Ketika doa belum dijawab
![]() ![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 08 Oktober 2026 |
| Oleh | Pdm Lim Jun Thin |
| Baca juga | |
| |
| |
Ada saatnya kita sudah lama berdoa tetapi belum melihat jawaban Tuhan, dan itu dapat membuat hati menjadi kecewa. Namun keterlambatan menurut pandangan kita bukan berarti Tuhan tidak mendengar, karena Dia bekerja menurut kehendak dan waktu-Nya yang terbaik. Karena itu, tetaplah berdoa, berharap, dan mengasihi Tuhan meskipun kita masih berada dalam masa penantian.
Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong?
Kalau kita membaca ayat ini, mungkin kita pernah mengalami hal yang sama. Kita sudah berdoa, tetapi rasanya Tuhan belum menolong. Kita melihat doa teman-teman kita sudah dijawab Tuhan, tetapi kita bertanya, “Tuhan, mengapa doa saya belum dijawab? Ada apa dengan saya, Tuhan?”
Sebagai manusia, ada saatnya kita merasa kecewa. Kita sudah datang ke gereja, melayani, dan berdoa, tetapi kebutuhan atau pergumulan kita belum juga selesai. Kita bertanya, “Tuhan, mengapa Engkau belum menolong saya?”
Namun kita perlu percaya bahwa Tuhan Maha Tahu dan berkuasa atas kehidupan kita. Tuhan mempunyai rencana dan waktu-Nya sendiri bagi setiap kita.
Ketika kebutuhan kita dicukupkan Tuhan, tentu kita bersukacita. Kita teringat bagaimana Tuhan Yesus memakai lima roti dan dua ikan untuk memberi makan orang banyak. Tuhan sanggup mencukupkan kebutuhan kita dengan cara-Nya.
Tetapi ketika jawaban belum datang, apakah kita tetap mengasihi dan mengikuti Tuhan?
Firman Tuhan berkata:
- Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.(Roma 9:15b)
Tuhan berdaulat. Ia bermurah hati dan berbelas kasihan menurut kehendak-Nya. Karena itu, ketika doa kita belum dijawab, jangan cepat kecewa kepada Tuhan. Mungkin memang belum waktunya.
Kita tidak mengetahui waktu Tuhan, tetapi kita percaya bahwa waktu Tuhan adalah waktu yang terbaik.
Mungkin hari ini kita masih menunggu. Mungkin besok, bulan depan, atau pada waktu yang Tuhan tentukan, kita baru melihat jawaban-Nya. Jangan sampai kita keburu kecewa dan menjauh dari Tuhan hanya karena jawaban belum datang.
Yang terpenting adalah tetap percaya, tetap berdoa, dan tetap mengasihi Tuhan. Tuhan mendengar doa kita. Namun jawaban-Nya selalu ada dalam kehendak, cara, dan waktu-Nya.
Karena itu, ketika kita merasa seperti Habakuk dan bertanya, “Berapa lama lagi, Tuhan?”, jangan berhenti berharap. Tetap datang kepada Tuhan, sebab Dia tetap berdaulat, tetap baik, dan tetap memegang hidup kita.
Amin.
TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

