Keluarga adalah ladang misi pertama kita
| Commander of Thousand | |
|---|---|
| Tanggal | Minggu, 15 Februari 2026 |
| Penulis | Departemen Pemuda dan Anak |
| Unduh | Google Drive |
| |
| |
| |
Tuhan berkata: sebelum kamu jadi terang bagi bangsa-bangsa, jadilah terang bagi satu kamar, satu keluarga, satu rumah—karena misi terbesar tidak dimulai dari tempat terjauh, tetapi dari pintu yang paling dekat.
Bahan Commander of Thousand JC-Youth minggu ketiga Februari 2026
Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.
Penjelasan materi
Guys, bagaimana kalau ternyata tempat paling misioner di dunia bukan mimbar gereja, bukan panggung konser rohani, bahkan bukan ladang pelayanan di kota lain tetapi meja makan di rumahmu sendiri? Bagaimana kalau Tuhan lebih dulu menilai imanmu bukan saat kamu mengangkat tangan di ibadah, melainkan saat kamu menjawab mama yang memanggil, saat kamu memperlakukan adik yang menyebalkan, dan saat kamu memilih jujur walau tidak ada yang melihat? Kita sering bermimpi mengubah dunia, padahal Tuhan sedang menunggu kita mengubah suasana rumah dulu. Mungkin hari ini Tuhan berkata: sebelum kamu jadi terang bagi bangsa-bangsa, jadilah terang bagi satu kamar, satu keluarga, satu rumah karena misi terbesar tidak dimulai dari tempat terjauh, tetapi dari pintu yang paling dekat. Nah mari kita belajar ada 3 pengertian dari ayat-ayat Nats di atas:
- Kis 16:31-34 Satu orang bisa mengubah satu rumah
- Ul 6:6-7 Iman harus diperlihatkan, bukan cuma dirasakan
- Yos 24:15 Keselamatan keluarga dimulai dari keputusan pribadi
Alkitab mencatat sebuah malam yang mengubah satu keluarga selamanya. Seorang kepala penjara yang keras, terbiasa melihat teriakan dan kekerasan, tiba-tiba bertemu dengan injil. Ia bertanya, 'Apa yang harus aku perbuat supaya selamat?' Paulus menjawab sederhana: Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, engkau dan seisi rumahmu akan selamat.
Guys, Tuhan tidak hanya memikirkan dia, tetapi seluruh keluarganya. Artinya, ketika satu orang sungguh bertemu Kristus, Tuhan sedang membuka pintu untuk satu rumah. Mungkin hari ini orang itu adalah kamu. Kamu memang masih remaja. Namamu mungkin belum besar. Tapi Tuhan tidak melihat usia Tuhan melihat hati. Banyak dari kita berpikir, 'Aku cuma anak di rumah. Suaraku kecil.' Tetapi di mata Tuhan, satu anak yang berubah bisa menjadi awal kebangunan rohani satu keluarga. Saat kamu belajar menjawab orang tua dengan lebih lembut, itu Injil sedang berbicara. Saat kamu berhenti membentak adik, itu salib sedang terlihat. Atau Saat kamu jujur walau tidak diawasi, itu adalah perbuatan saksi Kristus yang sedang di tunjukkan.Guys, hari ini Tuhan seperti sedang membalik cara kita berpikir. Kita sering mengira misi itu jauh, dan sulit. Padahal Tuhan mau : misi pertamamu ada di dalam rumahmu.
Coba bayangkan kalau mulai hari ini kamu pulang bukan hanya sebagai anak, tetapi sebagai utusan Tuhan. Kamu pulang membawa sikap baru, kata-kata yang lebih lembut, hati yang lebih sabar. Mungkin keluargamu belum sempurna. Mungkin orang tuamu masih sering marah. Mungkin saudaramu menyebalkan. Tapi justru di situlah Injil diuji. Tuhan tidak bertanya: seberapa hebat kamu di gereja. Tuhan bertanya: seberapa mirip Kristus kamu di rumah. Hari ini Tuhan tidak memanggilmu untuk jadi pahlawan yang jauh, Tuhan memanggilmu jadi terang di rumahmu. Inilah misi pertama kita: mengasihi orang yang paling dekat, dan menghadirkan Yesus di keluarga sendiri. Amin
Bahan diskusi
- Jika keluargamu hanya mengenal Yesus lewat sikapmu di rumah, gambaran Yesus seperti apa yang mereka lihat hari ini?
- Satu langkah nyata apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menjadikan rumahmu ladang misi pertamamu? (He)