Article: 20260621/IN: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi '{{unified info | templatetype=inspirational | namespace= Article | pagename= 20260621/IN | title= Betapa besarnya kasih Bapa kepada kita | date= 2026-06-21 | event= Renungan Air Hidup | displayevent= Renungan | actualdate= 2025-06-14 | notes= | name= Johan Susanto | completename= Pdp Johan Susanto | illustration16x9= Logo Inspirational.jpg | illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.jpg | illustrationA5= | summary= KKasih Bapa yang besar membuat set...' |
kTidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 13: | Baris 13: | ||
| illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.jpg | | illustration1x1= Logo Inspirational 1x1.jpg | ||
| illustrationA5= | | illustrationA5= | ||
| summary= | | summary= Kasih Bapa yang besar membuat setiap orang yang percaya kepada Yesus diterima sebagai anak-anak Allah. Status ini bukan karena kelayakan kita, tetapi semata-mata karena kasih karunia-Nya. Karena itu, kita dipanggil untuk hidup kudus, meninggalkan dosa dan semakin serupa dengan Kristus. | ||
| shortsummary= Kasih Bapa yang besar membuat setiap orang yang percaya kepada Yesus diterima sebagai anak-anak Allah. | | shortsummary= Kasih Bapa yang besar membuat setiap orang yang percaya kepada Yesus diterima sebagai anak-anak Allah. | ||
| release=no | | release=no | ||
| Baris 27: | Baris 27: | ||
Dalam kehidupan ini, apabila ada orang-orang di sekitar kita yang tidak mengenal atau tidak menerima kita, janganlah berkecil hati. Kita perlu mengingat bahwa dunia juga tidak mengenal Yesus Kristus, Sang Pengantara kita kepada Bapa. | Dalam kehidupan ini, apabila ada orang-orang di sekitar kita yang tidak mengenal atau tidak menerima kita, janganlah berkecil hati. Kita perlu mengingat bahwa dunia juga tidak mengenal Yesus Kristus, Sang Pengantara kita kepada Bapa. | ||
Namun ada satu hal yang harus selalu kita ingat: '''betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita'''. Meskipun dunia kadang menolak atau membenci kita, Tuhan tetap mengasihi kita dengan kasih yang besar dan setia. | |||
Hubungan kita dengan Allah terjadi karena kasih-Nya yang dianugerahkan kepada kita. Kasih itu membuat kita layak disebut anak-anak Allah. | |||
{{ol-list | {{ol-list | ||
| Baris 35: | Baris 36: | ||
| p1= | | p1= | ||
Setiap orang yang percaya kepada Yesus dan menerima-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Ini adalah status dan posisi baru yang diberikan bukan karena kelayakan kita, tetapi karena kasih karunia-Nya. | Setiap orang yang percaya kepada Yesus dan menerima-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Ini adalah status dan posisi baru yang diberikan bukan karena kelayakan kita, tetapi karena kasih karunia-Nya. | ||
Kita yang dahulu jauh dari Allah kini diterima sebagai anak-anak-Nya. | Kita yang dahulu jauh dari Allah kini diterima sebagai anak-anak-Nya. | ||
| Baris 40: | Baris 42: | ||
| p2= | | p2= | ||
Setiap orang yang percaya kepada Yesus dipanggil untuk semakin serupa dengan Dia. Hidup sebagai anak-anak Allah bukan hanya soal status, tetapi juga tentang perubahan hidup. | Setiap orang yang percaya kepada Yesus dipanggil untuk semakin serupa dengan Dia. Hidup sebagai anak-anak Allah bukan hanya soal status, tetapi juga tentang perubahan hidup. | ||
Semakin kita mengenal kasih Bapa, semakin hidup kita dibentuk untuk mencerminkan karakter Kristus. | Semakin kita mengenal kasih Bapa, semakin hidup kita dibentuk untuk mencerminkan karakter Kristus. | ||
| Baris 45: | Baris 48: | ||
| p3= | | p3= | ||
Di dalam Yesus tidak ada dosa. Karena itu, sebagai anak-anak Allah, kita tidak boleh lagi hidup dikuasai oleh dosa. | Di dalam Yesus tidak ada dosa. Karena itu, sebagai anak-anak Allah, kita tidak boleh lagi hidup dikuasai oleh dosa. | ||
Kasih Allah bukan alasan untuk hidup sembarangan, tetapi dorongan untuk hidup dalam pertobatan, kekudusan dan ketaatan kepada Tuhan. | Kasih Allah bukan alasan untuk hidup sembarangan, tetapi dorongan untuk hidup dalam pertobatan, kekudusan dan ketaatan kepada Tuhan. | ||
| Baris 50: | Baris 54: | ||
| p4= | | p4= | ||
Menjadi anak-anak Allah adalah anugerah yang besar. Anugerah ini seharusnya mendorong kita untuk hidup seperti Yesus. | Menjadi anak-anak Allah adalah anugerah yang besar. Anugerah ini seharusnya mendorong kita untuk hidup seperti Yesus. | ||
Pergumulan dan persoalan hidup tidak seharusnya membuat kita menjauh dari Tuhan, tetapi justru semakin bergantung kepada-Nya. Melalui semua proses itu, Tuhan membentuk kita menjadi semakin serupa dengan Kristus. | Pergumulan dan persoalan hidup tidak seharusnya membuat kita menjauh dari Tuhan, tetapi justru semakin bergantung kepada-Nya. Melalui semua proses itu, Tuhan membentuk kita menjadi semakin serupa dengan Kristus. | ||
}} | }} | ||
| Baris 56: | Baris 61: | ||
Kita yang berdosa sebenarnya tidak layak menerima kasih yang sedemikian besar. Namun di dalam ketidaklayakan itulah, Allah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya. | Kita yang berdosa sebenarnya tidak layak menerima kasih yang sedemikian besar. Namun di dalam ketidaklayakan itulah, Allah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya. | ||
:'''''Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.''''' | :'''''Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.''''' :'''''Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.''''' ({{sabdaweb2v|1 Yohanes 4:9-10}}) | ||
({{sabdaweb2v|1 Yohanes 4:9}}) | |||
Tuhan Yesus memberkati kita semua. | Tuhan Yesus memberkati kita semua. | ||
Revisi per 18 Juni 2026 10.02
![]() ![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 21 Juni 2026 |
| Oleh | Pdp Johan Susanto |
| Baca juga | |
| |
| |
| |
Kasih Bapa yang besar membuat setiap orang yang percaya kepada Yesus diterima sebagai anak-anak Allah. Status ini bukan karena kelayakan kita, tetapi semata-mata karena kasih karunia-Nya. Karena itu, kita dipanggil untuk hidup kudus, meninggalkan dosa dan semakin serupa dengan Kristus.
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.'
Dalam kehidupan ini, apabila ada orang-orang di sekitar kita yang tidak mengenal atau tidak menerima kita, janganlah berkecil hati. Kita perlu mengingat bahwa dunia juga tidak mengenal Yesus Kristus, Sang Pengantara kita kepada Bapa.
Namun ada satu hal yang harus selalu kita ingat: betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita. Meskipun dunia kadang menolak atau membenci kita, Tuhan tetap mengasihi kita dengan kasih yang besar dan setia.
Hubungan kita dengan Allah terjadi karena kasih-Nya yang dianugerahkan kepada kita. Kasih itu membuat kita layak disebut anak-anak Allah.
- Kita menjadi anak-anak Allah
- Kita dipanggil menjadi seperti Yesus
- Kita dipanggil meninggalkan dosa
- Kita dipanggil hidup kudus
Setiap orang yang percaya kepada Yesus dan menerima-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Ini adalah status dan posisi baru yang diberikan bukan karena kelayakan kita, tetapi karena kasih karunia-Nya.
Kita yang dahulu jauh dari Allah kini diterima sebagai anak-anak-Nya.Setiap orang yang percaya kepada Yesus dipanggil untuk semakin serupa dengan Dia. Hidup sebagai anak-anak Allah bukan hanya soal status, tetapi juga tentang perubahan hidup.
Semakin kita mengenal kasih Bapa, semakin hidup kita dibentuk untuk mencerminkan karakter Kristus.Di dalam Yesus tidak ada dosa. Karena itu, sebagai anak-anak Allah, kita tidak boleh lagi hidup dikuasai oleh dosa.
Kasih Allah bukan alasan untuk hidup sembarangan, tetapi dorongan untuk hidup dalam pertobatan, kekudusan dan ketaatan kepada Tuhan.Menjadi anak-anak Allah adalah anugerah yang besar. Anugerah ini seharusnya mendorong kita untuk hidup seperti Yesus.
Pergumulan dan persoalan hidup tidak seharusnya membuat kita menjauh dari Tuhan, tetapi justru semakin bergantung kepada-Nya. Melalui semua proses itu, Tuhan membentuk kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.Perubahan status kita menjadi anak-anak Allah bukan karena kebaikan, kesetiaan, kemampuan, kesalehan, atau kelebihan kita. Semuanya terjadi semata-mata karena kasih karunia-Nya. Kita yang berdosa sebenarnya tidak layak menerima kasih yang sedemikian besar. Namun di dalam ketidaklayakan itulah, Allah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya.
- Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. :Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (1 Yohanes 4:9-10)
Tuhan Yesus memberkati kita semua.

