Revival across generation Before revival (Pdp James Mendrofa, MHum)
| Ringkasan Khotbah | |
|---|---|
| Ibadah | Pentecost Revival Week |
| Tanggal | Kamis, 21 Mei 2026 |
| Gereja | GBI Danau Bogor Raya |
| Lokasi | Grha Amal Kasih |
| Kota | Bogor |
| Video | YouTube |
| Khotbah lainnya | |
| |
| |
| |
Yang paling penting bukan hanya kita mengalami revival, tetapi apa yang terjadi sebelum revival, yaitu ketika ada orang-orang yang menyadari dunia sedang sekarat, lalu berdoa, mengutamakan hadirat Tuhan, tetap percaya dengan hati yang hancur, dan merespons panggilan Allah. Kebangunan rohani tidak dimulai dari orang-orang hebat, tetapi dari generasi lintas usia yang rela mati terhadap diri sendiri, hidup bagi Kristus, dan membiarkan Roh Kudus memegang kendali penuh. Karena itu, setiap Saudara dipanggil untuk memikul beban bagi kota, keluarga, generasi, dan bangsa, sebab revival comes when the Spirit takes control.
Shalom, Saudara. Haleluya. Syukur kepada Tuhan buat hari ini.
Bapak, Ibu, Saudara, semua kita rindu revival terjadi, benar ya? Semua kita rindu revival terjadi di kota kita, di keluarga kita, di bisnis kita, di gereja kita, di pekerjaan kita, di kantor kita, di kampus kita. Tetapi ketika saya merenungkan, Bapak, Ibu, Saudara, yang paling penting itu bukan revival-nya. Everybody can jump into the revival. Ketika revival terjadi, semua orang bisa melompat masuk ke dalamnya.
Kisah Para Rasul pasal 2, Roh Kudus dicurahkan. Ada bunyi seperti angin keras. Seluruh orang Yahudi lagi berkumpul di Yerusalem. Mereka dengar suara itu dan semua berdiri di depan rumah atau loteng atas tempat murid-murid berkumpul. Semua orang, ketika revival terjadi, bisa hadir, Saudara.
Tetapi ketika mereka hadir di situ, Kisah Para Rasul pasal 2 bilang: ada yang terheran-heran, ada yang termangu-mangu, ada yang kaget, tetapi juga ada yang mencibir. When revival happens, semua orang bisa datang. Ketika kebangunan terjadi, semua orang bisa ikut-ikutan. Tetapi yang paling penting bukan revival-nya. Yang paling penting adalah sebelum revival.
Sepuluh hari murid-murid menunggu setelah Yesus naik. Tuhan Yesus enggak kasih tahu berapa hari mereka harus menunggu. Tuhan Yesus juga enggak kasih tahu selagi nunggu mesti ngapain. Apa beli roti unyil boleh? Apa makan soto mie boleh sambil nunggu? Atau minum kopi sambil nunggu boleh enggak? Tuhan enggak kasih instruksi. Tuhan enggak kasih instruksi bagaimana rasanya menunggu. Tuhan cuma suruh: tunggu saja.
Dan orang-orang yang menunggu itulah yang mengalami revival sesungguhnya.
Jadi yang paling penting bukan tentang revival-nya. Yang paling penting adalah sebelum revival itu terjadi. Karena itu saya kasih judul: Before Revival — sebelum kebangunan rohani itu terjadi.
Ada satu kisah yang luar biasa mengenai kebangkitan, yaitu Yohanes pasal 11:1- 44. Ini kisah yang sangat terkenal: kebangkitan Lazarus.
Tetapi, Bapak, Ibu, kebangkitan yang luar biasa itu di ayat 44 selalu dimulai dari Yohanes 11 ayat 1 sampai 3. Izinkan saya bacakan:
- Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit. (Yohanes 11:1-3)
Bapak, Ibu, izinkan saya bertanya: berapa banyak yang mau mengalami revival terjadi dalam kehidupannya? Lambaikan tangan.
Tahukah Bapak, Ibu, Saudara, bahwa ketika engkau merindukan revival, engkau enggak bisa tinggal di zona nyamanmu. Revival enggak mungkin terjadi kalau Saudara tinggal di zona nyamanmu.
Kalau engkau merasa everything is okay — memang enggak ada yang salah dengan everything is okay. Tetapi tahukah Saudara, kisah kebangkitan di Yohanes pasal 11 dimulai dengan kata-kata ini: “Ada seorang yang sedang sakit.” Artinya, everything is not okay.
Apakah Bapak, Ibu, Saudara punya beban itu di hatimu? Apakah Bapak, Ibu, Saudara punya kesadaran itu di hatimu? Bahwa sebenarnya Bogor enggak lagi baik-baik saja. Kerabatku lagi enggak baik-baik saja. Generasiku lagi enggak baik-baik saja. Anak-anak muda, apakah engkau punya beban itu buat generasimu? Enggak baik-baik saja, Bapak, Ibu, Saudara.
Bahasa Inggrisnya bahkan lebih kuat: Lazarus is dying. Sekarat. Sama seperti dunia yang sedang kita hidupi. Before revival, there will always be a dying world. Sebelum kebangunan rohani, selalu ada dunia yang sedang sekarat.
Sadarkah Saudara, dunia yang sedang kita hidupi sedang sekarat? Dying city, dying community, dying family, dying life, dying economy. Atau Saudara merasa, “Baik-baik saja lah semuanya. Yang penting kerja, dapat gaji, aman.”
Saudara enggak punya urgensi itu. Engkau enggak memiliki beban itu.
Bolehkah malam hari ini kita pulang dengan beban itu? Beban buat kota Bogor, beban buat keluargamu, beban anak-anak muda buat kampusmu, buat sekolahmu. Bilang sama Tuhan: “Tuhan, sekolahku lagi enggak baik-baik saja. Tuhan, kampusku lagi enggak baik-baik saja. Tuhan, ekonomi bangsa ini lagi enggak baik-baik saja.”
Saya berdoa kita punya beban itu. Karena hanya ketika kita menyadari ada sesuatu yang sedang sekarat, kita akan sungguh-sungguh berkata: Revival is for you.
Bilang kiri kanan: Revival is for you.
Dan apa yang bisa, sebagai generasi kita, lakukan sebelum revival terjadi? Yang pertama, Yohanes 11:3 berkata bahwa kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus. “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.”
Bapak, Ibu, Saudara, yang satu ini bisa dilakukan semua generasi, mulai dari anak-anak sampai generasi paling tua. Apa itu? Mengirim kabar kepada Yesus.
#1 Sebelum revival, selalu ada yang berdoa
Before revival there is always someone who is praying.
Mau dari anak-anak, anak muda, dewasa muda, dewasa, orang tua, semua bisa berdoa. Kenapa? Karena Rasul Paulus dalam 1 Tesalonika 5:17 berkata sangat singkat:
- Tetaplah berdoa. (1 Tesalonika 5:17)
Boleh kasih tahu kiri kanan: tetap berdoa.
Sebelum revival, engkau merindukan revival terjadi dalam hidupmu, keluargamu, pekerjaanmu, pelayananmu, kampusmu — harus ada yang berdoa. Saya percaya ada yang berdoa di Kota Bogor. Saya percaya ada yang berdoa di tempat ini, sehingga tidak lama lagi Bogor pasti mengalami revival yang dahsyat dari Tuhan.
Ada yang berdoa.
Saya berdoa ini menjadi kerinduan kita.
Nyanyi:
Kubawa hidupku sekarang
ke tempat kudus-Mu, Tuhan.
Di mezbah-Mu, kuserahkan
seluruh hidupku.
Jadikan aku, Tuhan, rumah doa-Mu,
agar semua suku bangsa datang menyembah-Mu.
Bapak, Ibu, setiap kegerakan Roh Allah yang luar biasa selalu punya sumber yang sama: ruang doa. Edward McKendree Bounds pernah berkata, Every mighty move of the Spirit of God has had its source in the prayer chamber.
Setiap kegerakan Roh Allah yang luar biasa, sumbernya tidak lain dan tidak bukan adalah ruang doamu.
Engkau mau lihat kegerakan Allah yang luar biasa di Kota Bogor? Tetap berdoa.
Saudara mau generasi mana pun — generasi senior, generasi tengah, generasi muda — semua bisa berdoa. Dan saya percaya pasti revival terjadi.
#2 Sebelum revival, selalu utamakan hadirat Tuhan
Yohanes 11:17 berkata:
- Ketika Yesus tiba… (Yohanes 11:17a)
Buat saya, itu sudah cukup. Ketika Yesus tiba, maka sesuatu harus terjadi. Ketika Tuhan hadir di Grha Amal Kasih, 21 Mei 2026, itu sudah cukup, Saudara.
Sebelum revival, selalu utamakan hadirat Tuhan.
Pak Niko selalu bilang: yang pertama, hadirat Tuhan. Selalu utamakan hadirat Tuhan.
- Maka ketahuilah pada hari ini, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan di depanmu, laksana api yang menghanguskan; Dialah yang akan memunahkan dan menundukkan mereka di hadapanmu. (Ulangan 9:3)
Kalau Tuhan hadir, kalau Tuhan ada di sisi kita, bahasa Indonesia bilang: kalau Tuhan ada di pihak kita. Tetapi bahasa Inggrisnya: kalau Tuhan bersama dengan kita, siapa yang bisa melawan kita?
Engkau mau lihat revival? Rindukan hadirat Tuhan, Saudara. Dalam keluargamu, dalam pekerjaanmu, di tokomu, di kampusmu.
Saya kasih contoh sederhana. Setiap pagi saya biasa naik motor dan mengantar anak saya ke sekolah. Jakarta dan sekitarnya pagi hari macet luar biasa. Sebagai pengendara motor, kita suka selap-selip. Saya juga begitu.
Tetapi satu hari, anak saya yang masih kecil, umur lima tahun, waktu saya mulai agak buru-buru, dia bilang begini: Holy Spirit, we wait on You. Bayangkan, anak umur lima tahun. Waktu saya mulai mau selap-selip lagi, dia ulang lagi: Holy Spirit, we wait on You.
Saudara, saya langsung seperti ditegur Tuhan. Kenapa? Karena hadirat Tuhan. Tiba-tiba lewat anak kecil umur lima tahun, Tuhan menegur bapaknya.
Kalau anak umur lima tahun saja bisa peka dengan hadirat Tuhan, apalagi kita yang sudah lebih dewasa. Kalau engkau utamakan hadirat Tuhan, come and do what You want, and have Your way. You are all that we want.
Maka revival pasti terjadi.
#3 Sebelum revival, ada hati yang hancur tetapi tetap percaya
Di Yohanes 11, Marta dan Maria menangis. Lazarus sudah mati. Situasinya gelap. Dan Yesus pun menangis.
Kenapa Yesus menangis, padahal Dia tahu Lazarus akan dibangkitkan? Karena Yesus peduli. Dia peduli dengan hancurnya hatimu. Dia peduli dengan sesaknya dadamu. Dia peduli dengan pergumulanmu.
Kalau engkau mau lihat revival, miliki hati yang hancur. Tetapi bukan cuma hancur. Hati yang hancur, namun tetap penuh percaya.
Yesus berkata:
- Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati. (Yohanes 11:25)
Mungkin pintu belum kebuka. Terobosan belum datang. Diagnosis dokter masih sama. Tulang rusuk belum ketemu. Tetapi tetap percaya.
Mazmur 51:19 berkata:
- Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mazmur 51:19)
Tuhan tahu hancurnya hatimu. Tuhan tahu pergumulanmu. Dan kalau engkau mau lihat revival terjadi, percayalah, sebab Dia sanggup melakukannya buat Saudara.
Walaupun gunung itu tak berpindah, tetap percaya. Sekalipun ku dalam lembah kelam, tak mengapa, asal Kau di sampingku. Walaupun masalahku masih ada, tetap percaya, rencana-Mu terindah. Pribadi-Mu takkan pernah berubah. Iman yang aku pegang pada-Mu, Tuhan yang setia.
#4 Sebelum revival, selalu ada panggilan Tuhan
Yohanes 11:43 berkata:
- Maka Yesus berseru dengan suara keras: Lazarus, marilah keluar! (Yohanes 11:43)
Before revival, there is always the calling of God.
Maukah engkau merespons panggilan itu malam ini? Do you really want to respond tonight?
Yesus berkata dalam Lukas 10:
- Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (Lukas 10:3)
Dan ayat 19 berkata:
- Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. (Lukas 10:19)
Maukah engkau merespons panggilan itu, seberbahaya apa pun kedengarannya, semustahil apa pun rasanya?
Penutup
Saya tutup dengan kisah ini: Hebrides Revival. Engkau bisa cari di Google, bisa cari di YouTube. Kebangunan rohani di Hebrides dimulai dari dua orang perempuan tua. Satu umur 84 tahun, satu umur 82 tahun. Apa yang mereka lakukan? Mereka berdoa supaya revival terjadi di kepulauan Hebrides, di daerah Skotlandia.
Mereka terus berdoa. Lalu Tuhan taruh di hati mereka nama seorang hamba Tuhan, Duncan Campbell. Mereka hubungi dia. Pertama dia bilang jadwalnya penuh. Kedua kali dia bilang jadwalnya penuh. Tetapi perempuan-perempuan ini enggak berhenti berdoa.
Ketiga kali dihubungi, tiba-tiba ada jadwal yang batal. Akhirnya dia datang ke pulau itu. Waktu dia sampai, ada orang yang menyambut dia dan bertanya: “Pastor, are you here under the order of God? Apakah Pastor datang ke sini atas perintah Tuhan?”
Dia jawab, “Ya, saya percaya ini Tuhan yang suruh.”
Dia masuk ke gereja, mereka mulai menyembah. Lalu ada anak kecil, umur 15 tahun, yang berkata, “Aku melihat Anak Domba Allah berdiri di atas takhta, dan Dia berkata: Aku curahkan kuasa-Ku.”
Waktu anak kecil itu bicara, Duncan Campbell tersungkur. Semua yang di gereja itu tersungkur. Dan ketika mereka keluar tiga jam sesudahnya, ada sekitar 300 orang lain di luar gereja dan di jalan-jalan, semua tersungkur.
Kenapa? Karena ada nenek-nenek yang berdoa dalam hadirat Tuhan. Ada anak muda yang punya hati hancur buat generasinya. Ada seseorang yang mau mendengar panggilan Tuhan. Dan Tuhan melawat 15 pulau di kepulauan Hebrides.
Dengarkan baik-baik: enggak ada Superman di revival hari-hari ini. There is no Superman. Yang ada cuma Yesus Kristus Tuhan.
Dan Duncan Campbell berkata: Revival comes when the Spirit takes control.
Kebangunan rohani terjadi ketika yang pegang kendali adalah Roh Kudus. Bukan kita lagi.
Kebangunan rohani terjadi ketika Saudara berani berkata: “Tuhan, tanpa Engkau aku enggak bisa apa-apa. Tuhan, hidupku punya Tuhan. Sekolahku punya Tuhan. Kampusku punya Tuhan. Kota ini punya Tuhan. Bangsa ini punya Tuhan. Bekerjalah, Tuhan.”
Saya berdoa, selesai satu minggu ini, hari Minggu Pentakosta, Saudara dan saya melihat revival itu terjadi. Haleluya!
Yang terakhir, satu syarat ini:
Die for self. Mati bagi diri sendiri.
Live for Christ. Hidup cuma bagi Kristus.
Dipenuhi oleh Roh Kudus.
Yang mau, angkat tangan Saudara dan katakan lagi sama Tuhan:
Allah Roh Kudus, penuhi kami.
Kurindu Kau selalu dalam hidupku.
Allah Roh Kudus, ubah hatiku.
Celikkanku, jamahlah, kurindu hadirat-Mu.
Kusembah kudus, kudus,
kuduslah Tuhan.
Dan kusanjung Kau mulia, mulia,
bagi-Mu Tuhan.
Video
- Pages using DynamicPageList3 parser function
- ArticleLink pages that already existed
- Khotbah
- Khotbah James Mendrofa
- Khotbah 2026
- Khotbah GBI Danau Bogor Raya
- Khotbah Pentecost Revival Week
- Pentecost Revival Week
- Unified info article
- Unified info article 2026
- Unified info khotbah
- Article 2026
- Klip video tanpa sumber