Profetik

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 19 Desember 2024 14.08 oleh Leo (bicara | kontrib)
Lompat ke: navigasi, cari

Cawankecapi.png Pelayanan profetik merupakan wadah pelayanan para pendoa dan imam pujian dan penyembahan. Doa, pujian, dan penyembahan merupakan satu kekuatan yang tidak terpisahkan bagi orang percaya. Pelayanan ini berawal dari visi Gembala Pembina tentang Cawan dan Kecapi dalam Wahyu 5:8,

Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.

Secara khusus, seorang pendoa juga haruslah seorang pemuji penyembah, begitu juga seorang imam pujian penyembahan haruslah seorang pendoa. Apabila ini benar dilakukan, maka akan bangkit pendoa dan imam pemuji penyembah yang tangguh dan terobosan-terobosan akan terjadi, sehingga menjadi berkat untuk keluarga, lingkungan, kota, bangsa, bahkan bangsa-bangsa (Wahyu 5:8).

Renungan profetik

Dalam hidup ini, kita sering diperhadapkan pada situasi yang terasa di luar kendali kita seperti apa yang kita rasakan dan alami sekarang-sekarang ini. Krisis ekonomi, masalah keluarga, penyakit, atau masa depan yang tidak pasti seringkali membuat kita cemas. Kita merasa seolah-olah perahu kehidupan kita sedang dihantam badai besar dan Tuhan sedang "tidur" atau membiarkan kita berjuang sendirian.

Tuhan tidak pernah tertidur, terkejut, ataupun bingung menghadapi masalah umat-Nya. Tuhan memegang kendali atas seluruh alam semesta dan Dia jugalah yang berdaulat atas detail terkecil dalam hidup kita. Pertanyaannya, ketika krisis melanda seperti hari-hari ini, bagaimana seharusnya sikap kita? Berhentilah bersandar pada kekuatan sendiri.

Seringkali kita gagal karena memaksakan kehendak dan pemahaman kita sendiri. Marilah kita belajar untuk "diam." Pengertian diam di sini bukan berarti pasrah tanpa harapan, melainkan berhenti dari kepanikan dan berserah penuh kepada Tuhan. Ini adalah proklamasi iman bahwa Dia adalah Allah yang berkuasa dan Dia Tuhan yang tidak pernah kehilangan kendali atas apapun juga.

Mari kita fokus pada Tuhan, bukan pada masalah. Tuhan kita bukanlah penonton yang bingung melihat dunia, melainkan Dia adalah Raja yang bertahta dan berkuasa. Biarlah kiranya damai sejahtera Tuhan Yesus Kristus yang melampaui segala akal, terus memelihara hati dan pikiran kita. (AH)

Tuhan tidak pernah tertidur, terkejut, ataupun bingung menghadapi masalah umat-Nya. Tuhan memegang kendali atas seluruh alam semesta dan Dia jugalah yang berdaulat atas detail terkecil dalam hidup kita. Pertanyaannya, ketika krisis melanda seperti hari-hari ini, bagaimana seharusnya sikap kita. Berhentilah bersandar pada kekuatan sendiri.

Lihat pula