Article: 20260417/CLU: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Sari (bicara | kontrib)
Baru
 
Sari (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 29: Baris 29:


| 2= {{BVQB | Roma 8:9-14}} Roh Kudus, yaitu Roh Allah itu sendiri tinggal dalam kita  
| 2= {{BVQB | Roma 8:9-14}} Roh Kudus, yaitu Roh Allah itu sendiri tinggal dalam kita  
| p2= Satu hal perbedaan besar mengenai keberdiaman Roh Allah dalam diri orang percaya pada zaman perjanjian lama dengan perjanjian baru adalah bahwa pada zaman perjanjian lama Roh Kudus "hinggap" pada orang-orang percaya, namun pada zaman perjanjian baru Roh Kudus tinggal dalam diri orang percaya. Apa yang membuat perbedaan itu? Paskah Kristus Yesus. Seperti yang sudah kita pahami, kematian dan kebangkitan Yesus menjadikan kita manusia baru, yaitu manusia yang telah dibersikan dari dosa-dosa lama kita. Manusia baru kita yang telah dibersihkan dari dosa inilah yang memungkinkan Roh Kudus untuk tinggal dalam kita ({{sabdaweb2v| Roma 8:9}}) untuk menuntun agar hidup kita yang baru sesuai dengan kebenaran ({{sabdaweb2v| Roma 8:10}}). Itu semua tidak terjadi pada zaman perjanjian lama, oleh karena paskah Kristus belum terjadi. Pada masa itu, orang-orang diselamatkan oleh iman bahwa karya keselamatan Allah akan datang, yang iman tersebut diekspresikan melalui pengorbanan anak domba. Pada masa perjanjian baru hingga kini, kita beriman bahwa Yesuslah Anak Domba Allah bagi kita, sehingga kita tidak perlu lagi memberi kurban anak domba. Kita hidup dalam masa anugerah dan kuasa paskah Kristus. Renungkanlah pernyataan yang luar biasa ini: Roh Kudus, yaitu Roh Allah itu sendiri, berdiam dalam kita! Tidak heran Paulus menyatakan manusia baru kita adalah Bait Roh Kudus ({{sabdaweb2v|1 Korintus 3:16}}). Roh Kudus yang sama yang telah menuntun, bersama dan membangkitkan Kristus dari kematian kini tinggal bersama kita dan di dalam kita! ({{sabdaweb2v| Roma 8:11}}). Apa yang Roh Kudus telah lakukan kepada Kristus, juga dilakukan-Nya kepada kita. Bukankah ini luar biasa? Roh Allah ada tinggal dalam kita dan mengerjakan hal-hal yang luar biasa di hidup kita. Itulah juga sebabnya Paulus mengingatkan, bahwa sekalipun Roh Kudus ada tinggal dalam kita, tetapi kita tetap memiliki pilihan apakah mau sepenuhnya dituntun oleh Roh Kudus dan mengalami hal-hal yang luar biasa, atau sebaliknya malah memadamkan karya-Nya dalam hidup kita baca {{sabdaweb2v|1 Tesalonika 5:19-22}}).  
| p2= Satu hal perbedaan besar mengenai keberdiaman Roh Allah dalam diri orang percaya pada zaman perjanjian lama dengan perjanjian baru adalah bahwa pada zaman perjanjian lama Roh Kudus "hinggap" pada orang-orang percaya, namun pada zaman perjanjian baru Roh Kudus tinggal dalam diri orang percaya. Apa yang membuat perbedaan itu? Paskah Kristus Yesus. Seperti yang sudah kita pahami, kematian dan kebangkitan Yesus menjadikan kita manusia baru, yaitu manusia yang telah dibersikan dari dosa-dosa lama kita. Manusia baru kita yang telah dibersihkan dari dosa inilah yang memungkinkan Roh Kudus untuk tinggal dalam kita ({{sabdaweb2v| Roma 8:9}}) untuk menuntun agar hidup kita yang baru sesuai dengan kebenaran ({{sabdaweb2v| Roma 8:10}}). Itu semua tidak terjadi pada zaman perjanjian lama, oleh karena paskah Kristus belum terjadi. Pada masa itu, orang-orang diselamatkan oleh iman bahwa karya keselamatan Allah akan datang, yang iman tersebut diekspresikan melalui pengorbanan anak domba. Pada masa perjanjian baru hingga kini, kita beriman bahwa Yesuslah Anak Domba Allah bagi kita, sehingga kita tidak perlu lagi memberi kurban anak domba. Kita hidup dalam masa anugerah dan kuasa paskah Kristus. Renungkanlah pernyataan yang luar biasa ini: Roh Kudus, yaitu Roh Allah itu sendiri, berdiam dalam kita! Tidak heran Paulus menyatakan manusia baru kita adalah Bait Roh Kudus ({{sabdaweb2v|1 Korintus 3:16}}). Roh Kudus yang sama yang telah menuntun, bersama dan membangkitkan Kristus dari kematian kini tinggal bersama kita dan di dalam kita! ({{sabdaweb2v| Roma 8:11}}). Apa yang Roh Kudus telah lakukan kepada Kristus, juga dilakukan-Nya kepada kita. Bukankah ini luar biasa? Roh Allah ada tinggal dalam kita dan mengerjakan hal-hal yang luar biasa di hidup kita. Itulah juga sebabnya Paulus mengingatkan, bahwa sekalipun Roh Kudus ada tinggal dalam kita, tetapi kita tetap memiliki pilihan apakah mau sepenuhnya dituntun oleh Roh Kudus dan mengalami hal-hal yang luar biasa, atau sebaliknya malah memadamkan karya-Nya dalam hidup kita baca {{sabdaweb2v| 1 Tesalonika 5:19-22}}.  


}}
}}

Revisi per 9 April 2026 10.56

Paskah bukan hanya berbicara mengenai kematian, tetapi juga bagaimana kematian itu dikalahkan dengan kebangkitan Kristus! Kita hidup hari ini dan bahkan dijanjikan hidup kekal, semua karena kasih karunia Allah yang dibuktikan dengan Paskah Yesus Kristus.

Bacaan: Roma 6:5-11 ; Roma 8:9-14

Pendahuluan

Kekristenan menggunakan simbol iman yang sangat berbeda dengan semua spiritualitas/iman/agama lain di dunia: salib. Alat yang digunakan oleh kekaisaran Romawi untuk menghukum mati dengan cara hina dan penuh penderitaan itulah yang digunakan oleh umat kristiani sepanjang masa sebagai simbol iman, karena Tuhan Yesus Kristus menderita dan mati di atas kayu salib. Salib memang mengerikan, tetapi salib yang kosong itu juga membesarkan hati. Pada zaman perjanjian lama, ketika bangsa Israel merayakan paskah sebagai peringatan Allah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir, mereka harus mengorbankan anak domba yang tak bercacat sebagai bagian dari peringatan, penyembahan dan ucapan syukur mereka kepada Allah. Paskah perjanjian lama bernuansa pengorbanan. Pada perjanjian baru, Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menebus orang-orang yang percaya kepada-Nya dari dosa-dosa mereka, mati diatas kayu salib. Tetapi sangat berbeda dengan zaman perjanjian lama di mana anak domba itu tidak pernah bangkit, Yesus Kristus sang Anak Domba Allah itu bangkit dari kematian dan mengalahkan maut! Haleluya! Kini paskah bukan hanya berbicara mengenai kematian, tetapi juga bagaimana kematian itu dikalahkan dengan kebangkitan Kristus! Kita hidup hari ini dan bahkan dijanjikan hidup kekal, semua karena kasih karunia Allah yang dibuktikan dengan paskah Yesus Kristus.

Isi dan sharing

Apa arti hidup dalam kuasa paskah ?

{{ol-list-kom | liclass= h4 | 1= Roma 6:5-11 Kita hidup karena ada dalam Kristus Yesus yang mengalahkan maut dan kematian dan memberi kita hidup kekal | p1= Hidup kita di dalam Kristus adalah anugrah yang indah. Beautiful and wonderful grace. Kristus mati untuk menebus hidup kita dari dosa-dosa kita. Manusia lama kita, yaitu kehidupan kita yang penuh dosa sebelum kita percaya kepada-Nya, turut disalibkan bersama dengan Kristus ( Roma 6:5), sehingga dengan demikian hidup kita tidak lagi dibelenggu dengan dosa-dosa masa lalu kita ( Roma 6:6-7). Karena manusia lama kita telah dimatikan, untuk perlu menjadi manusia baru untuk dapat menjalani kehidupan baru yang telah ditebus oleh Kristus. Karena Kristus bangkit dari kematian, maka kita juga ikut bangkit dan menjadi manusia baru yang kini dapat menjalani hidup yang baru ( Roma 6:8-9). Hidup kita yang baru kita dedikasikan untuk Allah yang telah memberikan kasih karunia-Nya kepada kita ( Roma 6:10- 11). Kristus yang telah bangkit dan hidup kekal selamanya, maka hal yang sama juga diperoleh oleh kita yang percaya kepada-Nya ([https://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Roma+8%3A9-14&version=tb&altver=nkjv Roma 8:9-14 Roh Kudus, yaitu Roh Allah itu sendiri tinggal dalam kita]

Pertanyaan diskusi

Bagaimana reaksi atau tindakan Roh Kudus jika kita yang telah di dalam Kristus, ternyata melakukan dosa lagi? Apa yang perlu kita lakukan? Apakah saya sudah mengalami kuasa kebangkitan itu?

Kesimpulan dan saling mendoakan

Inilah kuasa paskah itu: Roh Kudus bisa tinggal di dalam kita dan berkarya dalam kita, karena kematian dan kebangkitan Kristus membuka jalan untuk hal itu terjadi.

Jadwal

  • 03 Apr: Bergabung dengan ibadah Jumat Agung
  • 10 Apr: Materi COOL 1
  • 17 Apr: Materi COOL 2
  • 24 Apr: Doa keliling