Dia naik tapi tidak meninggalkan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 2 Juni 2026 11.58 oleh Leo (bicara | kontrib) (upd)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Wanita Allah yang di kasihi Tuhan Yesus, bulan ini kita akan memperingati kenaikan Kristus ke sorga. Ini bukan sekedar moment tapi membuktikan bahwa Dia Allah yang hidup. Kenaikan Yesus bukan perpisahan, tapi peralihan cara kehadiran-Nya.

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

Kisah 1:9

Referensi ayat: Kisah Para Rasul 1:9-11; Matius 28:20

Pendahuluan

Wanita Allah yang dikasihi Tuhan Yesus, bulan ini kita akan memperingati kenaikan Kristus ke Surga. Ini bukan sekedar momen, tapi membuktikan bahwa Dia Allah yang hidup. Kenaikan Yesus bukan perpisahan, tapi peralihan cara kehadiran-Nya. Secara fisik Ia naik, tetapi secara rohani Ia semakin dekat. Yesus tidak meninggalkan kita sebagai yatim. Justru setelah kenaikan-Nya, Roh Kudus dicurahkan, hadirat Tuhan menjadi pribadi dan intim, serta kita tidak lagi bergantung pada "melihat" tetapi "percaya."

Wanita Allah, banyak wanita merasa: sendirian dalam pergumulan, tidak dipahami dan harus kuat sendiri. Kebenaran yang harus dipegang bahwa Yesus naik bukan untuk menjauh, tapi supaya menyertai tanpa batas.

Pertanyaan diskusi: Dalam situasi apa kamu merasa Tuhan "jauh?" Bagaimana cara menyadari kehadiran Tuhan sehari-hari?

Isi

Bagaimana Wanita Allah dapat menyadari, bahwa Allah tidak meninggalkan Kita?

  1. 1 Tes 5:17 Melatih kesadaran akan hadirat Tuhan
  2. Doa sederhana yang di lakukan sepanjang hari selama 5–10 menit akan melatih otot rohani kita untuk merasakan hadirat Tuhan ditambah dengan membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Ini akan menyadarkan wanita Allah bahwa Yesus tidak hadir hanya pada saat ibadah namun di mana pun kita berada Dia selalu hadir.
  3. Yes 41:10 Jangan tunggu "perasaan" tapi pegang janji
  4. Percaya akan janji-Nya ini adalah langkah penting dan akan membawa Wanita Allah pada kedewasaan rohani. Perasaan kita bisa naik turun, namun Firman-Nya tetap, cara melatihnya sederhana. Mungkin kita sering berkata "aku merasa" nah kata–kata ini mari kita rubah dengan kata "Tuhan berfirman," ini akan meneguhkan kita akan keberadaan Tuhan.
  5. Bangun hubungan pribadi, bukan sekadar kegiatan rohani
  6. Membangun hubungan intim perlu disengaja, sering kali kita sulit untuk melakukannya karena kita harus ada waktu kosong dulu, baru setelah itu kita berdoa atau membangun relasi dengan Tuhan. Sebenarnya membangun relasi dengan Tuhan harus disengaja, dan sedikit dipaksakan, mengapa? Karena daging lemah tapi roh penurut.

Kesimpulan

Minta dalam doa untuk berkata "Tuhan, ajar aku menyadari bahwa Engkau tidak pernah meninggalkanku. Bahkan ketika aku tidak merasakan apa-apa, Engkau tetap ada."

Jadwal

  • 05 Mei: Materi COOL
  • 12 Mei: Materi COOL
  • 19 Mei: WBI
  • 26 Mei: Menara Doa Wanita