Khotbah: 20260322-0930: Perbedaan antara revisi
upd |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 120: | Baris 120: | ||
Anak-anak rohani itu gampang tertipu oleh nabi-nabi palsu yang memanipulasi mereka. Sayang sekali. | Anak-anak rohani itu gampang tertipu oleh nabi-nabi palsu yang memanipulasi mereka. Sayang sekali. | ||
* Tahun yang lalu ada seorang yang mengaku mendapat suara Tuhan. Orang ini berasal dari Ghana. Namanya Ebo Noah. <p>Katanya Tuhan kasih tahu sama dia bahwa tanggal 25 Desember tahun lalu itu akan terjadi air bah. Itulah sebabnya dia membangun bahtera. Apakah ada yang percaya? Ada. Bahkan banyak. Karena berpikir dunia akan kiamat tanggal 25 Desember, mereka kemudian menjual barang-barang mereka, uang mereka dikasih kepada Ebo Noah, dan oleh Ebo Noah uang yang banyak itu dibelikan mobil ''Mercedes-Benz''.</p><p> Katanya mau kiamat, tapi kok dia beli mobil? Ternyata tanggal 25 Desember kemarin tidak terjadi air bah, tidak terjadi kiamat, Saudara-saudara. Akhirnya Ebo Noah meralat. Dia bilang kiamat ditunda. Jadi banyak yang percaya sama Ebo Noah. Kenapa mereka percaya? Karena mereka kanak-kanak rohani. Saya percaya kalau kita dewasa rohani, dengar bualan daripada Ebo Noah, kita tidak akan terpengaruh.</p> | |||
* Sebelumnya, di Afrika, ada seorang pendeta namanya Yosua Melakela dari Johannesburg, Afrika Selatan, juga mengaku mendengar suara Tuhan. <p>Tuhan bicara sama dia katanya bahwa ''rapture'' akan terjadi pada tanggal 23 atau 24 September. Apakah ada yang percaya? Ada. Ternyata banyak juga yang percaya. Dan pada tanggal 23, 24 September itu pengikut-pengikutnya mereka masuk ke dalam hutan lalu mereka menyembah di dalam hutan menanti Yesus datang. Ternyata 23, 24 September Yesus tidak datang. Lalu Yosua meralat. Katanya dia salah lihat kalender. Harusnya tanggal 7 atau 8 Oktober.</p> | |||
Katanya mau kiamat, tapi kok dia beli mobil? Ternyata tanggal 25 Desember kemarin tidak terjadi air bah, tidak terjadi kiamat, Saudara-saudara. Akhirnya Ebo Noah meralat. Dia bilang kiamat ditunda. Jadi banyak yang percaya sama Ebo Noah. Kenapa mereka percaya? Karena mereka kanak-kanak rohani. Saya percaya kalau kita dewasa rohani, dengar bualan daripada Ebo Noah, kita tidak akan terpengaruh. | * Bukan hanya di Afrika. Pernah juga terjadi di Bandung ada seorang pendeta yang meramalkan. Katanya Tuhan bicara sama dia bahwa ''rapture'' akan terjadi, Yesus akan datang pada tanggal 10 November tahun 2003. <p>Apakah ada yang percaya? Ada. Pada tanggal 10 November, 282 orang pengikutnya mereka kumpul di sebuah rumah di Bale Endah, Bandung. Mereka menyembah, mereka puasa menantikan Yesus datang. Apakah Yesus datang? Ternyata ada yang datang memang, tapi bukan Yesus. Polisi yang datang nangkap mereka.</p> | ||
Saudara lihat, ini contoh-contoh nabi-nabi palsu yang memanipulasi Firman Tuhan untuk menyesatkan banyak orang. Kalau kita ini tidak dewasa rohani, kita gampang sekali tersesat dan tertipu oleh nabi-nabi palsu itu. Karena itu, Saudara, kita harus hati-hati. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus bertumbuh dewasa dalam Tuhan. | Saudara lihat, ini contoh-contoh nabi-nabi palsu yang memanipulasi Firman Tuhan untuk menyesatkan banyak orang. Kalau kita ini tidak dewasa rohani, kita gampang sekali tersesat dan tertipu oleh nabi-nabi palsu itu. Karena itu, Saudara, kita harus hati-hati. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus bertumbuh dewasa dalam Tuhan. | ||
| Baris 130: | Baris 128: | ||
=== Mengenali nabi palsu === | === Mengenali nabi palsu === | ||
Bagaimana kita bisa mengenal nabi-nabi palsu? Ada empat tanda nabi palsu. | Bagaimana kita bisa mengenal nabi-nabi palsu? Ada empat tanda nabi palsu. | ||
# Yang pertama, ajarannya tidak sesuai dengan Alkitab ({{sabdaweb2v|Galatia 1:8}}). Jadi kalau ada hamba Tuhan, pendeta yang khotbah, ajarannya tidak sesuai Alkitab, jelas itu adalah nabi palsu. | # Yang pertama, ajarannya tidak sesuai dengan Alkitab ({{sabdaweb2v|Galatia 1:8}}). <p>Jadi kalau ada hamba Tuhan, pendeta yang khotbah, ajarannya tidak sesuai Alkitab, jelas itu adalah nabi palsu.</p> | ||
# Yang kedua, menyangkal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat ({{sabdaweb2v|Yohanes 14:6}}). Jadi kalau ada pendeta yang menyatakan Yesus bukan Juru Selamat, Yesus bukan Tuhan, jelas itu nabi palsu. | # Yang kedua, menyangkal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat ({{sabdaweb2v|Yohanes 14:6}}). <p>Jadi kalau ada pendeta yang menyatakan Yesus bukan Juru Selamat, Yesus bukan Tuhan, jelas itu nabi palsu.</p> | ||
# Yang ketiga, nubuatannya tidak terjadi ({{sabdaweb2v|Ulangan 18:22}}). Seperti contoh Ebo Noah dan Yosua Melakela. Ini jelas nabi palsu. | # Yang ketiga, nubuatannya tidak terjadi ({{sabdaweb2v|Ulangan 18:22}}). <p>Seperti contoh Ebo Noah dan Yosua Melakela. Ini jelas nabi palsu.</p> | ||
# Yang keempat, buahnya tidak baik ({{sabdaweb2v|Matius 7:15-16}}). Yang ada bukan buah Roh, tapi kehidupannya penuh dengan buah-buah kedagingan. | # Yang keempat, buahnya tidak baik ({{sabdaweb2v|Matius 7:15-16}}). <p>Yang ada bukan buah Roh, tapi kehidupannya penuh dengan buah-buah kedagingan.</p> | ||
Saudara, jangan sampai kita ini tersesat oleh nabi-nabi palsu itu. Mari kita harus bertumbuh dewasa di dalam Tuhan. | Saudara, jangan sampai kita ini tersesat oleh nabi-nabi palsu itu. Mari kita harus bertumbuh dewasa di dalam Tuhan. | ||
Revisi per 29 Maret 2026 11.41
| Ringkasan Khotbah | |
|---|---|
| Ibadah | Ibadah Raya |
| Tanggal | Minggu, 22 Maret 2026 |
| Gereja | GBI Danau Bogor Raya |
| Lokasi | Grha Amal Kasih |
| Kota | Bogor |
| Video | YouTube |
| Khotbah lainnya | |
| |
| |
Kedewasaan rohani adalah kebutuhan, bukan pilihan, karena orang percaya dipanggil bukan hanya untuk diselamatkan tetapi juga untuk bertumbuh menjadi dewasa di dalam Tuhan. Kedewasaan rohani terlihat dari perubahan attitude, kemampuan membedakan yang baik dan yang jahat, serta keteguhan untuk tidak mudah terseret ajaran sesat, dan semua itu membutuhkan disiplin pribadi dalam membaca Firman, berdoa, dan menerima pembentukan Tuhan. Setiap kita harus mengambil tanggung jawab pribadi untuk bertumbuh, supaya hidup semakin menyenangkan hati Tuhan dan menjadi kesaksian bagi banyak orang.
Shalom, senang kita bisa bertemu dan beribadah bersama-sama di dalam ibadah yang luar biasa pada pagi ini.
Khotbah saya pagi ini berjudul Spiritual Maturity, Kedewasaan Rohani. Bapak, Ibu, Tuhan memanggil kita bukan hanya supaya kita datang menerima keselamatan dari Tuhan, tetapi Alkitab juga berkata bahwa Tuhan ingin supaya kita mengalami kedewasaan rohani, bertumbuh rohani di dalam Tuhan. Dan kedewasaan rohani bukan sebuah pilihan, tetapi sebuah kebutuhan.
Saudara tidak bisa memilih mau dewasa atau tetap kanak-kanak. Kenapa? Karena kedewasaan rohani adalah sebuah kebutuhan Saudara. Ada banyak manfaat yang akan Saudara dapatkan kalau Saudara bertumbuh dewasa dalam Tuhan. Sebaliknya, kalau Saudara tetap kanak-kanak rohani, maka ada banyak kerugian yang Saudara akan alami. Itulah sebabnya ini adalah sebuah keharusan. Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus bertumbuh dewasa di dalam Tuhan.
Apa sih manfaatnya kalau kita bertumbuh dewasa dalam Tuhan? Apa gunanya? Apa keuntungannya?
- Kristus itulah yang kami beritakan kepada setiap orang. Kami mengingatkan dan mengajarkan mereka semuanya dengan segala kebijaksanaan. Tujuan kami ialah supaya setiap orang dapat dibawa kepada Allah sebagai orang yang dewasa dalam hal-hal rohani karena sudah bersatu dengan Kristus. (Kolose 1:28 BIS)
Ayat yang kita baca ini adalah sebagian kecil daripada surat yang ditulis oleh Paulus atas ilham Roh Kudus, yang dikirimkan kepada jemaat Kolose pada waktu itu. Di dalam surat ini Paulus menyampaikan pesan bahwa Kristus yang dia beritakan, dia ajarkan kepada jemaat dengan penuh kebijaksanaan, punya tujuan. Tujuannya adalah supaya semua orang itu dibawa kepada Tuhan menjadi orang-orang yang dewasa dalam hal rohani.
Dan inilah juga sebenarnya tujuannya. Setiap saat kita dengar khotbah, setiap minggu kita dengar Firman Tuhan, punya tujuan. Tujuannya adalah supaya kita semuanya bisa bertumbuh dewasa di dalam Tuhan. Katakan amin.
Nah, Saudara-saudara yang kekasih, apa sih manfaatnya? Apa untungnya kalau kita ini dewasa di dalam Tuhan?
#1 Kedewasaan rohani mengubah attitude kita semakin hari semakin baik
Orang yang sudah dewasa rohani pasti attitude-nya, sikapnya kepada orang lain, lebih baik, lebih sopan, lebih berakhlak, lebih berbudi, lebih hormat, lebih respek kepada orang lain. Kalau dia tidak bertumbuh dewasa dalam Tuhan, maka pasti attitude-nya jadi kurang baik kepada orang lain.
- Karena itu sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. (Kolose 3:12)
Saudara-saudara, jemaat Kolose ini sebenarnya jemaat yang baru. Mereka baru jadi orang Kristen. Tapi walaupun mereka baru jadi orang Kristen, mereka bertumbuh rohani, dewasa rohani. Nah, Paulus menasihatkan mereka sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan, yang dikasihi-Nya, yang sudah bertumbuh, yang sudah dewasa, maka kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran.
Artinya, attitude ini harus ada dalam kehidupan mereka sebagai orang Kristen, orang percaya yang sudah bertumbuh di dalam Tuhan. Sebelumnya, Saudara-saudara tahu tidak, jemaat Kolose ini sebelum mereka jadi orang Kristen, attitude-nya kurang baik. Kalau kita baca dalam Kolose 3:5, 8-9, mereka ini orang-orang yang suka kepada:
- percabulan,
- kenajisan,
- hawa nafsu,
- nafsu jahat,
- serakah,
- suka marah,
- geram,
- hidup dalam kejahatan,
- suka memfitnah,
- kata-kata kotor keluar dari mulut mereka.
- Mereka suka berdusta.
Itu dulu, waktu mereka belum percaya. Nah, sekarang setelah menjadi orang percaya dan sudah bertumbuh di dalam Tuhan, mereka harus punya attitude yang lain, yang lebih baik. Seperti itulah harusnya kehidupan orang yang dewasa di dalam Tuhan.
- Sikap kita kepada orang lain harusnya lebih baik. Katakan amin.
- Lebih sopan. Katakan amin.
- Lebih rendah hati. Katakan amin.
- Lebih respek kepada orang lain.
- Apalagi dalam keluarga. Istri harus lebih hormat kepada suami.
- Suami pun demikian, harus lebih mengasihi istri.
- Anak tentunya harus lebih sopan, tidak kurang ajar, lebih hormat kepada orang tua.
- Demikian juga orang tua harus lebih memperhatikan, lebih melindungi, lebih menjaga anaknya.
Jadi, Saudara, dalam keluarga attitude kita tampak menjadi semakin baik. Di dalam gereja apalagi, di marketplace apalagi. Sehingga ketika orang melihat attitude kita yang berubah semakin hari semakin baik, kita akan jadi kesaksian bagi banyak orang. Nama Tuhan dimuliakan, diagungkan, dipuji. Katakan amin!
Dan kita tidak perlu bersaksi kepada orang dengan banyak kata. Cukup mereka melihat attitude kita, hidup kita sudah jadi kesaksian. Tahu tidak, Bapak, Ibu, bahwa dunia itu—teman-temanmu yang orang dunia itu, yang tidak percaya Tuhan—mereka mungkin tidak pernah baca Alkitab. Mereka tidak tahu kalau di dalam Alkitab itu ada ayat yang berkata:
- Janganlah kamu membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki. (1 Petrus 3:9a)
Tetapi ketika mereka melihat kehidupan Saudara—ketika orang berbuat jahat kepada Saudara, Saudara tidak membalas; orang caci maki Saudara, Saudara tidak balas—maka mereka akan melihat, “Ternyata hidup orang percaya seperti itu ya, attitude-nya seperti itu ya.” Dan ini akan menjadi kesaksian bagi banyak orang.
Cuma kan kadang kala kita tidak seperti itu. Kadang kala ketika orang jahatin kita, orang caci maki kita, kita balas ngumpat. Bahkan lebih kasar. Orang jahat sama kita, kita pulang ke rumah, kita ambil golok, kita mau balas dendam. Saudara-saudara, makanya hidup kita tidak pernah jadi kesaksian.
Nah, Saudara, teman-temanmu yang bukan Kristen mungkin mereka tidak pernah baca Alkitab. Mereka tidak tahu kalau di dalam Alkitab itu ada ayat yang berkata: hendaklah kamu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tapi ketika mereka melihat kehidupanmu yang tidak arogan—sukses, berhasil, tetapi tidak arogan—tetap rendah hati; ketika orang kasar sama Saudara, Saudara tetap sabar, maka mereka akan melihat, “Oh, begitu ya kehidupannya orang Kristen.” Dan hidup Saudara akan jadi kesaksian bagi banyak orang. Katakan amin.
Jadi kedewasaan rohani itu membuat kita punya attitude semakin baik. Kedewasaan rohani itu tidak diukur dari bagaimana gemerlapnya kita di panggung pelayanan, tetapi dilihat dari transformasi attitude kita.
Kadang kala kita suka salah dalam menanggapi tentang kedewasaan rohani. Kita pikir bahwa orang-orang yang sudah dewasa rohani itu adalah orang-orang yang hebat di panggung pelayanan. Dulu dia tidak bisa melayani. Sekarang dia sudah melayani. Bahkan dipakai Tuhan. Wah, itu orang sudah dewasa rohaninya. Keliru, Saudara-saudaraku.
Sebenarnya yang menjadi ukuran kedewasaan rohani seseorang itu tidak dilihat dari gemerlapnya dia di panggung pelayanan, tetapi dilihat dari transformasi attitude-nya. Kalau attitude-nya tidak pernah berubah-ubah, walaupun dia hebat di panggung pelayanan, sebenarnya dia belum dewasa rohani.
Kan banyak yang seperti itu, Saudara-saudaraku. Luar biasa di panggung pelayanan, tapi ternyata attitude-nya menyebalkan. Attitude-nya tidak jadi kesaksian. Di rumah dia suka pukul istrinya. Di rumah dia suka bentak orang tuanya. Tapi kalau pelayanan, hebat. Maka saya mau bilang, orang seperti ini sebenarnya belum dewasa rohaninya.
Luar biasa kalau pelayanan. Tapi di marketplace dia nipu orang. Di marketplace dia bawa lari uang orang. Di marketplace dia korupsi di perusahaan. Berarti, Saudara, dia belum dewasa rohaninya. Jadi kedewasaan rohani tidak diukur dari panggung pelayanan, tetapi diukur dari transformasi attitude yang terjadi dalam hidupnya.
#2 Kedewasaan rohani membuat kita tidak terseret pada ajaran sesat
Kalau kita dewasa rohani, maka kita tidak akan mudah disesatkan oleh nabi-nabi palsu. Ada ayatnya:
- Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan. (Efesus 4:14)
Nah, ayat ini mau menyampaikan pesan kepada kita. Anak-anak itu gampang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran. Sekarang banyak sekali pengajaran. Ada jutaan pengajaran. Kalau Saudara buka YouTube, di YouTube itu ada jutaan khotbah, jutaan pengajaran yang tidak difilter, tidak disaring. YouTube tidak pernah kasih notice, “Jangan nonton ini, ini sesat.” Tidak ada notice dari YouTube. Pokoknya semuanya disajikan. Saudara bisa nonton siapa saja, kapan saja, pengajaran apa saja.
Nah, hati-hati karena tidak ada saringan di situ. Ajaran-ajaran sesat juga ada di situ. Kalau kita tidak dewasa rohani, kita kanak-kanak rohani, kita pasti akan tersesatkan. Dan ada banyak orang Kristen, mereka tersesat di tengah-tengah ketulusan mereka mencari Firman Tuhan. Sayang sekali, kasihan sekali. Mereka tulus, mereka mau dengar khotbah, mau cari Firman Tuhan, tapi tersesatkan oleh pengajaran-pengajaran palsu, oleh nabi-nabi palsu. Sayang sekali.
Tapi kalau kita ini dewasa rohani, maka kita tidak akan tersesatkan oleh rupa-rupa angin pengajaran.
Tanda kanak-kanak rohani
Ada tiga tanda orang yang kanak-kanak rohani:
- Yang pertama, dia mudah ikut-ikutan. “Ayo sini yuk. Di situ ada khotbah ini. Ayo kita ke sana dengar. Ayo ke situ tuh, di situ ada khotbah. Ayo kita dengar. Ayo ke sini nih.” Pokoknya dia mudah ikut-ikutan.
- Yang kedua, dia mudah kagum. Dia gampang nge-fans kepada pendeta, kepada nabi, kepada rasul.
- Yang ketiga, dia mudah terpengaruh. Makanya, Saudara, mudah tertipu.
Anak-anak rohani itu gampang tertipu oleh nabi-nabi palsu yang memanipulasi mereka. Sayang sekali.
- Tahun yang lalu ada seorang yang mengaku mendapat suara Tuhan. Orang ini berasal dari Ghana. Namanya Ebo Noah.
Katanya Tuhan kasih tahu sama dia bahwa tanggal 25 Desember tahun lalu itu akan terjadi air bah. Itulah sebabnya dia membangun bahtera. Apakah ada yang percaya? Ada. Bahkan banyak. Karena berpikir dunia akan kiamat tanggal 25 Desember, mereka kemudian menjual barang-barang mereka, uang mereka dikasih kepada Ebo Noah, dan oleh Ebo Noah uang yang banyak itu dibelikan mobil Mercedes-Benz.
Katanya mau kiamat, tapi kok dia beli mobil? Ternyata tanggal 25 Desember kemarin tidak terjadi air bah, tidak terjadi kiamat, Saudara-saudara. Akhirnya Ebo Noah meralat. Dia bilang kiamat ditunda. Jadi banyak yang percaya sama Ebo Noah. Kenapa mereka percaya? Karena mereka kanak-kanak rohani. Saya percaya kalau kita dewasa rohani, dengar bualan daripada Ebo Noah, kita tidak akan terpengaruh.
- Sebelumnya, di Afrika, ada seorang pendeta namanya Yosua Melakela dari Johannesburg, Afrika Selatan, juga mengaku mendengar suara Tuhan.
Tuhan bicara sama dia katanya bahwa rapture akan terjadi pada tanggal 23 atau 24 September. Apakah ada yang percaya? Ada. Ternyata banyak juga yang percaya. Dan pada tanggal 23, 24 September itu pengikut-pengikutnya mereka masuk ke dalam hutan lalu mereka menyembah di dalam hutan menanti Yesus datang. Ternyata 23, 24 September Yesus tidak datang. Lalu Yosua meralat. Katanya dia salah lihat kalender. Harusnya tanggal 7 atau 8 Oktober.
- Bukan hanya di Afrika. Pernah juga terjadi di Bandung ada seorang pendeta yang meramalkan. Katanya Tuhan bicara sama dia bahwa rapture akan terjadi, Yesus akan datang pada tanggal 10 November tahun 2003.
Apakah ada yang percaya? Ada. Pada tanggal 10 November, 282 orang pengikutnya mereka kumpul di sebuah rumah di Bale Endah, Bandung. Mereka menyembah, mereka puasa menantikan Yesus datang. Apakah Yesus datang? Ternyata ada yang datang memang, tapi bukan Yesus. Polisi yang datang nangkap mereka.
Saudara lihat, ini contoh-contoh nabi-nabi palsu yang memanipulasi Firman Tuhan untuk menyesatkan banyak orang. Kalau kita ini tidak dewasa rohani, kita gampang sekali tersesat dan tertipu oleh nabi-nabi palsu itu. Karena itu, Saudara, kita harus hati-hati. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus bertumbuh dewasa dalam Tuhan.
Mengenali nabi palsu
Bagaimana kita bisa mengenal nabi-nabi palsu? Ada empat tanda nabi palsu.
- Yang pertama, ajarannya tidak sesuai dengan Alkitab (Galatia 1:8).
Jadi kalau ada hamba Tuhan, pendeta yang khotbah, ajarannya tidak sesuai Alkitab, jelas itu adalah nabi palsu.
- Yang kedua, menyangkal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat (Yohanes 14:6).
Jadi kalau ada pendeta yang menyatakan Yesus bukan Juru Selamat, Yesus bukan Tuhan, jelas itu nabi palsu.
- Yang ketiga, nubuatannya tidak terjadi (Ulangan 18:22).
Seperti contoh Ebo Noah dan Yosua Melakela. Ini jelas nabi palsu.
- Yang keempat, buahnya tidak baik (Matius 7:15-16).
Yang ada bukan buah Roh, tapi kehidupannya penuh dengan buah-buah kedagingan.
Saudara, jangan sampai kita ini tersesat oleh nabi-nabi palsu itu. Mari kita harus bertumbuh dewasa di dalam Tuhan.
Bagaimana caranya kita bisa dewasa di dalam Tuhan? Saudara harus rajin membaca, merenungkan Firman Tuhan. Firman Tuhan itu adalah makanan rohani kita. Sama seperti kalau Saudara tidak makan jasmani, maka fisikmu tidak bisa bertumbuh dewasa. Demikian juga kalau kita tidak makan Firman Tuhan, makanan rohani kita, maka rohani kita tidak bisa bertumbuh dewasa.
Itulah sebabnya kita harus rajin membaca, merenungkan Firman Tuhan. Tahukah Saudara-Saudara bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru itu terdiri dari 1.189 pasal dan 31.102 ayat?
- Kalau setiap hari kita membaca lima pasal, maka kita akan menyelesaikan pembacaan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru selama 238 hari.
- Tapi kalau setiap hari kita hanya membaca dua pasal saja, maka kita akan menyelesaikan pembacaan Alkitab dalam waktu 595 hari atau kurang lebih 1 tahun 8 bulan.
- Dan kalau hanya satu pasal setiap hari, maka seluruh Alkitab kita akan selesaikan dalam waktu 1.189 hari atau kurang lebih 3 tahun, 3 sampai 4 bulan.
- “Pak Pendeta, bagaimana kalau satu hari satu ayat saja?” Boleh, silakan saja. Dan Saudara akan menyelesaikan pembacaan Alkitab dalam waktu 31.102 hari atau kurang lebih 85 tahun 2 bulan. Sampai tua, kakek nenek, gigi sudah tinggal dua, Saudara belum selesaikan pembacaan Alkitab.
Itulah sebabnya saya dorong Saudara: baca Alkitab, renungkan Firman Tuhan. Kalau dengar khotbah, simak baik-baik. Supaya apa? Supaya Saudara dapat makanan rohani, sehingga dewasa bertumbuh dalam Tuhan. Kasih tepuk tangan kepada Tuhan. Haleluya. Puji Tuhan.
#3 Kedewasaan rohani membuat kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat
- Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindra yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. (Ibrani 5:14)
Kalau kita sudah dewasa rohani, Alkitab berkata kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Yang baik itu adalah yang sesuai dengan Firman Tuhan, yang menyenangkan hati Tuhan. Yang jahat itu adalah yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Nah, orang kalau sudah dewasa rohani dia tahu, “Oh, ini sesuai Firman Tuhan, ini berkenan sama Tuhan.” Dan itu yang dia lakukan dalam hidupnya. Kalau tidak sesuai Firman Tuhan, dia tidak akan lakukan. Jadi, dengan kata lain, orang yang sudah dewasa rohani dia punya ketaatan yang luar biasa kepada Tuhan. Yang dia kerjakan, yang dia lakukan, adalah semuanya sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupnya.
Sedangkan orang yang kanak-kanak rohani, dia tidak bisa membedakan mana yang sesuai Firman Tuhan, mana yang tidak sesuai Firman Tuhan. Yang tidak sesuai Firman Tuhan dia lakukan, sedangkan yang sesuai Firman Tuhan tidak dia kerjakan. Kenapa? Kanak-kanak rohani.
Saudara-saudara, orang yang sudah dewasa rohani dia tidak akan bertanya, “Pak Pendeta, apakah berzina itu dosa atau tidak?” Karena dia tahu berzina itu tidak sesuai Firman Tuhan dan itu pasti dilarang oleh Tuhan, dan itu adalah dosa.
Orang yang sudah dewasa rohani dia tidak akan bertanya, “Pak, kalau judi online dosa atau tidak?” Karena dia tahu judi online itu tidak sesuai Firman Tuhan dan itu adalah dosa.
Orang yang sudah dewasa rohani dia tidak akan bertanya, “Pak, kalau jadi ani-ani dosa enggak?” Karena dia tahu kalau jadi ani-ani itu berarti jadi simpanan orang, berarti mengganggu suami orang, berarti jadi pelakor, berarti itu berzina, berarti itu dosa.
Jadi clear, Saudara-saudaraku. Hanya anak-anak rohani yang suka bertanya, “Ini dosa enggak? Ini bisa enggak?” Tapi orang yang sudah dewasa rohani, dia clear, dia firm menjalankan Firman Tuhan dalam hidupnya.
Betapa indahnya kalau kita semuanya bertumbuh dewasa dalam Tuhan. Karena hidup kita akan selalu menyenangkan hati Tuhan. Kasih tepuk tangan kepada Tuhan.
Coba kita kembali kepada ayat tadi. Ibrani 5 ayat 14 dikatakan, “Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa.” Jadi, orang dewasa sama anak-anak itu beda makanannya. Orang yang sudah dewasa rohani, makanannya makanan keras.
Nah, yang dimaksud dengan makanan keras di sini ada dua. Yang pertama adalah khotbah-khotbah yang menegur dosa. Yang kedua adalah khotbah-khotbah yang dalam, yang mengupas Alkitab.
Dan terus terang, dua jenis khotbah ini tidak disukai oleh banyak jemaat. Jemaat tidak suka dengan khotbah-khotbah yang keras, yang menegur dosa. Bahkan ada pendeta yang dilarang khotbah menyinggung dosa. Kenapa? Karena jemaat tidak suka kalau dosanya “diklik-klik”. Maunya selalu dimong-mong, disanjung-sanjung, dimotivasi saja: sukses, berhasil, mujizat, sembuh. Yang hot-hot seperti itulah.
Tapi kalau khotbah tentang dosa, “jangan ngomong-ngomong dosa deh.” Yang kedua, jemaat itu tidak suka khotbah yang dalam, yang mengupas Alkitab. Jemaat senangnya khotbah yang dangkal, yang di permukaan saja, yang ringan, yang lucu. Kalau yang berat-berat dibilang terlalu dalam.
Padahal sebenarnya, Saudara, tidak masalah. Bahkan bagus kalau khotbah itu mengupas Alkitab. Saya biasakan diri saya untuk berkhotbah selalu mengupas Alkitab. Apakah itu satu ayat yang saya kupas secara tekstual, atau satu perikop yang saya kupas, pokoknya yang saya kupas adalah Alkitab, bukan pengalaman kita. Tetapi harus selalu dimulai dengan ayat yang dikupas.
Semakin dalam, semakin asyik, dan itu semakin bagus membuat rohani jemaat semakin dewasa di dalam Tuhan. Katakan amin.
Saudara, jadi biasakanlah dirimu untuk selalu menerima khotbah-khotbah yang keras, khotbah-khotbah yang dalam, karena itu bagus untuk pertumbuhan rohani.
Saudara, kedewasaan rohani itu tidak ditentukan oleh gereja, tetapi sangat ditentukan oleh pribadi Saudara sendiri. Ada banyak orang pindah dari satu gereja kepada gereja yang lain, ingin mencari gereja yang terbaik pengajarannya. Tapi saya mau bilang sama Saudara, walaupun Saudara berada di gereja yang terbaik pengajarannya, Saudara belum tentu bisa bertumbuh dewasa di dalam Tuhan. Kenapa? Karena kedewasaan rohani itu bukan tentang gereja, tetapi tanggung jawab pribadi kita.
Walaupun Saudara ada di gereja yang terbaik pengajarannya, tapi kalau Saudara tidak mau bertanggung jawab untuk pertumbuhan rohani Saudara, Saudara akan tetap kanak-kanak rohani. Jadi kedewasaan rohani adalah tanggung jawab pribadi kita. Kitalah yang pertama-tama bertanggung jawab. Harus disiplin, harus punya kemauan, harus punya usaha, harus punya effort untuk mau dewasa dalam Tuhan.
Baca Alkitab itu sebuah usaha. Doa sebuah usaha. Itu perlu disiplin, Saudara.
Nah, banyak orang Kristen tidak suka disiplin pada hal-hal yang rohani. Padahal disiplin itu sangat menentukan kita bisa bertumbuh dewasa atau tidak. Saya mendorong setiap Saudara: mulailah miliki satu disiplin rohani yang kuat, mulai punya satu tekad yang bulat.
Kenapa? Sebab kalau Saudara tidak dewasa rohani, nanti Saudara pasti akan tertinggal. Saudara akan mengalami banyak kerugian-kerugian di dalam kehidupan Saudara yang akhirnya nanti Saudara akan mengalami kekecewaan dan bisa saja Saudara meninggalkan Tuhan.
Tapi kalau Saudara bertumbuh dewasa dalam Tuhan, Saudara akan mengalami banyak manfaat dan Saudara akan semakin bersinar di hadapan Tuhan. Perkenanan Tuhan akan semakin turun atas Saudara dan Saudara akan menyenangkan hati Tuhan.
Haleluya!
Nyanyi:
Kuingin lebih dekat, lebih dekat, masuk dalam hadirat-Mu
Dan menikmati indahnya tempat kediaman-Mu
Bawaku lebih dekat, lebih dekat dalam pelukan kasih-Mu
Tiada yang dapat memisahkan daku dari kasih-Mu