Iman yang diteruskan kepada generasi berikut
| Commander of Thousand | |
|---|---|
| Tanggal | Minggu, 22 Februari 2026 |
| Penulis | Departemen Pemuda dan Anak |
| Unduh | Google Drive |
| |
| |
Iman adalah pilihan sadar yang harus kamu ambil hari ini di tengah sekolah, pergaulan, media sosial, dan tekanan hidup yang nyata. Kamu boleh lahir di keluarga Kristen, tapi iman hanya akan hidup kalau kamu sendiri yang menjaganya.
Bahan Commander of Thousand JC-Youth minggu keempat Februari 2026
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
Penjelasan materi
Guys, bayangkan sebuah keluarga yang kaya raya, tetapi tidak pernah mengajarkan anak-anaknya cara mengelola kekayaan itu. Secara hukum mereka ahli waris, tetapi secara praktis mereka bangkrut. Gambaran ini sangat mirip dengan cara banyak orang memandang iman: dianggap otomatis diwariskan karena kelahiran, padahal iman justru sering hilang karena tidak pernah diteruskan dengan sengaja. Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa iman mengalir lewat garis keturunan; iman mengalir lewat relasi, teladan, dan pembentukan yang konsisten. Ketika generasi sebelumnya berhenti menceritakan karya Tuhan, berhenti hidup selaras dengan apa yang mereka imani, dan berhenti mendidik dengan kesadaran rohani, maka generasi berikutnya tetap membawa label "Kristen" tetapi kehilangan api iman yang hidup. Di titik inilah pertanyaan kritis muncul: apakah iman kita sedang benar-benar diteruskan, atau diam-diam sedang berakhir pada generasi kita?. Nah mari kita belajar ada 3 pengertian dari ayat-ayat Nats di atas:
- 2 Tim 1:5 Iman tidak otomatis karena lahir Kristen
- Ams 22:6 Iman lebih cepat ditiru daripada diajarkan
- Iman harus diteruskan dengan sengaja, bukan dibiarkan
Guys, pada akhirnya, iman bukan sesuatu yang bisa kamu titipkan pada orang tua, gereja, atau masa kecilmu. Iman adalah pilihan sadar yang harus kamu ambil hari ini—di tengah sekolah, pergaulan, media sosial, dan tekanan hidup yang nyata. Kamu boleh lahir di keluarga Kristen, tapi iman hanya akan hidup kalau kamu sendiri yang menjaganya. Dan suatu hari nanti, orang lain akan melihat cara hidupmu dan belajar tentang Tuhan lewat kamu. Pertanyaannya sederhana tapi penting: apakah iman itu berhenti di kamu, atau justru mulai diteruskan lewat kamu?
Bahan diskusi
- Menurutmu, apa bedanya "lahir di keluarga Kristen" dengan "memiliki iman pribadi?"
- Di lingkunganmu (sekolah, pertemanan, media sosial), hal apa yang paling sering membuat iman sulit dipertahankan? (He)