Article: 20250923/IN: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
k upd
Leo (bicara | kontrib)
k upd
Baris 28: Baris 28:
| p1= Berbicara tentang rasa nyaman dengan keadaan. Hal ini membuat kita terlupa bahwa kita harus giat dan selalu berjaga-jaga, sebab hari-hari ini adalah jahat.
| p1= Berbicara tentang rasa nyaman dengan keadaan. Hal ini membuat kita terlupa bahwa kita harus giat dan selalu berjaga-jaga, sebab hari-hari ini adalah jahat.


| 2= '''Seperti jebakan'''
| 2= '''Seperti jerat'''
| p2= Iblis ahli dalam tipu muslihat, contohnya intimidasi dan rasa takut. Hari-hari ini banyak sekali rasa takut yang membuat kita tidak berani melangkah dan hanya berdiam diri, sehingga kita merasa nyaman dalam kenyamanan itu.
| p2= Iblis ahli dalam tipu muslihat, contohnya intimidasi dan rasa takut. Hari-hari ini banyak sekali rasa takut yang membuat kita tidak berani melangkah dan hanya berdiam diri, sehingga kita merasa nyaman dalam kenyamanan itu.


| 3= '''Distraksi'''
| 3= '''Kekuatan untuk luput'''
| p3= Fokus pada hal lain dan melupakan hal yang utama. Tuhan mengingatkan agar kita tidak cemas, khawatir, atau takut dengan keadaan yang terjadi, tetapi fokus pada rencana Tuhan. Jangan takut dengan apa kata orang. Dalam Alkitab, kata “jangan takut” ditulis 365 kali, artinya kita tidak perlu takut setiap hari.
| p3= Jangan fokus pada hal lain dan malah melupakan hal yang utama. Tuhan mengingatkan agar kita tidak cemas, khawatir, atau takut dengan keadaan yang terjadi, tetapi fokus pada rencana Tuhan. Jangan takut dengan apa kata orang. Dalam Alkitab, kata “jangan takut” ditulis 365 kali, artinya kita tidak perlu takut setiap hari.
}}
}}



Revisi per 20 September 2025 09.52

Orang percaya diingatkan untuk tidak terlena dengan kenyamanan, tidak jatuh dalam jebakan tipu daya iblis, dan tidak hidup dalam ketakutan, melainkan fokus pada rencana Tuhan. Caranya adalah dengan menutrisi, memelihara, memfokuskan, dan menyunat hati melalui Firman, kekudusan, serta kasih kepada Tuhan. Dengan begitu, hidup kita menjadi teladan yang memuliakan nama Tuhan.

"Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Lukas 21:34, 36

Ada tiga hal yang Tuhan ingatkan dalam Firman ini:

  • Memanjakan diri secara duniawi
  • Berbicara tentang rasa nyaman dengan keadaan. Hal ini membuat kita terlupa bahwa kita harus giat dan selalu berjaga-jaga, sebab hari-hari ini adalah jahat.
  • Seperti jerat
  • Iblis ahli dalam tipu muslihat, contohnya intimidasi dan rasa takut. Hari-hari ini banyak sekali rasa takut yang membuat kita tidak berani melangkah dan hanya berdiam diri, sehingga kita merasa nyaman dalam kenyamanan itu.
  • Kekuatan untuk luput
  • Jangan fokus pada hal lain dan malah melupakan hal yang utama. Tuhan mengingatkan agar kita tidak cemas, khawatir, atau takut dengan keadaan yang terjadi, tetapi fokus pada rencana Tuhan. Jangan takut dengan apa kata orang. Dalam Alkitab, kata “jangan takut” ditulis 365 kali, artinya kita tidak perlu takut setiap hari.

Apa yang harus kita lakukan untuk menghindari rasa takut?

  1. Menutrisi hati
  2. Pergunakan waktu dengan membaca Firman, sehingga kita sendiri mengalami kekuatan dari Tuhan. Hati kita harus benar lebih dulu, agar kita mengerti hati Tuhan.
  3. Memelihara hati
  4. Amsal 4:23 berkata:

    Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
    Hati yang dipulihkan adalah dasar penting yang membuat hidup kita berkenan kepada Tuhan.
  5. Memfokuskan hati
  6. Perjalanan hidup bukan untuk menjadikan kita sempurna dalam diri sendiri, melainkan supaya kita semakin mengasihi Tuhan. Hidup kita diarahkan sesuai rencana dan destiny dari Tuhan.
  7. Menyunat hati
  8. Artinya mengurangi keinginan daging dan semakin intim dengan Tuhan. Kita harus berani hidup kudus, seperti tertulis dalam 1 Petrus 1:15; Ibrani 12:14, karena tidak seorang pun dapat melihat Allah tanpa kekudusan.

Dari keempat poin ini, kita yang percaya kepada Tuhan dipanggil untuk menjadi teladan dan role model di mana pun berada, sehingga nama Tuhan dimuliakan.

Amin.