Jangan mengabaikan doa

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 11 Mei 2026 14.01 oleh Sari (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Seringkali dalam kesibukan hidup, dalam pekerjaan, atau bahkan dalam pelayanan, kita tergoda untuk menomor duakan doa bahkan mungkin kita mengabaikan doa. Kita seringkali merasa bisa mengandalkan kekuatan, kepintaran, atau pengalaman kita sendiri. Namun, Alkitab dengan tegas mengingatkan kita untuk tidak pernah mengabaikan doa.

Doa bukan sekadar rutinitas agama, melainkan sumber daya utama dalam kehidupan kita. Doa adalah sebuah hubungan juga komunikasi kita dengan Tuhan. Doa bukanlah ritual. Doa adalah jalur kehidupan rohani. Doa adalah hubungan dan percakapan yang berkelanjutan antara roh kita dengan Roh Tuhan.

Ketika doa melemah, kuasa melemah. Ketika komunikasi berhenti, hubungan memudar. Dan ketika hubungan memudar, otoritas menghilang. Kita tidak bisa tetap mengharapkan aliran ilahi jika kita terputus dengan sumber kuasa ilahi. Doa bukanlah pilihan. Itu sangat penting. Sama seperti tubuh kita tidak dapat bertahan hidup tanpa udara, rohani kita tidak dapat bertahan hidup tanpa doa.

Mengabaikan doa seperti mencabut aliran listrik dan bertanya-tanya mengapa semuanya menjadi gelap. Kita mungkin memiliki semua komponennya, tetapi tanpa koneksi, tanpa ada hubungan yang dibangun, maka tidak ada yang berfungsi. Semakin banyak kita berdoa, semakin terang kita bersinar. Doa memulihkan apa yang terkuras oleh kehidupan.

Setiap kali kita berdoa, sebenarnya kita sedang menghubungkan hal-hal yang alami dengan hal-hal yang supranatural. Kita sedang menciptakan ruang bagi Tuhan untuk bergerak setiap kali kita berdoa. Yesus sendiri berdoa terus-menerus, menyendiri untuk berkomunikasi dengan Bapa. Jika Yesus saja pada waktu itu membutuhkan koneksi yang konstan dan konsisten, betapa lebihnya lagi kita.

Doa bukanlah tentang berapa lama, tetapi tentang seberapa nyata. Rasul Paulus berkata, "Berdoalah tanpa henti atau berdoalah senantiasa." Ketika kita mengabaikan doa, semangat kita mulai padam.

Seorang Kristen yang tidak berdoa seperti seorang prajurit tanpa senjata. Jaga hubungan tetap hidup. Jaga semangat tetap hidup, dan roh kita akan terus diperkuat. Janganlah kita mengabaikan Doa, tetapi jadikanlah doa sebagai sumber daya utama kita, bukan pilihan terakhir. (AH)

Doa bukan sekadar rutinitas agama, melainkan sumber daya utama dalam kehidupan kita. Doa adalah sebuah hubungan juga komunikasi kita dengan Tuhan. Doa bukanlah ritual. Doa adalah jalur kehidupan rohani Doa adalah hubungan dan percakapan yang berkelanjutan antara roh kita dengan Roh Tuhan.