Hidup di dalam kasih Allah
![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 22 Januari 2026 |
| Oleh | Karunia Wijaya |
| Baca juga | |
| |
Allah adalah kasih, dan setiap orang yang hidup di dalam kasih hidup di dalam Allah. Kasih Kristus harus nyata melalui perkataan dan perbuatan kita di mana pun kita berada. Ketika kita membagikan kasih yang telah kita terima dari Tuhan, hidup kita menjadi terang yang memuliakan nama-Nya.
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Firman Tuhan dengan jelas mengajarkan bahwa Allah adalah kasih. Karena itu, kita patut bersyukur atas kasih Allah yang telah kita terima, dan kasih itu tidak boleh kita simpan untuk diri sendiri. Tuhan menghendaki agar kasih yang telah Ia berikan kepada kita dibagikan kepada sesama — kepada keluarga, pasangan, anak-anak, orang tua, bahkan kepada mereka yang sulit kita kasihi, termasuk musuh kita.
- Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Matius 5:16)
Kasih Kristus harus dinyatakan melalui perkataan dan perbuatan kita. Kata-kata yang baik akan membawa dampak yang positif bagi orang lain, tetapi kita juga harus menjaga mulut agar tidak menjadi batu sandungan. Di mana pun kita berada, hidup kita selalu diperhatikan, sehingga kita dipanggil untuk mencerminkan karakter Kristus. Kita dipanggil untuk declare and display Jesus — menyatakan dan memperlihatkan Yesus melalui hidup kita.
Kasih tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan. Seperti dalam kehidupan sehari-hari, orang tidak akan percaya pada sebuah produk jika hanya ditawarkan lewat kata-kata tanpa bukti nyata. Demikian pula Tuhan menghendaki agar kita menjadi teladan dalam pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan sehari-hari.
Kita tidak bisa mengasihi dengan sesuatu yang tidak kita miliki. Karena Tuhan telah lebih dahulu memberikan kasih-Nya kepada kita, maka kasih itu harus kita bagikan kepada orang lain. Mungkin di hari Minggu di gereja kita mudah menunjukkan kasih, tetapi tantangannya adalah bagaimana kita mencerminkan kasih Kristus pada hari Senin dan hari-hari berikutnya, melalui sikap, perkataan, dan tindakan kita. Firman Tuhan mengingatkan bahwa apa yang keluar dari mulut berasal dari hati, sehingga hidup kita harus selaras antara hati, ucapan, dan perbuatan.
Amin.
