Khotbah: 20260523-0600/SR: Perbedaan antara revisi
k Leo memindahkan halaman Khotbah:20260523-0930/SR ke Khotbah:20260523-0600/SR |
kTidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 43: | Baris 43: | ||
Baik, apa yang saya mau pesankan sebagai bagian daripada apa yang kita sudah dengar? Ada hal yang sangat penting yang perlu kita tahu, bagaimana ini yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita. Ini yang Tuhan cari dalam kehidupan kita. | Baik, apa yang saya mau pesankan sebagai bagian daripada apa yang kita sudah dengar? Ada hal yang sangat penting yang perlu kita tahu, bagaimana ini yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita. Ini yang Tuhan cari dalam kehidupan kita. | ||
[[File:Ilustrasi khotbah 2026-05-23.jpg|class=img-fluid border rounded]] | |||
Karena itu saya mau berikan satu tema kepada kita semua pada pagi hari ini. Yuk, kita baca. Apa temanya? | Karena itu saya mau berikan satu tema kepada kita semua pada pagi hari ini. Yuk, kita baca. Apa temanya? | ||
Revisi terkini sejak 1 Juni 2026 12.51
| Pesan Gembala | |
|---|---|
| Ibadah | Pentecost Revival Week |
| Tanggal | Sabtu, 23 Mei 2026 |
| Gereja | GBI Danau Bogor Raya |
| Lokasi | Grha Amal Kasih |
| Kota | Bogor |
| Video | YouTube |
| Khotbah lainnya | |
| |
| |
| |
Tuhan masih memberikan kesempatan kepada setiap orang percaya, tetapi kesempatan itu harus dipakai dengan sungguh-sungguh untuk menghasilkan buah yang baik, sebab Tuhan tidak mencari daun, melainkan buah dalam kehidupan umat-Nya. Proses untuk berbuah sering kali tidak nyaman, karena Tuhan perlu mencangkul ego, kesombongan, iri hati, amarah, dan zona nyaman kita, supaya hidup kita dimurnikan dan menghasilkan banyak buah. Buah yang Tuhan cari mencakup buah pertobatan, buah Roh, buah jiwa, dan buah keteladanan, sehingga setiap orang percaya dipanggil untuk bertumbuh, menjadi murid, memuridkan, dan hidup sebagai saksi yang nyata bagi Kristus.
Shalom Bapak dan Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, saya mau menyapa setiap Saudara yang hadir pada pagi hari ini, baik yang onsite maupun yang online. Karena beberapa daerah tentu tidak mudah untuk datang kemari. Bahkan ada sampai ke Sarawak juga, dari cabang kita yang ada di sana, dan tentu juga dari berbagai kota, bahkan dari Belanda pun ikut bersama-sama dengan kita.
Baik, kita semua sudah diberkati sepanjang minggu ini. Siapa yang diberkati oleh Tuhan dari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, sampai hari ini, dan tentu besok, bahkan sampai selama-lamanya? Katakan, “Saya, Tuhan.” Puji Tuhan.
Kita semua sudah mendengarkan bagaimana begitu banyak hal yang luar biasa yang disampaikan oleh para hamba Tuhan sejak hari Senin beberapa hari yang lampau sampai dengan kemarin malam. Saya melihat semuanya sangat powerful, dan saya sungguh yakin setiap Saudara pasti diberkati oleh Tuhan. Roh kita yang mungkin beberapa waktu yang lampau sudah suam-suam kuku, rasanya mulai mati, tetapi kembali lagi di-charge luar biasa sepanjang minggu ini. Dan ini belum berhenti. Kita akan membawa gereja Tuhan charge lebih, lebih, lebih, dan lebih dahsyat lagi. Amin.
Api yang sudah Saudara terima hari-hari ini terus dijaga supaya jangan sampai padam. Api ini jangan sampai padam, tetapi biarlah kita memiliki roh yang terus berkobar-kobar. Karena kita diwajibkan dan diberikan satu tema oleh Tuhan: tahun 2026 adalah tahun Amanat Agung. Sehingga kita harus memberitakan kabar baik. Kita harus menjadi saksi bagi banyak orang. Katakan amin.
Apa yang saya mau sampaikan? Kita boleh mendengar semuanya dengan begitu luar biasa baiknya. Roh kita begitu menyala-nyala pada hari-hari ini. Wah, sangat luar biasa kita berdoa. Dan saya mendengar bagaimana begitu banyak orang-orang yang belum dibaptis Roh Kudus, pada minggu ini mereka menerima baptisan Roh Kudus. Dan tanda awal daripada orang yang menerima baptisan Roh Kudus adalah mereka mulai berbahasa roh. Mereka mulai... waduh, saya lihat bagaimana ini sungguh terjadi.
Baik, apa yang saya mau pesankan sebagai bagian daripada apa yang kita sudah dengar? Ada hal yang sangat penting yang perlu kita tahu, bagaimana ini yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita. Ini yang Tuhan cari dalam kehidupan kita.
Karena itu saya mau berikan satu tema kepada kita semua pada pagi hari ini. Yuk, kita baca. Apa temanya?
- Good Fruit or No Fruit
Coba Saudara lihat, kan ada gambarnya pohon. Ada pohon yang hijau-hijau, ada yang gundul. Enakan lihat yang mana? Lihat enak yang hijau-hijau. Itulah yang Tuhan kehendaki. Yang hijau-hijau artinya yang berbuah baik. Katakan dengan saya: berbuah baik.
Ingat bagaimana Tuhan bilang kepada kita, dari buahnyalah satu pohon itu kita bisa tahu. Dari buahnyalah Saudara di sekitar kita, orang bisa tahu bagaimana kita. Boleh begitu dahsyat, semangatnya luar biasa, rohnya menyala-nyala, tetapi yang Tuhan dan orang sekitar kita lihat, yang dicari adalah buahnya.
Saya mau ajak kita membaca dari Lukas 13 ayat 6 sampai 9. Ayat ini menarik, dan kalau dikupas bisa begitu panjang, bisa begitu banyak hal. Yuk kita baca.
- Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi; aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” (Lukas 13:6-9)
Bilang kanan kiri: jangan sampai kita ditebang. Ayo bilang kanan kiri: jangan sampai kita ditebang. Amin. Jangan sampai kita ditebang!
Ini satu perumpamaan yang luar biasa, Saudara. Kalau Saudara baca, banyak sekali pesan-pesan Tuhan di dalamnya. Jadi ada seorang pemilik kebun anggur. Rupanya dia punya di situ pohon ara. Pohon ara ini berbicara tentang Saudara dan saya. Dan selama tiga tahun, pemilik kebun anggur itu datang ke sana, ke kebun anggurnya, cari buah daripada pohon ara ini. Didapat apa enggak? Enggak dapat.
Dia kesal, pemilik kebun anggurnya. Dia bilang sama pengurusnya, “Sudah, tebang saja sekarang.” Tetapi pengurus kebun anggurnya masih bela dia. “Jangan, Tuhan, kasih kesempatan lagi. Mulai tahun ini saya akan cangkul, saya akan pupuk. Kalau nanti tahun depan dia tidak juga berbuah, saya akan tebang.”
Bapak dan Ibu, ini menjadi pelajaran bagaimana buat saya, buat Saudara, menjadi pesan yang penting. Hari-hari ini kita sedang mempersiapkan kedatangan Tuhan untuk menjemput gereja. Yang percaya lambaikan tangan dan katakan amin. Ini yang sedang kita nanti-nantikan. Dan Tuhan mencari buah dalam kehidupan orang-orang percaya.
Tanaman ini sudah ditanam. Setiap tahun pemilik kebun anggur datang mencari buah. Tiga tahun. Waktu itu sebentar atau lama? Lama. Bapak dan Ibu, kita sudah diberikan begitu banyak kesempatan. Banyak kesempatan yang Tuhan berikan buat kita. Mungkin sudah ada yang 20 tahun jadi orang Kristen. Mungkin 15 tahun, mungkin 10 tahun, lama sekali. Dia datang kepada Saudara untuk cari buah dalam kehidupan Saudara. Baik itu buah pertobatan, buah Roh, buah jiwa-jiwa, buah kebaikan, buah keteladanan, macam-macam buah, Dia cari dalam kehidupan Saudara. Eh, ternyata enggak ketemu. Ini menjadi peringatan buat kita: bagaimana kehidupan kekristenan kita? Tuhan cari buah. Katakan amin. Tuhan cari buah dalam kehidupan Saudara.
Lalu dia bilang sama pengurus kebun anggur itu, “Sudah, tebang saja.” Kira-kira dia bilang begini: “Ngapain sih pohon ara ini tumbuh di kebunku bikin rugi. Sudah numpang tanam di kebun anggur, sudah mengisap air dari tanah, sudah mesti dibersihin lagi, diperhatikan, diefor, semuanya, eh ternyata enggak berbuah juga.”
Ini gambaran daripada jemaat Tuhan, Saudara. Kita sudah ke gereja, kita sudah dikasih pupuk, kita sudah dikhotbahin, kita sudah ikut cool, kita sudah didoakan, kita sudah diajak macam-macam, tetapi ternyata apa yang didapat? Tetap tidak berbuah. Tuhan mengingatkan kita.
Jadi yang pertama yang Tuhan pesankan buat kita adalah:
#1 Masih ada kesempatan
Siapa yang pagi ini bangun pagi? Ya, semua bangun pagi. Berarti setiap hari waktu Saudara bangun pagi, Saudara harus bersyukur. “Terima kasih Tuhan. Saya diberikan kehidupan. Saya diberikan kesehatan.” Itu menjadi ucapan syukur saya. Saya diberikan kesempatan. Saya diberikan kepercayaan. Saya diberikan kasih karunia.
Kita bersyukur kita masih diberikan kesempatan. Kalau hari ini kita ada, pagi ini kita ada, itu anugerah daripada Tuhan. Kesempatan yang masih Tuhan boleh berikan buat kita. Beri tepuk tangan buat Tuhan Yesus.
Jadi dia bilang sama pengurus kebun anggur, “Sudah, tebang aja.” Tapi pengurus kebun anggur itu masih membela dia. “Kasih dia waktu lagi.” Saudara, pergunakan kesempatan Saudara baik-baik.
Diberi kesempatan kira-kira sama pengurus kebun anggur itu berapa lama? Setahun lagi. Berarti waktunya pendek. Dan kita tahu, satu hari di hadapan Tuhan seperti seribu tahun, dan seribu tahun seperti satu hari. Waktu kita ini sebenarnya singkat sekali.
Kita ini menuju ke 2033. Waktunya tinggal tujuh tahun. Rasanya setahun itu begitu cepat. Kita masih ingat bagaimana Natal, bagaimana buka tahun 2026. Eh tahu-tahu sekarang sudah masuk bulan kelima, sebentar lagi keenam. Cepat sekali. Sebentar lagi Saudara, kita akan dalam perayaan Natal lagi, tahun baru lagi, rasanya begitu saja. Tahu-tahu masuk 2027. Berarti waktunya begitu singkat.
Pergunakan waktu yang kita miliki sebaik-baiknya.
- Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:9)
Haleluya!
Dia sabar. Dia tunggu Saudara. Dia enggak mau Saudara binasa. Dia sabar. Tetapi tentu ada batasnya juga. Kalau sampai nanti tahun depan, sesuai perumpamaan tadi, dia tidak berbuah, maka tebang juga.
Ini satu peringatan buat kita. Hidup kita harus berbuah. Dan buah yang bagaimana? Buah yang baik.
#2 Kita perlu dicangkul
Yang kedua, diapain? Dicangkul.
Dicangkul enak apa enggak? Enggak enak. Pasti sakit dicangkul. Ini pengurus kebun anggur bilang, “Tuan, saya akan cangkul tanaman ini, saya akan pupuk.” Rasanya enggak enak untuk dicangkul. Tapi mau tidak mau hidup kita ini perlu dicangkul, supaya kita menghasilkan buah yang lebat dan buah yang baik untuk Tuhan. Ini yang Tuhan kehendaki.
Gimana kita mau jadi saksi? Bagaimana kita mau jadi berkat kalau kita enggak ada buah pertobatan, kalau tidak ada buah Roh? Bagaimana kita mau lakukan itu buat orang lain? Kita sudah dengar bagaimana menjadi saksi, bagaimana ini semua, luar biasa baiknya, tetapi dimulai dari diri kita. Dimulai dari diri saya, saya harus berbuah dengan lebat.
Jadi dicangkul, Saudara. Apa yang dicangkul? Zona nyaman, Saudara. Kita rasanya, “Ah, sudah cukup doa. Cukup baca Firman satu hari satu pasal barangkali, atau mungkin satu ayat. Ah, sudah cukup. Ah, melayani mah sudah cukup begini. Ah, pergi ke gereja sudah cukup seperti ini.”
Hari-hari ini Tuhan mau bawa Saudara makin lebih, makin lebih, makin lebih sungguh-sungguh di dalam Tuhan. Katakan amin. Untuk itu kita perlu dicangkul.
Ego kita dicangkul.
Kesombongan kita dicangkul.
Iri hati kita dicangkul.
Amarah kita dicangkul.
Amin. Dicangkul dalam kehidupan kita. Itu yang Tuhan kehendaki.
Saya mau ajak kita baca:
- Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yohanes 12:24)
Haleluya!
Jadi kita mesti mati dari ego kita. Mati dari kehendak kita sendiri. Pada waktu kita mati dan siap untuk dicangkul, maka apa yang terjadi? Kita akan menghasilkan banyak buah.
Saya enggak pernah lupa perjalanan pelayanan saya bersama dengan Ibu Fanny. Tiga puluh tahun lebih kita melayani. Waktu itu kita masih menjadi diaken di Karsa Pemuda, melayani bersama dengan Bapak rohani kita, Pak Niko.
Pada waktu itu kita berdua berpikir begini: “Ah, sudahlah, cukup kita pelayanan sampai sebatas sini saja. Cukup sampai diaken saja. Enggak perlu lebih-lebih lagi.” Waduh, kita sudah capek. Tiap hari Sabtu kita turun dari Bogor ke Jakarta untuk doa bersama Pak Niko. Jam 5 subuh kita sudah berdoa, jam 4.30 kita sudah bangun, jam 4 kita sudah jalan. Rasanya menguras tenaga, waktu, semuanya. Nanti hari Minggunya kita balik lagi. Saya punya tugas ibadah 1, 2, 3, 4, dan 5. Jam 6 pagi ibadah pertama. Jadi saya mesti turun lagi dari subuh. Bertahun-tahun kita jalankan. Kita pikir, “Sudah cukup sampai sini saja.”
Tetapi jalan Tuhan bukan jalan kita. Kita boleh mikir-mikir, kita punya apa yang kita kehendaki, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkah kita. Amin.
Akhirnya Tuhan dorong dengan cara yang Dia sendiri mau, dan Dia bawa terus kepada pelayanan yang lebih, lebih, dan lebih lagi. Akhirnya ego kita dimatikan. Kehendak kita dimatikan. Keinginan daging kita dimatikan. Egoisme kita dimatikan. Akhirnya kita ikuti aliran daripada Tuhan. Dan puji Tuhan, kalau hari ini kita boleh dipercaya oleh Tuhan, dan tentu juga oleh Bapa rohani kita, untuk melayani di Kota Bogor, maka dari satu benih yang mati, tumbuh berbagai macam buah yang ada. Kasih tepuk tangan buat Tuhan Yesus Kristus.
Mari ini jadi pelajaran buat kita semuanya. Waktu ego kita dipapas, waktu kita dicangkul, waktu kita mati dari kehendak kita sendiri dan kehendak Tuhan yang jadi, Dia akan membawa Saudara lebih naik, lebih naik, lebih naik lagi. Lebih diberkati, lebih diberkati, lebih diberkati lagi. Lebih dipakai Tuhan, lebih dipakai lagi oleh Tuhan. Katakan amin.
Itu yang Tuhan mau bawa kepada kita pada hari-hari ini, Saudara.
Mari dari ayat-ayat yang kita dengar ini menjadi pesan buat kita semuanya. Karena kalau kita tidak berbuah, ingat Firman Tuhan katakan:
- Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. (Matius 3:10)
Saya percaya kalau saya tanya ada yang mau dibakar apa enggak, pasti enggak ada yang mau dibakar. Semuanya mau bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus.
Pergunakan waktu yang kita masih miliki, yang masih Tuhan sediakan buat kita. Pergunakan sebaik-baiknya supaya kita semuanya hidup berbuah.
#3 Tuhan mencari buah
Bagian terakhir, mari kita baca:
- Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5:22-23)
Saudara, ada berbagai macam buah. Buah Roh Tuhan cari dari Saudara. Buah pertobatan Tuhan cari dari hidup Saudara. Buah jiwa, Saudara bawa jiwa atau enggak? Siapa yang bawa jiwa? Amin.
Buah jiwa.
Buah keteladanan.
Kita harus jadi teladan. Saya harus jadi teladan. Saudara semua harus jadi teladan.
Menarik, kita semua didorong oleh Tuhan untuk memuridkan. Menjadi murid dan memuridkan. Katakan amin. Siapa yang siap untuk menjadi murid dan memuridkan? Amin.
Kita menjadi murid dan memuridkan. Pada waktu saya berbincang-bincang dengan Pak Himawan yang membawakan tentang keluarga, menarik bagaimana pengertian daripada murid dan memuridkan. Memuridkan berbicara mengenai kita berjalan bersama-sama. Jadi luar biasa kalau COOL punya tagline KTM: Kesatuan Hati, Tumbuh Bersama, Memenangkan Jiwa!
Kita tumbuh bersama! Jadi sama-sama semuanya. Saya bertumbuh, Saudara bertumbuh, kita semuanya harus bertumbuh bersama-sama, sehingga satu kali kelak, pada waktu Tuhan datang, kita semuanya bertemu dengan Dia.
Haleluya!
Penutup
Mari, pengurapan Tuhan dilepaskan buat kita. Pengurapan Roh Kudus yang ada dalam setiap hidup kita memampukan kita untuk berbuah yang baik. Tuhan cari buah. Dia tidak cari daun. Saya boleh pakai pakaian yang baik, Saudara boleh pakai pakaian baik, tapi itu semua cuma daun. Dan Tuhan bukan cari daun. Dia cari buah dalam kehidupan kita.
Bilang kanan kiri: Tuhan cari buah! Tuhan cari buah! Tuhan cari buah!
Amin!
Nyanyi:
Roh Kudus, Kau hadir di sini
Roh Kudus, kumengasihi-Mu
Kau lembut, Kau manis, Kaulah penghiburku
Penolongku diutus Bapa-Ku
Kubuka hati untuk Roh-Mu, Tuhan
Kubuka hati menyembah-Mu, Yesus
Jamahlah kami, penuhi kami
Dengan kuasa Allah Maha Tinggi
Video
- Pages using DynamicPageList3 parser function
- ArticleLink pages that already existed
- Khotbah
- Khotbah Sutadi Rusli
- Khotbah 2026
- Khotbah GBI Danau Bogor Raya
- Khotbah Pentecost Revival Week
- Pentecost Revival Week
- Unified info article
- Unified info article 2026
- Unified info khotbah
- Article 2026
- Klip video tanpa sumber
- Pesan Gembala
