Article: 20260119/DV: Perbedaan antara revisi
Baru |
k upd |
||
| Baris 18: | Baris 18: | ||
| intro= | | intro= | ||
{{ | {{blockquote/Ayat | ||
| '''''Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.''''' | |||
| {{sabdaweb2v|Lukas 6:40}} | |||
}} | |||
Tuhan menghendaki kita bukan hanya percaya dan mengikut Yesus, namun menjadi seorang murid Kristus sejati, yang juga memuridkan lagi orang-orang lain menjadi murid-Nya. | Tuhan menghendaki kita bukan hanya percaya dan mengikut Yesus, namun menjadi seorang murid Kristus sejati, yang juga memuridkan lagi orang-orang lain menjadi murid-Nya. | ||
| Baris 26: | Baris 28: | ||
| content= | | content= | ||
{{sabdaweb2v|Lukas 6:40}} '''''Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.''''' | {{p0 | {{sabdaweb2v|Lukas 6:40}},}} | ||
:'''''Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.''''' | |||
{{sabdaweb2v|1 Yohanes 2:6}} '''''Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.''''' | {{p0 | {{sabdaweb2v|1 Yohanes 2:6}},}} | ||
:'''''Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.''''' | |||
Kita harus senantiasa mengenakan sikap hati seorang murid, yaitu mau belajar dengan sikap hati terbuka, rela diajar dan dikoreksi saat ada yang tidak tepat, bahkan siap ditegur tanpa menyimpan sakit hati ketika salah. | Kita harus senantiasa mengenakan sikap hati seorang murid, yaitu mau belajar dengan sikap hati terbuka, rela diajar dan dikoreksi saat ada yang tidak tepat, bahkan siap ditegur tanpa menyimpan sakit hati ketika salah. | ||
{{sabdaweb2v|Matius 11:29}} '''''Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.''''' | {{p0 | {{sabdaweb2v|Matius 11:29}},}} | ||
:'''''Pikullah kuk yang Kupasang dan <u>belajarlah pada-Ku</u>, karena Aku <u>lemah lembut</u> dan <u>rendah hati</u> dan jiwamu akan mendapat ketenangan.''''' | |||
Tuhan | Apa yang kita pelajari dari Tuhan Yesus dalam ayat di atas? | ||
{{ol-list | liclass= h4 | {{ol-list | liclass= h4 | ||
| 1= Hati yang lembut | | 1= Hati yang lembut | ||
| p1= Untuk memiliki hati yang lembut kita harus belajar kepada Tuhan Yesus dan mengukurnya dengan kelembutan hati Yesus. Hati yang lemah lembut memiliki sikap responsif, sensitif, rela menyerah dan mudah dibentuk ketika kebenaran dinyatakan. Mudah menangkap maksud hati Tuhan tanpa banyak penjelasan. Ketika tahu salah mudah meminta maaf maupun bertobat, tidak membantah, berdalih, cari cari alasan. Hati yang lembut mudah ditembus kebenaran firman Tuhan, dan memunculkan buah pertobatan. Gambaran lembut hati adalah seperti tanah gembur menerima taburan benih, mudah ditembus akar. Kebalikan dari itu adalah tanah yang berbatu-batu. | | p1= Untuk memiliki hati yang lembut kita harus belajar kepada Tuhan Yesus dan mengukurnya dengan kelembutan hati Yesus. Hati yang lemah lembut memiliki sikap responsif, sensitif, rela menyerah dan mudah dibentuk ketika kebenaran dinyatakan. Mudah menangkap maksud hati Tuhan tanpa banyak penjelasan. Ketika tahu salah mudah meminta maaf maupun bertobat, tidak membantah, berdalih, cari cari alasan. Hati yang lembut mudah ditembus kebenaran firman Tuhan, dan memunculkan buah pertobatan. | ||
Gambaran lembut hati adalah seperti tanah gembur menerima taburan benih, mudah ditembus akar. Kebalikan dari itu adalah tanah yang berbatu-batu. | |||
| 2= Rendah hati | | 2= Rendah hati | ||
| p2= Demikian juga untuk jadi rendah hati kita harus belajar kepada Tuhan Yesus dan rendah hati seperti Yesus. {{sabdaweb2v|Filipi 2:5-8}} '''''Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.'''''Kita harus mengenakan pikiran dan perasaan Kristus untuk belajar menjadi rendah hati. Hal utama adalah menanggalkan; | | p2= Demikian juga untuk jadi rendah hati kita harus belajar kepada Tuhan Yesus dan rendah hati seperti Yesus. | ||
{{p0 | {{sabdaweb2v|Filipi 2:5-8}},}} | |||
:'''''Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.''''' | |||
Kita harus mengenakan pikiran dan perasaan Kristus untuk belajar menjadi rendah hati. Hal utama adalah menanggalkan; rela melepas diri sendiri dari kehebatan kita dan setiap keunggulan yang dikagumi. Keakuan kita menuntut kita dihormati dan dianggap hebat. Ketika rela menanggalkan keakuan, maka tidak menuntut, melainkan melepaskan hak demi untuk menampilkan rupa Kristus, dan menjadi representasi hidup Yesus. | |||
Kualitas kerendahan hati Yesus adalah manusia yang dengan rela untuk direndahkan sampai mati. Mari kita memberi diri dimuridkan jadi murid Kristus, terus menerus belajar kepada Tuhan, terus berubah untuk makin serupa Kristus, kita mengerjakan dan menyelesaikan kehendak-Nya. | |||
}} | }} | ||
{{sabdaweb2v|Yohanes 4:34}} '''''Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.''''' | {{p0 | {{sabdaweb2v|Yohanes 4:34}},}} | ||
:'''''Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.''''' | |||
Amin. | Amin. | ||
Revisi terkini sejak 22 Januari 2026 13.21
| Devosi | |
|---|---|
| Tanggal | 19 Januari 2026 |
| Penulis | Sub Divisi Profetik |
| Artikel devosi lainnya | |
| |
Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
Tuhan menghendaki kita bukan hanya percaya dan mengikut Yesus, namun menjadi seorang murid Kristus sejati, yang juga memuridkan lagi orang-orang lain menjadi murid-Nya.
Murid Yesus sejati akan belajar dari apa yang dikatakan-Nya, dan meniru yang dilakukan-Nya, mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya, sehingga menjadi serupa dengan sang guru. Sebagaimana kehendak Allah menciptakan manusia adalah serupa dan segambar dengan-Nya, demikian juga perjalanan murid belajar kepada Tuhan Yesus hasilnya menjadi orang yang serupa Kristus.
- Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
- Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Kita harus senantiasa mengenakan sikap hati seorang murid, yaitu mau belajar dengan sikap hati terbuka, rela diajar dan dikoreksi saat ada yang tidak tepat, bahkan siap ditegur tanpa menyimpan sakit hati ketika salah.
- Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Apa yang kita pelajari dari Tuhan Yesus dalam ayat di atas?
- Hati yang lembut
- Rendah hati
- Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Untuk memiliki hati yang lembut kita harus belajar kepada Tuhan Yesus dan mengukurnya dengan kelembutan hati Yesus. Hati yang lemah lembut memiliki sikap responsif, sensitif, rela menyerah dan mudah dibentuk ketika kebenaran dinyatakan. Mudah menangkap maksud hati Tuhan tanpa banyak penjelasan. Ketika tahu salah mudah meminta maaf maupun bertobat, tidak membantah, berdalih, cari cari alasan. Hati yang lembut mudah ditembus kebenaran firman Tuhan, dan memunculkan buah pertobatan.
Gambaran lembut hati adalah seperti tanah gembur menerima taburan benih, mudah ditembus akar. Kebalikan dari itu adalah tanah yang berbatu-batu.Demikian juga untuk jadi rendah hati kita harus belajar kepada Tuhan Yesus dan rendah hati seperti Yesus.
Kita harus mengenakan pikiran dan perasaan Kristus untuk belajar menjadi rendah hati. Hal utama adalah menanggalkan; rela melepas diri sendiri dari kehebatan kita dan setiap keunggulan yang dikagumi. Keakuan kita menuntut kita dihormati dan dianggap hebat. Ketika rela menanggalkan keakuan, maka tidak menuntut, melainkan melepaskan hak demi untuk menampilkan rupa Kristus, dan menjadi representasi hidup Yesus.
Kualitas kerendahan hati Yesus adalah manusia yang dengan rela untuk direndahkan sampai mati. Mari kita memberi diri dimuridkan jadi murid Kristus, terus menerus belajar kepada Tuhan, terus berubah untuk makin serupa Kristus, kita mengerjakan dan menyelesaikan kehendak-Nya.- Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Amin.
Tuhan menghendaki kita bukan hanya percaya dan mengikut Yesus, namun menjadi seorang murid Kristus sejati, yang juga memuridkan lagi orang-orang lain menjadi murid-Nya. Murid Yesus sejati akan belajar dari apa yang dikatakan-Nya, dan meniru yang dilakukan-Nya, mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya, sehingga menjadi serupa dengan sang guru.