Pernikahan: Perbedaan antara revisi
Dari GBI Danau Bogor Raya
k upd |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (6 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 27: | Baris 27: | ||
{{FloatLogo | filename=Rings.png}} | {{FloatLogo | filename=Rings.png}} | ||
[[GBI Jalan Jendral Gatot Subroto]] mengenalkan 7 pilar pernikahan:<ref>[[Jaliaman Sinaga]], Tujuh Pilar Pernikahan (Jakarta: Divisi Pengajaran GBI Jln. Gatot Subroto Jakarta, 2004), hlm. 13-14</ref> | [[GBI Jalan Jendral Gatot Subroto]] mengenalkan 7 pilar pernikahan:<ref>[[Jaliaman Sinaga]], Tujuh Pilar Pernikahan (Jakarta: Divisi Pengajaran GBI Jln. Gatot Subroto Jakarta, 2004), hlm. 13-14</ref> | ||
<div class="ms-md-4"> | <div class="ms-4 ms-md-4"> | ||
;Pilar Pertama: Pernikahan yang Allah tetapkan adalah antara seorang laki-laki dan seorang perempuan; di mana jenis kelamin laki-laki dan perempuan itu tetap sejak lahir. | ;Pilar Pertama: Pernikahan yang Allah tetapkan adalah antara seorang laki-laki dan seorang perempuan; di mana jenis kelamin laki-laki dan perempuan itu tetap sejak lahir. | ||
;Pilar Kedua: Allah menciptakan laki-laki dan perempuan, dengan hakikat ataupun dengan eksistensi yang sama. | ;Pilar Kedua: Allah menciptakan laki-laki dan perempuan, dengan hakikat ataupun dengan eksistensi yang sama. | ||
| Baris 40: | Baris 40: | ||
| id= syarat | | id= syarat | ||
| addclass= mb-3 | | addclass= mb-3 | ||
| titleclass= | | titleclass= border-bottom border-secondary-subtle | ||
| title= Persiapan: Syarat pemberkatan pernikahan | | title= Persiapan: Syarat pemberkatan pernikahan | ||
| body= | | body= | ||
| Baris 93: | Baris 93: | ||
| id= harih | | id= harih | ||
| addclass= mb-3 | | addclass= mb-3 | ||
| titleclass= | | titleclass= border-bottom border-secondary-subtle | ||
| title= Pemberkatan nikah (hari-H) | | title= Pemberkatan nikah (hari-H) | ||
| body= | | body= | ||
| Baris 128: | Baris 128: | ||
===Janji nikah=== | ===Janji nikah=== | ||
{{pmb0|Janji nikah wajib dihapalkan dan dihayati:}} | {{pmb0|Janji nikah wajib dihapalkan dan dihayati:}} | ||
<div class="container | <div class="container"> | ||
<div class="row"> | <div class="row gs-0 gx-x gy-3"> | ||
<div class="col-md | |||
<div class="col-12 col-md border border-primary rounded p-3"> | |||
====Janji calon suami==== | ====Janji calon suami==== | ||
Saya, ''[Nama Calon Suami]'', | Saya, ''[Nama Calon Suami]'', | ||
| Baris 137: | Baris 138: | ||
:saya menerima engkau, ''[Nama Calon Istri]'', sebagai isteri yang sah dan satu-satunya mulai saat ini dan seterusnya. | :saya menerima engkau, ''[Nama Calon Istri]'', sebagai isteri yang sah dan satu-satunya mulai saat ini dan seterusnya. | ||
Saya berjanji, | Saya berjanji, | ||
:akan bersungguh-sungguh mengasihi sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat-Nya dan seperti saya mengasihi tubuh saya sendiri. | :akan bersungguh-sungguh mengasihi sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat-Nya dan <br />seperti saya mengasihi tubuh saya sendiri. | ||
Saya berjanji, | Saya berjanji, | ||
:akan hidup kudus, bijaksana, setia, menghormati sebagai teman pewaris dari kasih karunia, dan selalu hidup dengan rukun dan damai dalam sepanjang hidup ini. | :akan hidup kudus, bijaksana, setia, <br />menghormati sebagai teman pewaris dari kasih karunia, dan <br />selalu hidup dengan rukun dan damai dalam sepanjang hidup ini. | ||
</div> | </div> | ||
<div class="col-md | |||
<div class="col-12 col-md border border-danger rounded p-3"> | |||
====Janji calon istri==== | ====Janji calon istri==== | ||
Saya, ''[Nama Calon Istri]'', | Saya, ''[Nama Calon Istri]'', | ||
| Baris 148: | Baris 150: | ||
:saya menerima engkau, ''[Nama Calon Suami]'', sebagai suami yang sah dan satu-satunya mulai saat ini dan seterusnya. | :saya menerima engkau, ''[Nama Calon Suami]'', sebagai suami yang sah dan satu-satunya mulai saat ini dan seterusnya. | ||
Saya berjanji, | Saya berjanji, | ||
:akan tunduk dalam segala sesuatu seperti kepada Tuhan, menghormati sebagai teman pewaris dari kasih karunia. | :akan tunduk dalam segala sesuatu seperti kepada Tuhan,<br />menghormati sebagai teman pewaris dari kasih karunia. | ||
Saya berjanji, | Saya berjanji, | ||
:akan hidup kudus, menjadi penolong yang setia dan selalu menaruh harap kepada Tuhan, dan selalu hidup dengan rukun dan damai dalam sepanjang hidup ini. | :akan hidup kudus,<br /> menjadi penolong yang setia dan <br />selalu menaruh harap kepada Tuhan, dan <br />selalu hidup dengan rukun dan damai dalam sepanjang hidup ini. | ||
</div> | </div> | ||
</div> | </div> | ||
</div> | </div> | ||
</div> | </div> | ||
</div> | </div>}} | ||
}} | |||
<!-- | <!-- | ||
==Panduan ibadah pernikahan sesuai protokol COVID-19== | ==Panduan ibadah pernikahan sesuai protokol COVID-19== | ||
Revisi terkini sejak 9 Juli 2026 08.47
Pernikahan
Pernikahan atau perkawinan adalah lembaga yang diciptakan dan merupakan inisiatif Allah sendiri. Allah berinisiatif menjodohkan Adam dan Hawa, dan mengikatkan keduanya dalam sebuah ikatan pernikahan yang kudus (Kejadian 2:21-25).
Pernikahan, menurut Undang-Undang Republik Indonesia tahun 1974, adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa.[1]
Pandangan Alkitab
- Perkawinan atau pernikahan adalah antara satu laki-laki dengan satu perempuan (Kejadian 2:18-25).
- Perkawinan Kristen adalah monogami. Kekristenan tidak membenarkan poligami (1 Korintus 7:2; 1 Tesalonika 4:2-5).
- Ikatan perkawinan adalah ikatan yang telah dipersatukan oleh Allah, oleh sebab itu tidak dikenal adanya kata cerai sebab Allah membenci perceraian (Matius 19:6; Markus 10:9; 1 Korintus 7:10-11).
7 pilar pernikahan
GBI Jalan Jendral Gatot Subroto mengenalkan 7 pilar pernikahan:[2]
- Pilar Pertama
- Pernikahan yang Allah tetapkan adalah antara seorang laki-laki dan seorang perempuan; di mana jenis kelamin laki-laki dan perempuan itu tetap sejak lahir.
- Pilar Kedua
- Allah menciptakan laki-laki dan perempuan, dengan hakikat ataupun dengan eksistensi yang sama.
- Pilar Ketiga
- Keintiman seksual hanya boleh ada dalam pernikahan yang sah.
- Pilar Keempat
- Pernikahan itu bersifat kekal selama hidup, yang tidak dapat dibatalkan oleh pihak mana pun juga.
- Pilar Kelima
- Suami-istri harus sama-sama mengasihi Tuhan Yesus.
- Pilar Keenam
- Pernikahan yang Allah tetapkan ialah pernikahan seorang perempuan dengan seorang laki-laki.
- Pilar Ketujuh
- Harus pemberkatan lebih dahulu baru hidup sebagai suami-istri.
Lihat pula
Referensi
- ^ a b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 di Wikisource bahasa Indonesia
- ^ Jaliaman Sinaga, Tujuh Pilar Pernikahan (Jakarta: Divisi Pengajaran GBI Jln. Gatot Subroto Jakarta, 2004), hlm. 13-14
- ^ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 201 di Wikisource bahasa Indonesia
- ^ Formulir Pemberkatan Nikah (GBI Danau Bogor Raya)

