Hidup dalam perspektif kekekalan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 19 Januari 2026 14.30 oleh Leo (bicara | kontrib) (baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Hidup di dunia ini singkat dan sementara, tetapi jiwa kita bersifat kekal. Tuhan memanggil kita untuk hidup dengan prioritas Kerajaan Allah, bukan hanya mengejar keberhasilan duniawi. Ketika kita membangun hidup di atas nilai kekekalan, hidup kita menjadi berarti dan berkenan di hadapan Tuhan.

Sebab yang kelihatan adalah sementara, tetapi yang tak kelihatan adalah kekal.

2 Korintus 4:18

Kita hidup di dunia yang serba cepat dan kompetitif: target, pencapaian, popularitas, dan uang. Semua itu pada dasarnya tidak salah, tetapi semuanya bersifat sementara dan tidak kekal.

Alkitab mengingatkan bahwa hidup manusia sangat singkat dan rapuh.

sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. (Yakobus 4:14)

Pertanyaannya, apakah hidup kita hanya fokus pada yang sementara, atau pada hal-hal yang kekal?

Karier, harta, dan status bisa berubah dan berakhir, tetapi jiwa kita kekal. Karena itu, hidup bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang selamanya.

Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

Tuhan tidak melarang kita untuk sukses. Tapi Tuhan mau kita memiliki prioritas hidup yang benar. Sekolah, kuliah, pekerjaan—semua adalah alat Tuhan untuk menyatakan kasih, karakter, dan terang Kristus.

Hidup dalam perspektif kekekalan berarti:

  • Tetap jujur walau tidak menguntungkan
  • Menjaga hidup dalam kekudusan
  • Mengasihi dan mengampuni sesama
  • Setia walau tidak dilihat orang

Hal-hal ini mungkin tidak viral dan tidak populer di mata dunia, tapi sangat berharga di mata Tuhan.

Jangan habiskan hidup hanya untuk sesuatu yang akan berakhir. Bangunlah hidup di atas nilai-nilai kekekalan, karena itulah yang akan bertahan sampai selama-lamanya.

Tuhan Yesus memberkati!