Article: 20260914/DV: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Sari (bicara | kontrib)
Baru
 
Sari (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 2: Baris 2:
| namespace= Article
| namespace= Article
| pagename= 20260914/DV
| pagename= 20260914/DV
| title= Pewahyuan 5787 di dalam {{sabdaweb2v|kejadian 17}}
| title= Pewahyuan 5787 di dalam Kejadian 17
| date= 2026-09-14
| date= 2026-09-14
| readmore= {{{readmore|}}}
| readmore= {{{readmore|}}}

Revisi terkini sejak 14 September 2026 14.35

Pewahyuan 5787 di dalam kejadian 17 Moving from number 6 to the number 7 Pada tanggal 11 September 2026 senja hari, orang-orang Yahudi memasuki tahun yang baru tahun 5787. Angka 7 di dalam Alkitab menggambarkan kesempurnaan, keutuhan, berkat dan perhentian. Kita sedang dibawa oleh Tuhan bergerak dari angka 6 (angka manusia), yang berbicara tentang remuknya seorang manusia, menuju kepada angka 7.

Semua persiapan yang Tuhan lakukan (penyelarasan) di tahun 5786, menjadikan kita seorang pribadi yang simplicity, radikal di dalam kerendahan hati, radikal di dalam ketaatan, dan menjadikan kita seorang pribadi yang sangat mengasihi Tuhan.

Hal ini menyiapkan kita untuk memasuki musim yang baru (tahun 5787), suatu musim yang luar biasa, musim yang penuh dengan terobosan, mujizat, kesembuhan, berkat dan penuaian jiwa yang sangat dahsyat.

Keterhubungan antara kondisi manusia yang diremukan dengan penyediaan akan kuasa dan berkat Tuhan yang begitu dahsyat dapat kita lihat dengan sangat indah di dalam perjanjian lama di dalam kisah bapa Abraham bapa orang beriman.

Dalam Kejadian 17:1 Allah menemui Abram (manusia lama) ketika usia nya telah mencapai 99 tahun. Ketika ia sudah tua dan ketika istrinya pun telah mati haid, ketika ia tidak lagi mempunyai harapan untuk memiliki keturunan, di situ Allah menjumpai dia sebagai El Shadai (yang artinya adalah: Aku adalah Allah atas segala reruntuhan dan kehancuran yang telah berkeping-keping. Dan Aku ada untuk melakukan apa yang tidak dapat manusia lakukan dengan kekuatannya sendiri), dan disanalah Allah membuat perjanjian dengan Abraham.

Perjanjiannya sederhana, namun mengandung makna yang sangat-sangat dalam dan penting.

Dalam Kejadian 17, dari pihak Allah, Allah berjanji untuk menjadikan Abraham bapa sejumlah besar bangsa. Allah akan membuat ia beranak cucu sangat banyak; dan dari padanya akan berasal raja-raja. Dan Allah berjanji memberikan tanah Kanaan menjadi miliknya dan milik keturunannya selama-lamanya.

Tapi perhatikan apa yang Allah minta dari pihak Abraham; Kejadian 17:9-10 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihak mu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat,

Wow... hanya sunat? Bagian Abraham dan keturunannya hanya sunat? Ya, hanya sunat. Apa maksudnya?

Tahukah saudara ada suatu pengertian yang sangat dalam mengenai sunat ini.

Catatan kaki Kejadian 17:10 dari "Spirit filled life Bible" memberi keterangan yang sangat dahsyat perihal sunat:

Tindakan sunat diwajibkan sebagai tanda perjanjian yang sebelumnya telah ditetapkan dengan Abraham. Ini bukanlah suatu perjanjian yang baru, melainkan tanda lahiriah yang harus dilaksanakan oleh Abraham dan keturunannya untuk menunjukkan bahwa mereka adalah umat perjanjian Allah.

Fakta bahwa sunat dilakukan pada organ reproduksi laki-laki setidaknya memiliki dua makna:

  1. Pemotongan kulit khatan melambangkan pemotongan atau penyingkiran ketergantungan pada kedagingan (fleshy dependence); dan
  2. Harapan mereka akan keturunan dan kemakmuran di masa depan tidak boleh didasarkan pada kemampuan mereka sendiri.

Dengan demikian, sunat merupakan suatu pernyataan bahwa keyakinan dan kepercayaan mereka ditempatkan pada janji Allah dan kesetiaan-Nya, bukan pada daging atau kemampuan mereka sendiri. Karena itu, sunat menjadi semacam tanda bahwa penggenapan janji Allah tidak bergantung pada kemampuan manusia, melainkan pada kuasa dan kesetiaan Allah.

Dari perenungan Kejadian 17 ini kita jadi semakin mengerti kenapa Tuhan membawa kita pada peremukan terlebih dulu, sebelum Ia membawa kita kepada musim yang sangat dahsyat. Tuhan mau kita tahu bahwa Keselamatan, berkat dan kuasa hanya ada pada-Nya. Kondisi kemanusiaan/kedagingan kita yang remuk menjadi wadah/bejana yang tepat untuk kuasa Allah bekerja sempurna di dalam dan melalui dan kepada kita.

Jika kesombongan kita belum ditanggulangi, maka kita berpotensi untuk mencuri kemuliaan Tuhan. Dan sungguh, kedagingan kita akan menjadi penghambat kuasa Allah bekerja dalam kehidupan kita. Kita harus semakin berkurang, Yesus harus semakin bertambah-tambah.

Haleluya ... Tuhan Yesus dahsyat, Tuhan Yesus memberkati.

Pada tanggal 11 September 2026 senja hari, orang-orang Yahudi memasuki tahun yang baru tahun 5787. Angka 7 di dalam Alkitab menggambarkan kesempurnaan, keutuhan, berkat dan perhentian. Kita sedang dibawa oleh Tuhan bergerak dari angka 6 (angka manusia), yang berbicara tentang remuknya seorang manusia, menuju kepada angka 7.