Yesus telah memikul dosa kita

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 8 April 2026 17.11 oleh Leo (bicara | kontrib) (baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Yesus mati di kayu salib untuk memikul dosa kita dan menebus kita dari hukuman dosa. Di dalam salib, keadilan dan kasih Allah dinyatakan secara sempurna. Karena itu, kita dipanggil untuk mati terhadap dosa dan hidup dalam kebenaran bagi kemuliaan Tuhan.

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Galatia 3:13

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

1 Petrus 2:24

Hari ini kita memperingati Jumat Agung, hari di mana Yesus Kristus memikul dosa kita di kayu salib. Ini adalah puncak dari rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa.

Yesus mati bukan karena kesalahan-Nya, tetapi karena kasih-Nya kepada kita.

  1. Upah dosa adalah maut
  2. Jumat Agung memperlihatkan dua hal sekaligus: murka Allah dan kasih-Nya.

    Dosa harus dihukum, tetapi kasih Allah menyediakan jalan keselamatan melalui pengorbanan Kristus. Di kayu salib, keadilan dan kasih Allah bertemu.
  3. Dipanggil hidup dalam kebenaran
  4. Melalui kematian Yesus, kutuk dosa dipatahkan dan jalan keselamatan dibukakan. Kita tidak lagi menjadi hamba dosa, tetapi dipanggil untuk hidup dalam kebenaran.

    Manusia lama kita telah disalibkan bersama Kristus, supaya kuasa dosa tidak lagi menguasai hidup kita. Karena itu, jangan lagi menyerahkan diri kepada dosa, tetapi serahkan hidup kita kepada Allah sebagai alat kebenaran.

Kita telah mati bagi dosa dan sekarang hidup untuk Allah. Oleh bilur-bilur-Nya, kita telah disembuhkan.

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. (Roma 6:11)
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Tuhan Yesus memberkati kita semua.