Khotbah: 20260412-0930/SR: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
upd
 
Leo (bicara | kontrib)
k upd
Baris 49: Baris 49:
Jadi selama 40 hari itu Dia membuktikan kepada banyak orang, kepada para murid-Nya, bahwa Dia betul-betul hidup. Tapi bukan itu saja yang Dia lakukan selama 40 hari. Dia juga berkeliling ke mana-mana untuk mengunjungi para murid-Nya. Selain membuktikan bahwa Dia Allah yang hidup, Dia juga mau memulihkan mereka dari kekecewaan, dari segala gundah-gulana dalam hati mereka, dari setiap pengharapan mereka yang ternyata tidak terjadi sesuai dengan harapan mereka.
Jadi selama 40 hari itu Dia membuktikan kepada banyak orang, kepada para murid-Nya, bahwa Dia betul-betul hidup. Tapi bukan itu saja yang Dia lakukan selama 40 hari. Dia juga berkeliling ke mana-mana untuk mengunjungi para murid-Nya. Selain membuktikan bahwa Dia Allah yang hidup, Dia juga mau memulihkan mereka dari kekecewaan, dari segala gundah-gulana dalam hati mereka, dari setiap pengharapan mereka yang ternyata tidak terjadi sesuai dengan harapan mereka.


Pagi ini saya mau sampaikan satu tema yang saya ambil dari Lukas 24 ayat 13 sampai 35. Saudara tidak perlu baca karena ini bagian yang panjang, tetapi ini tema yang saya mau bagikan. Kita baca sama-sama: '''Kleopas dan …?'''
Pagi ini saya mau sampaikan satu tema yang saya ambil dari {{sabdaweb2v|Lukas 24:13-35}}. Temanya, kita baca sama-sama: '''Kleopas dan …?'''


Kenapa judulnya saya kasih tanda tanya? Saya ulangi sedikit ceritanya. Pada waktu Yesus Kristus bangkit, berita itu sudah tersebar ke mana-mana dan didengar oleh para murid-Nya. Tetapi rupanya ada yang masih ragu-ragu. Mereka belum percaya sepenuhnya apa yang benar-benar sedang terjadi.
Kenapa judulnya saya kasih tanda tanya? Saya ulangi sedikit ceritanya. Pada waktu Yesus Kristus bangkit, berita itu sudah tersebar ke mana-mana dan didengar oleh para murid-Nya. Tetapi rupanya ada yang masih ragu-ragu. Mereka belum percaya sepenuhnya apa yang benar-benar sedang terjadi.

Revisi per 13 April 2026 09.32

Seperti Kleopas dan rekannya, orang percaya sering berjalan dalam kekecewaan ketika jalan Tuhan tidak sesuai dengan harapan mereka, padahal jalan manusia memang bukan jalan Tuhan. Kekecewaan membuat wajah muram, perkataan menjadi negatif, dan sukacita hilang, tetapi Tuhan yang hidup datang secara pribadi untuk mendengar curhat kita, menegur lewat Firman, bersekutu, dan memulihkan hati yang terluka. Karena itu setiap kita dipanggil untuk menerima proses Tuhan, dipulihkan oleh-Nya, lalu kembali menjadi saksi dan berkat bagi banyak orang.

Shalom dan selamat pagi. Semua diberkati oleh Tuhan? Semua sehat-sehat? Tetap semangat? Tetap on fire? Amin! Semangat! Semangat! Semangat!

Minggu lalu kita sudah memperingati ibadah Jumat Agung, dan hari Minggunya kita juga memperingati ibadah Paskah, yaitu kita memperingati kejadian 2.000 tahun yang lalu, di mana Yesus Kristus yang orang banyak pikir sudah dikubur dan tidak dapat berbuat apa-apa, ternyata Dia adalah Allah kita yang bangkit. Dia Allah kita yang hidup. Dia Allah kita yang hidup. Dia Allah kita yang hidup. Amin!

Puji Tuhan. Biarlah ini ada di dalam hidup Saudara, bahwa kita memiliki bukan Allah yang mati, tetapi Allah kita yang hidup. Sekali lagi, siapa nama-Nya? Tuhan Yesus. Puji Tuhan!

Pada waktu Dia sudah bangkit, apa yang dilakukan-Nya? Selama 40 hari Dia berjalan berkeliling untuk melakukan apa? Untuk membuktikan bahwa Dia adalah Allah kita yang hidup.

Nyanyi:

Sebab Dia hidup, ada hari esok
Sebab Dia hidup, ku tak gentar
Karena ku tahu Dia pegang hari esok
Hidup jadi berarti sebab Dia hidup

Jadi selama 40 hari itu Dia membuktikan kepada banyak orang, kepada para murid-Nya, bahwa Dia betul-betul hidup. Tapi bukan itu saja yang Dia lakukan selama 40 hari. Dia juga berkeliling ke mana-mana untuk mengunjungi para murid-Nya. Selain membuktikan bahwa Dia Allah yang hidup, Dia juga mau memulihkan mereka dari kekecewaan, dari segala gundah-gulana dalam hati mereka, dari setiap pengharapan mereka yang ternyata tidak terjadi sesuai dengan harapan mereka.

Pagi ini saya mau sampaikan satu tema yang saya ambil dari Lukas 24:13-35. Temanya, kita baca sama-sama: Kleopas dan …?

Kenapa judulnya saya kasih tanda tanya? Saya ulangi sedikit ceritanya. Pada waktu Yesus Kristus bangkit, berita itu sudah tersebar ke mana-mana dan didengar oleh para murid-Nya. Tetapi rupanya ada yang masih ragu-ragu. Mereka belum percaya sepenuhnya apa yang benar-benar sedang terjadi.

Pada hari itu juga ada dua orang murid Tuhan Yesus. Yang satu namanya Kleopas. Yang satu lagi Alkitab memang tidak mencatat namanya. Karena itulah saya memperkirakan, nama yang tidak dicatat itu menjadi sesuatu untuk hidup kita. Maka saya katakan: Kleopas dan ...?, yaitu:

  • Kleopas dan saya
  • Kleopas dan Saudara masing-masing
  • Isi titik-titik itu dengan nama Saudara masing-masing.

Jadi ini gambaran perjalanan orang-orang percaya, Saudara dan saya.

Pada waktu itu mereka berdua sedang berjalan keluar dari kota Yerusalem menuju ke satu kota yang namanya Emaus. Kenapa mereka mesti keluar? Sementara murid-murid yang lain ada yang tetap bertahan di Yerusalem. Tapi mereka justru keluar dari Yerusalem, menuju ke Emaus.

Dalam perjalanan itu mereka bercakap-cakap dengan wajah muram, dengan kata-kata yang tidak membangun, dengan nada yang pesimis. Tiba-tiba Yesus hadir di tengah-tengah mereka. Tetapi mereka tidak tahu. Padahal lebih dari tiga tahun mereka bersama-sama dengan Yesus, tetapi saat itu mereka tidak mengenali-Nya. Ada sesuatu yang menutup mata mereka, sehingga mata rohani mereka tidak melihat.

Mereka terus berjalan dan terus bercakap-cakap. Lalu Tuhan mulai memberikan Firman. Tuhan menegur mereka ketika mereka berkata, “Rupanya Bapak ini orang asing ya? Masa tidak tahu apa yang terjadi di Yerusalem?” Mereka lalu menceritakan semuanya. Dan Yesus mulai menjelaskan kebenaran mengenai diri-Nya yang tercatat dalam seluruh Kitab Suci.

Lalu mereka sampai di kota itu, kemungkinan di salah satu rumah milik Kleopas atau rekannya. Yesus seolah-olah mau berjalan terus, tetapi mereka menahan-Nya dan berkata, “Sudah, jangan. Tinggallah di sini dulu, karena hari sudah mulai malam.

Lalu mereka duduk bersama. Makanan disiapkan, roti pun disiapkan. Dan apa yang terjadi? Pada waktu Yesus menerima roti itu, Dia mengucapkan berkat, lalu memecah-mecahkannya dan mulai membagikannya. Sejak saat itu mata mereka terbuka. Mereka berkata, “Oh, ini ternyata Tuhan. Apa yang dikatakan orang-orang bahwa Yesus bangkit itu ternyata benar. Dia ada bersama-sama dengan kita.

Begitu mereka mau berbicara lebih lanjut, Yesus sudah tidak ada. Tetapi mereka mengalami sukacita yang besar. Hati mereka berdebar-debar. Dan Firman Tuhan mencatat bahwa mereka langsung kembali ke Yerusalem untuk menceritakan kepada murid-murid yang lain. Mereka bertemu dengan sebelas murid, dan mereka berkata, “Betul, Yesus sudah bangkit. Kita sudah bertemu dengan Dia.

Dari Yerusalem menuju Emaus, lalu balik lagi ke Yerusalem. Itu perjalanan mereka. Dan itu juga gambaran perjalanan hidup saya dan hidup Saudara.

Apa yang Tuhan pesankan melalui ayat-ayat ini?

#1 Jalanmu bukan jalan-Ku

Mari kita baca sama-sama:

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. (Yesaya 55:8)

Jalan kita ternyata bukan jalan Tuhan. Setuju? Jalan kita bukan jalannya Tuhan.

Kleopas dan rekannya mengalami kekecewaan. Mereka punya pengharapan besar kepada Yesus. Mereka berharap Yesus akan membebaskan Israel. Mereka sudah melihat begitu banyak mujizat, mereka punya ekspektasi yang besar, tetapi yang terjadi justru terbalik 180 derajat. Yesus mati di kayu salib, disiksa, dianiaya, lalu masuk ke dalam kubur. Mereka pikir cerita sudah selesai. Pengharapan mereka habis. Mereka kecewa.

Ini juga sering terjadi dalam hidup kita. Kita sudah berdoa, punya harapan besar: keluarga dipulihkan, usaha diberkati, hidup dibukakan jalan. Kita punya pengharapan dan itu tidak salah. Saya juga begitu. Kita berdoa. Tetapi kadang-kadang yang terjadi kok berbeda dari yang kita harapkan. Siapa yang pernah mengalami seperti ini?

Kita minta A, ternyata yang datang bukan A, bahkan rasanya seperti Z, putar balik sama sekali.

Saya pernah dengar kesaksian seorang ibu yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan. Ia punya suami yang masih jauh dari Tuhan, tidak mau ke gereja, tidak percaya. Sebagai seorang istri yang penuh hadirat Tuhan, ia ingin memenangkan suaminya. Betul atau benar? Kita semua mau memenangkan pasangan kita, keluarga inti kita, keluarga besar kita. Itu tidak salah.

Ibu ini berdoa sungguh-sungguh setiap hari, setiap malam: “Tuhan, tolong pulihkan keluarga saya. Biar suami saya datang bertekuk lutut mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan.” Tetapi bertahun-tahun tidak ada jawaban. Rasanya ia sudah putus asa.

Sekali waktu, suaminya mengalami kecelakaan yang cukup parah dan harus masuk ICU. Sebagai seorang istri, ia bisa saja komplain kepada Tuhan: “Tuhan, saya berdoa supaya suami saya bertobat, tapi kenapa yang terjadi justru seperti ini?” Rasanya tidak sesuai dengan doanya.

Tetapi justru melalui peristiwa itu, suaminya menjadi orang percaya dalam nama Yesus Kristus. Melalui peristiwa itu suaminya bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Percaya tidak percaya kuasa Tuhan?

Saudara, berapa sering kita mengalami seperti itu? Kita berdoa seperti ini, tetapi Tuhan menjawab dengan cara yang berbeda. Sekali lagi Tuhan ingatkan: jalan kita bukan jalan Tuhan. Kita boleh pikir apa saja, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkah kita.

Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya. (Amsal 16:9)

Langkah kita Tuhan yang menentukan. Kita boleh merancang, tetapi Tuhan punya kedaulatan penuh untuk menentukan jalan hidup kita. Dan pasti jalan-Nya adalah jalan yang terbaik. Rancangan Tuhan pasti rancangan yang terbaik.

Masa depan Saudara dan saya adalah masa depan yang penuh pengharapan. Ayo katakan: masa depan saya penuh pengharapan!

Jadi mari kita belajar menerima apa yang Tuhan izinkan. Apa pun yang Tuhan izinkan, kita bisa berkata: “Terima kasih Tuhan, semuanya baik.” Bisa katakan itu? “Terima kasih Tuhan, semuanya baik.” Karena kita percaya semuanya baik.

#2 Kekecewaan membuat wajah muram, perkataan negatif, dan kehilangan damai sejahtera

Kleopas dan rekannya adalah orang-orang yang kecewa. Mereka gundah-gulana, seperti anak ayam kehilangan induk. Kalau kita baca Lukas 24:13-35, mereka berbicara dengan nada yang tidak enak, pesimis, dan wajahnya muram.

Ternyata ciri orang yang kecewa itu apa?

  1. Mukanya muram
  2. Lihat kanan kiri sejenak. Ada enggak yang mukanya muram?

    Waktu Kain mempersembahkan korban bakarannya dan Tuhan tidak menerimanya, dia marah sekali. Dia kecewa kepada Tuhan, kecewa kepada adiknya Habel, mungkin juga kecewa kepada Adam dan Hawa. Dan Alkitab berkata mukanya muram.

    Jadi kalau ada kekecewaan dalam hati, salah satu cirinya adalah wajah yang muram.
  3. Bicaranya negatif
  4. Kalau saya sudah ketemu orang yang ngomongnya negatif terus, pesimis terus, “Ah, enggak mungkin keluarga saya dipulihkan. Enggak mungkin sakit penyakit saya sembuh.” Saya tahu, ada sesuatu yang belum beres di dalam hatinya.

    Dengar baik-baik: Hidup dan mati dikuasai lidah. Barangsiapa menggemakannya, akan makan buahnya.

    Hari-hari ini goncangan sedang begitu besar, dan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan. Tetapi justru dalam kondisi seperti ini orang Kristen harus tampil menjadi terang. Kalau kita juga bicaranya pesimis, negatif, lalu apa bedanya?

    Mulai pagi ini kita perkatakan kebenaran Firman Tuhan. Kita perkatakan bahwa Yesus Kristus adalah Allah kita yang bangkit. Dia pasti pulihkan keluarga saya. Dia pasti pulihkan ekonomi saya. Dia pasti sembuhkan sakit penyakit saya!

    Mulai hari ini jangan bicara yang pesimis lagi. Jangan. Kita bicara kebenaran Firman Tuhan. Kita bicara masa depan di mana Tuhan pasti menolong setiap kita. Siap?

    Keluarga saya pasti dipulihkan.
    Sakit penyakit saya, oleh kuasa bilur Yesus, pasti sembuh.
    Usaha saya pasti diberkati Tuhan.

    Ada banyak kesaksian dari orang-orang yang belajar memperkatakan kebenaran, dan apa yang mereka tabur lewat perkataan itu menjadi kenyataan. Keluarga dipulihkan, ekonomi diberkati, sakit penyakit disembuhkan.
  5. Kehilangan damai sejahtera dan sukacita
  6. Orang yang kecewa kehilangan damai sejahtera. Kehilangan sukacita.

    Padahal sukacita dalam Tuhan adalah kekuatan kita.

    Saya suka perhatikan waktu worship leader mengajak jemaat, “Mari kita puji Tuhan, angkat tangan, tepuk tangan.” Tapi kadang ada juga yang tidak merespons. Maaf ya, itu di gereja lain, bukan di sini. Kalau di sini semuanya angkat tangan, semuanya bersukacita. Benar atau enggak?

    Sekali lagi beri tepuk tangan buat Dia.

#3 Bagaimana Tuhan memulihkan?

Sekarang pertanyaannya: bagaimana Tuhan bisa memulihkan mereka?

  1. Dia datang secara khusus
  2. Dia khusus datang kepada mereka. Hari ini juga Dia mau datang secara khusus kepada setiap kita. Siapa yang mau dikunjungi Tuhan?

    Murid-murid-Nya rindu dikunjungi Tuhan. Saudara dan saya juga perlu dikunjungi Tuhan.

    Kleopas dan rekannya dikunjungi Tuhan. Tujuh murid yang kembali ke Danau Galilea juga dikunjungi Tuhan. Mereka yang tadinya dipanggil menjadi penjala manusia, lalu balik lagi menjadi penjala ikan, juga dipulihkan oleh Tuhan.

    Hari ini kita perlu pemulihan dari Tuhan. Dia mau mengunjungi setiap Saudara. Buka hati kita.
  3. Dia mendengar curhat mereka
  4. Kleopas dan rekannya curhat. Mereka bicara terus. Mereka keluarkan isi hati mereka.

    Saudara, ayo kita curhat sama Tuhan. Kita jujur di hadapan Tuhan. “Ini loh Tuhan, saya tidak sanggup hadapi ini. Saya tidak bisa hadapi ini.

    Kita punya Bapa yang baik. Siapa yang tahu Dia Bapa yang baik? Kita semua tahu Dia Bapa yang baik.

    Karena itu curhatlah kepada Dia. Apa pun kebutuhan Saudara, naikkan kepada Tuhan.
  5. c. Dia menegur dengan Firman
  6. Waktu kita buka hati dan curhat, bisa saja Tuhan menegur kita lewat Firman. Dia bilang, “Kamu masih begini. Kamu mesti begini.” Mungkin Dia menegur kita. Tidak apa-apa. Semua itu baik buat kita. Siapa yang mau ditegur oleh Tuhan? Kalau kita masih ditegur, berarti Tuhan masih peduli. Kalau sudah didiamkan, itu yang berbahaya.
  7. Dia bersekutu dengan mereka
  8. Sampai di rumah Kleopas atau tempat di Emaus itu, disiapkan makanan, roti, lalu Tuhan mengucap syukur, memecah-mecahkan roti, dan membagikannya. Saat itulah mata mereka terbuka.

    Sebentar lagi kita masuk Perjamuan Kudus. Perjamuan Kudus adalah persekutuan dengan Tuhan. Mari masuk dengan hati yang benar supaya kita mengalami pemulihan.

    Dan ketika Kleopas dan rekannya dipulihkan oleh Tuhan, mereka balik lagi ke Yerusalem.
  9. Dipulihkan untuk menjadi berkat
  10. Siapa yang sudah dipulihkan dan mau jadi berkat? Amin.

    Kita sudah dipulihkan Tuhan, dan kita mau jadi berkat.

    Mari kita baca:

    Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap, dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim di antara kamu. Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib. Dan umat-Ku tidak akan mendapat malu lagi untuk selama-lamanya. Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di tengah-tengah orang Israel dan bahwa Akulah TUHAN, Allahmu, dan tidak ada yang lain. Dan umat-Ku tidak akan mendapat malu lagi untuk selama-lamanya. (Yoel 2:25-27)

Haleluya! Katakan: “Terima kasih Tuhan!” Dia mau pulihkan kita. Dia mau pulihkan kita sebelum Dia datang menjemput gereja-Nya. Dia mau kita semua dipulihkan oleh Dia sendiri.

Amin!

Video