air. Baptisan air tanda pertobatan. Jadi kalau masih belum mau dibaptis air, berarti enggak mau tobat. Saya ketemu anak-anak remaja yang bilang, “Kak, saya belum mau dibaptis. Daripada saya buat dosa lagi.” Sebenarnya intinya begini: dia masih mau main game, masih mau nonton film porno. Itu bukan pintar, itu keblinger.

Baptisan air adalah tanda pertobatan.

Lalu yang kedua, baptisan Roh Kudus. Kita sangat percaya Roh Kudus dicurahkan. Dan kalau nanti ada yang belum bisa bahasa roh, enggak usah malu. Kita akan doa sama-sama hari ini. Pencurahan Roh Kudus. Katakan amin.

Tetapi ada baptisan ketiga yang jarang dikupas, yaitu baptisan api. Yohanes berkata:
Ia yang akan datang akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Saya mau tanya, Pak Bu. Kalau ada sahabat baikmu masuk ke dalam api, Saudara nemenin enggak? Paling kita bilang, “Kita doa dukung dari jauh ya.”

Kalau pasanganmu ada dalam api, pasti kita bilang, “Keluar dong, ngapain lama-lama di situ?”

Siapa yang mau nemenin kita di dalam api? Enggak ada. Tapi dengar: baptisan api adalah satu momen di mana engkau merasa sendiri. In the middle of many friends, in the middle of your family, but you feel alone. Ada hal-hal yang enggak bisa diucapkan.

Tetapi tahukah, baptisan api adalah supaya kita bersatu dengan Tuhan.

Api Tuhan

Musa

Masih ingat Musa? Musa umur 80 tahun. Katakan 80. Belum ada yang 80 di sini. Bilang ke sampingmu: masih muda.

Ini aki-aki umur 80, tapi dia belah laut. Wow. Artinya, belum selesai. Revival bukan cuma milik anak muda.

Musa ketemu semak yang terbakar, tetapi enggak hangus-hangus. Itu artinya apa? Engkau akan terbakar, tetapi engkau enggak akan hangus. Katakan amin.

Sadrakh, Mesakh, Abednego

Saya berdoa di dalam nama Yesus, akan muncul anak-anak muda yang enggak ikut tren zaman sekarang. Sadrakh, Mesakh, Abednego, waktu semua nyembah Baal, semua ikut culture, mereka berkata:
“Sekalipun Allah tidak menolong kami, kami enggak akan sujud.”

Lalu raja bilang, “Panaskan tujuh kali lipat.” Tapi ketika mereka dilempar, raja melihat ada empat orang di dalam api. Di dalam kesakitan, di dalam api, ada Tuhan. Katakan: ada Tuhan.

Elisa

Elisa bilang kepada Elia: “Aku minta dua bagian rohmu.” Elia bilang, “Kalau engkau bisa melihat aku.” Artinya dekat. Katakan: dekat.

Anak-anak rohani, dekat dengan bapak rohanimu. Jangan jauh-jauh. Dekat dengan gembalamu. Waktu Elia naik, Elisa dapat bagian itu. Kereta yang menjemput Elia adalah kereta api. Tapi bangsa Israel justru takut lihat api.

Ignite vs burn

Api menghangatkan, tapi api juga bisa menghanguskan. Both side. Buat yang taat, engkau akan passionate, engkau akan berapi-api. Tapi buat yang melanggar Firman, buat yang enggak taat, bisa hangus.

Allah adalah api yang menghanguskan.
Kalau sekarang dikhotbahkan seperti itu mungkin gereja enggak laku. Yang sering kita dengar: Tuhan itu kasih. Betul, enggak salah. Tuhan itu kasih. Tapi jangan lupa, Allah juga api yang menghanguskan. Allah juga Allah yang cemburu.

Tapi puji Tuhan, ada Perjanjian Baru. Ada Roh Kudus.

Bukan untuk terbakar, tapi untuk menyala

Mari lihat 1 Korintus 3.

Sesuai dengan kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. (1 Korintus 3:10-11)

Kalau orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata — saya tanya, emas, perak, batu permata ketemu api hangus enggak? Enggak. Lebih kinclong. Ketika emas dibakar, semua kotoran dan debu nguap. Permata dibakar bukan hilang, tapi makin kinclong.

Tapi kalau kayu, rumput kering, jerami, ketemu api, apa yang terjadi? Hangus.

Saya mau bilang begini: kalau pelayanan motivasinya bukan Tuhan, kalau pelayanan motivasinya bukan jiwa-jiwa, melainkan karier, nama baik, keuntungan, selesai. Hangus.

Saya mau tanya: motivasi kita ikut Tuhan apa? Biarlah di dalam nama Yesus kita semua jadi emas, jadi batu permata. Katakan amin.

Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api, dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. (1 Korintus 3:13)

Jadi saya mau tinggalkan pesan ini: jangan takut akan kesusahan. Jangan takut akan lembah kelam. Jangan takut akan penderitaan. Itu ujian. Katakan amin.

Bukan untuk terbakar, tapi untuk menyala. Katakan sama-sama:
Bukan untuk terbakar, tapi untuk menyala.

Ada berbagai contoh dalam sejarah, mereka yang menyala bagi Tuhan:

  1. Mother Teresa
    Mother Teresa itu putri bangsawan. Darah biru. Enggak pernah naik angkot, enggak pernah makan somay pinggir jalan. Tapi 14 tahun dia mimpi ketemu Tuhan, dan itu membuat sesuatu menyala di hatinya. Sampai hari ini jutaan remaja, jutaan perempuan dari berbagai agama, kagum mengikuti teladannya.
  2. John Wesley
    John Wesley bilang begini:
    I set myself on fire and let the people come and see me burn for Christ.

Di dalam kesusahan, di dalam pernikahan yang sulit, di dalam pergumulan yang sulit, di dalam sakit penyakit, biarkan orang lihat Yesus ada di dalam kita. Katakan amin.

Masih ingat 10 gadis? Bijak dan bodoh. Apa yang membedakan? Minyak. Maka pastikan selalu ada minyak. Jangan takut, kita semua pasti masuk surga kalau sungguh-sungguh ikut Tuhan, sungguh-sungguh ibadah, sungguh-sungguh melayani.

Penutup

Saya percaya, sepanjang hidup ini, kita butuh mukjizat, kita butuh kesembuhan, kita butuh berkat. Tetapi yang lebih besar dari semuanya itu adalah Roh Kudus. Karena Roh Kudus mengubahkan perkataan kita, memurnikan motivasi kita, menuntun kita di tengah baptisan api, dan membuat kita bukan hangus, tetapi menyala.

Jangan takut akan proses Tuhan. Jangan takut akan api Tuhan. Karena tujuan-Nya bukan menghancurkan kita, melainkan membuat kita kinclong, murni, dan menyala bagi Kristus.

Mari kita bangkit berdiri bersama-sama.

Nyanyi:

Come Holy Spirit,
Fall on me now
I need Your anointing,
Come in Your power

I love You Holy Spirit
You captivated my soul
And everyday I grow
To love You more

I'm reaching for Your heart
You hold my life in Your hand
Drawing me closer to You
I feel Your power renewed
Nothing compares to this place
Where I can see You face to face
I worship You
In spirit and in truth