Khotbah: 20260403-0930/NN: Perbedaan antara revisi
baru |
Tidak ada ringkasan suntingan Tag: Pengembalian manual |
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |
(Tidak ada perbedaan)
| |
Revisi terkini sejak 6 April 2026 11.32
| Pesan Gembala Pembina | |
|---|---|
| Ibadah | Ibadah Raya |
| Tanggal | Jumat, 3 April 2026 |
| Gereja | GBI Danau Bogor Raya |
| Lokasi | Grha Amal Kasih |
| Kota | Bogor |
| Video | YouTube |
| Khotbah lainnya | |
| |
| |
| |
Hari ini adalah Jumat Agung; di mana kita memperingati kematian Tuhan Yesus. Kita akan merenungkan kembali kasih Tuhan Yesus yang luar biasa bagi kita semua. Yohanes 3:16 berkata, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Shalom Saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus!
Hari ini adalah Jumat Agung; di mana kita memperingati kematian Tuhan Yesus. Kita akan merenungkan kembali kasih Tuhan Yesus yang luar biasa bagi kita semua.
Yohanes 3:16 TB berkata,
- Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Ada apa dengan manusia sehingga Tuhan Yesus harus datang ke dalam dunia ini?
Alkitab berkata; semua orang, semua orang, semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Upah dosa adalah maut. Mati. Tempatnya di neraka. (Roma 3:23, Roma 6:23)
Neraka adalah tempat yang sangat mengerikan. Jangan sampai masuk neraka. Karena itu, Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan kita semua.
Bagaimana cara Tuhan Yesus menyelamatkan kita?
Alkitab berkata Tuhan Yesus yang tidak mengenal dosa dijadikan dosa oleh karena kita semua, supaya di dalam Dia, yaitu mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus dibenarkan oleh Allah (2 Korintus 5:21).
Apa arti dari ayat ini? Di ayat tersebut di atas dikatakan semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Upah dosa ialah maut. Mati. Jadi Tuhan Yesus harus mati menggantikan Saudara dan saya.
Tahap-tahap kesengsaraan Tuhan Yesus
Kalau kita melihat cara mati Tuhan Yesus, saya katakan sangat... sangat… tidak manusiawi. Alkitab menuliskan ada 10 tahap penderitaan Tuhan Yesus dari taman Getsemani sampai Golgota… sangat mengerikan.
- Tahap yang pertama: Tuhan Yesus bergumul dalam doa
- “Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu daripada-Ku tetapi jangan seperti yang Kukehendaki melainkan seperti yang Kaukehendaki.”
- Tahap yang kedua: Tuhan Yesus ditangkap
- Tahap yang ketiga: Tuhan Yesus dibelenggu dan diadili
- Tahap yang keempat: Tuhan Yesus dicambuk
- Tahap yang kelima: Kepala Tuhan Yesus diberi mahkota duri
- Tahap yang keenam: Tuhan Yesus memikul salib
- Tahap yang ketujuh: Tangan dan kaki Tuhan Yesus dipaku
- Tahap yang kedelapan: Tuhan Yesus digantung di atas kayu salib
- Secara lahir: dia merasakan sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya dan juga merasa sesak karena ada cairan yang menekan jantungnya.
- Secara batin: Tuhan Yesus menderita karena Tuhan Yesus melihat semua orang yang lalu lalang menghujat Dia. Ahli-ahli Taurat, tua-tua, imam-imam menghujat Dia. Bahkan salah satu penjahat di sebelah-Nya juga ikut menghujat.
- Tahap yang kesembilan: Tuhan Yesus merasa ditinggalkan oleh Bapa
- Tahap yang kesepuluh: Tuhan Yesus mati
Ketika berada di Taman Getsemani, Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa dalam keadaan ketakutan, sampai peluh-Nya seperti tetes-tetes darah yang jatuh ke tanah.
Pada saat itu seorang malaikat turun untuk menguatkan Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa,
Tuhan Yesus berdoa tiga kali kepada Bapa, tetapi Bapa tidak menjawab. Di sini Tuhan Yesus tahu bahwa Dia harus mengalami penderitaan ini.
Di sini Tuhan Yesus mengajarkan, bahwa di dalam doa kita boleh menawar - tetapi jangan memaksakan kehendak.
Bagi yang sekarang dalam keadaan ketakutan, kita harus ingat bahwa Tuhan Yesus pernah mengalami ketakutan untuk menebus dosa kita semua. Karena itu datanglah kepada Tuhan Yesus. Dia pasti mampu dan mau menolong kita semua.Dia dituduh dengan bermacam-macam tuduhan, diludahi… mukanya ditinju, dipukul, tetapi Tuhan Yesus tidak membalas.
Di sini Tuhan Yesus mempraktikkan apa yang diajarkan-Nya kepada kita agar kita mengasihi dan berdoa bagi orang-orang yang membenci kita, mengutuk kita, mencaci maki kita.
Jikalau kita hanya mengasihi orang-orang yang mengasihi kita, apa jasa kita karena orang-orang berdosa pun juga mengasihi orang-orang yang mengasihi mereka.Waktu Tuhan Yesus diadili oleh Pilatus, ternyata tidak didapati kesalahan yang membuat Tuhan Yesus harus dihukum mati.
Sementara itu orang-orang Yahudi terus berteriak-teriak supaya Tuhan Yesus dihukum mati. Salibkan Dia! Salibkan Dia! Akhirnya Pilatus menyerahkan Tuhan Yesus untuk disalibkan.Proses awal dari penyaliban: jubah Tuhan Yesus dibuka dan dihukum cambuk.
Dua algojo bergantian menghunjamkan cambuk ke punggung Tuhan Yesus. Ujung cambuk itu terbuat dari potongan tulang dan potongan besi.
Tiap kali cambuk itu dihunjamkan ke punggung Tuhan Yesus, itu menimbulkan luka yang dalam. Tuhan Yesus berteriak-teriak kesakitan. Darah Tuhan Yesus bercucuran. Tuhan Yesus bermandikan darah.Pada saat itu Tuhan Yesus menderita secara lahir maupun batin.
Sekitar jam 12 siang sampai jam 3 petang tiba-tiba langit di sekitar Golgota menjadi gelap.
Tuhan Yesus gelisah dan Dia berteriak, “Eli, Eli, lama sabakhtani? Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Tuhan Yesus merasa ditinggalkan oleh Bapa.
Orang yang berdosa pada hakikatnya dipisahkan dari Bapa. Jadi untuk menebus orang yang berdosa, maka Tuhan Yesus harus merasakan ditinggalkan oleh Bapa; dipisahkan dari Bapa.
Saya percaya ini adalah puncak penderitaan Tuhan Yesus. Penderitaan lainnya tidak ada artinya dibandingkan merasa ditinggalkan oleh Bapa.
Bagi saya, kalau saya tidak bisa merasakan hadirat Tuhan, itu adalah hal yang paling berat dalam hidup saya.
Karena itu, setiap hari saya selalu menjaga langkah-langkah dalam hidup saya agar saya terus mengalami hadirat Tuhan. Kalau ada dosa, harus cepat diselesaikan supaya terus merasakan hadirat Tuhan.
Saya berharap Saudara juga melakukan hal yang sama seperti itu. Kalau ada di antara kita yang sudah tidak merasakan hadirat Tuhan… dan kita menganggap itu biasa, kita harus bertobat!
Tidak ada yang lebih berbahagia daripada kalau kita berada dalam hadirat Tuhan. Sebab Alkitab berkata di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah. Artinya di dalam hadirat Tuhan ada sukacita dan kebahagiaan yang berlimpah-limpah.Mengapa Tuhan Yesus harus mati dengan cara demikian?
Mengapa tidak dengan cara yang mudah? Dipenggal kepalanya… selesai! Mengapa Tuhan Yesus harus mati dengan bermandikan darah?
Alkitab katakan tanpa penumpahan darah, tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa. Untuk mengampuni dosa Saudara… dosa Saudara… dosa Saudara… dosa saya… Tuhan Yesus harus mati dengan cara demikian.
Selain itu apalagi yang Alkitab katakan dengan cara mati Tuhan Yesus yang seperti itu?
- Yang pertama: Penyakit kitalah yang ditanggung-Nya.
- Yang kedua: Penderitaan kita yang dipikul-Nya, dan
- Yang ketiga: oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan.
Alkitab katakan Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita. Dia dikuburkan tetapi pada hari yang ketiga Dia dibangkitkan. Haleluya…! Tuhan Yesus tidak selamanya mati. Tetapi pada hari yang ketiga Tuhan Yesus dibangkitkan.
Apa yang terjadi jika Tuhan Yesus tidak bangkit?
- Yang pertama: Sia-sialah pemberitaan firman Tuhan.
- Hal yang kedua: Sia-sialah kepercayaan kita
- Hal yang ketiga: Kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
Saya di sini memberitakan firman Tuhan, tidak ada artinya… sia-sia.
Tetapi puji Tuhan, Tuhan Yesus hidup! Tuhan Yesus bangkit! Pemberitaan firman Tuhan menjadi tidak sia-sia.Kita akan tetap mati di dalam dosa-dosa kita. Demikian juga dengan orang-orang yang mati di dalam Tuhan. Mereka akan tetap binasa.
Tetapi puji Tuhan... Tuhan Yesus bangkit! Kita tidak akan mati di dalam dosa-dosa kita tetapi kita akan bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya. Haleluya!!Dampak kebangkitan Tuhan Yesus
- Karena Tuhan Yesus hidup, maka ada hari esok
- Karena Tuhan Yesus hidup, maka mukjizat masih ada
- Karena Tuhan Yesus hidup, kita sedang melihat Pentakosta Ketiga digenapi
- Karena Tuhan Yesus hidup, maka kita bisa menyelesaikan Amanat Agung
- Karena Tuhan Yesus hidup, kita punya metode untuk menyelesaikan Amanat Agung
- Yang pertama: Harus banyak berdoa memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam.
- Yang kedua: Memberitakan injil kepada orang lain.
- Yang ketiga: Memperlengkapi para murid agar mereka bisa bertumbuh dan melayani.
- Yang keempat: Meringankan penderitaan orang lain dengan menolong mereka.
- Yang kelima: Mendirikan gereja-gereja baru.
Mukjizat-mukjizat yang dilakukan telah oleh Tuhan Yesus masih ada terus sampai dengan hari ini.
Orang buta melihat. Orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, orang kusta menjadi tahir dan kepada orang-orang miskin diberitakan kabar baik.Di mana melalui semua peristiwa yang terjadi saat ini penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang kembali, terjadi.
Hari-hari ini terjadi kebangkitan generasi Yeremia, yaitu generasi anak-anak muda yang dipenuhi dengan Roh Kudus, cinta mati-matian kepada Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa dan akan memenangkan banyak jiwa.Hari-hari ini kita sedang menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sedang berbicara kepada gereja-Nya di seluruh dunia bahwa target untuk menyelesaikan Amanat Agung adalah tahun 2033.
Sesuai dengan Matius 24:14, maka sesudah Amanat Agung selesai maka Tuhan Yesus akan datang kembali. Kata sesudah ini tidak ada seorangpun yang tahu bisa 1 hari, bisa 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun, atau beberapa tahun. Tetapi yang pasti waktunya tidak akan lama karena Tuhan Yesus berkata, “Aku datang segera.”
Target untuk menyelesaikan Amanat Agung adalah tahun 2033, tetapi Tuhan Yesus bisa saja datang sebelum tahun 2033 karena Tuhan Yesus bisa datang sewaktu-waktu. Yang jelas sebelum Tuhan Yesus datang Injil Kerajaan Allah sudah diberitakan ke seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, yang artinya Amanat Agung sudah selesai. Haleluya!Lima metode yang Tuhan Yesus berikan untuk kita menyelesaikan Amanat Agung, adalah: