Tuhan mengajar kita untuk percaya sepenuhnya

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 24 Maret 2026 13.28 oleh Leo (bicara | kontrib) (baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Iman sejati bertumbuh ketika kita belajar melepaskan kendali dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Saat kita bersandar kepada-Nya, hidup kita dipimpin dan diarahkan dengan pasti. Tuhan setia menggenapi setiap janji-Nya bagi orang yang percaya.

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Amsal 3:5

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Roma 10:9

Kadang dalam hidup, kita ingin tetap memegang kendali, padahal Tuhan meminta kita untuk berserah sepenuhnya. Firman Tuhan mengajarkan bahwa iman sejati bertumbuh ketika kita melepaskan pegangan lama dan menggantinya dengan kepercayaan penuh kepada Tuhan.

Saat kita percaya sepenuhnya kepada Tuhan:

  1. Tuhan memimpin langkah kita.
    Kita tidak berjalan sendiri, karena Tuhan mengarahkan hidup kita.
  2. Kita hidup dalam kebahagiaan sejati.
    Percaya kepada Tuhan membawa keselamatan dan damai.
  3. Tuhan setia menepati janji-Nya.
    Semua jalan-Nya adalah kasih setia dan kebenaran.

Mari kita menjalani hidup dengan sudut pandang kekekalan, sehingga setiap musim kehidupan kita jalani dengan iman yang teguh, menantikan penggenapan janji Tuhan.

Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia.

(Mazmur 37:3)

Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

(Yesaya 26:4)