Khotbah: 20260118-0930: Perbedaan antara revisi
baru |
k upd |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 26: | Baris 26: | ||
| video1hosttitle= | | video1hosttitle= | ||
| video1hostinitial= | | video1hostinitial= | ||
| downloadfilename= | | downloadfilename= | ||
| downloadcaption=Unduh materi <span class="fa fa-file-pdf"><span> | | downloadcaption=Unduh materi <span class="fa fa-file-pdf"><span> | ||
| longsummary= | | longsummary= | ||
| Baris 32: | Baris 32: | ||
| shortsummary= Amanat Agung dijalankan melalui dua alat utama yang Tuhan berikan kepada orang percaya, yaitu kuasa peperangan rohani dan tanda-tanda mujizat. | | shortsummary= Amanat Agung dijalankan melalui dua alat utama yang Tuhan berikan kepada orang percaya, yaitu kuasa peperangan rohani dan tanda-tanda mujizat. | ||
}} | }} | ||
Shalom, Bapak Ibu sekalian, selamat tahun baru, Tuhan Yesus memberkati kita semuanya. Saya percaya di tahun ini—tahun Amanat Agung—kita akan melihat penyertaan dan pertolongan Tuhan, sebab Tuhan berjanji menyertai kita sampai akhir zaman. | Shalom, Bapak/Ibu sekalian, selamat tahun baru, Tuhan Yesus memberkati kita semuanya. Saya percaya di tahun ini—tahun Amanat Agung—kita akan melihat penyertaan dan pertolongan Tuhan, sebab Tuhan berjanji menyertai kita sampai akhir zaman. | ||
Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus. Beberapa waktu yang lalu, kakak pertama kami dipanggil oleh Tuhan. Terima kasih atas dukungan dan doa dari Pak Rusli dan Ibu Fanny, sehingga kami boleh pulang ke Jawa, ke Madiun, untuk mengadakan pemakaman, dan kembali dalam keadaan baik. | Bapak/Ibu yang dikasihi Tuhan, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus. Beberapa waktu yang lalu, kakak pertama kami dipanggil oleh Tuhan. Terima kasih atas dukungan dan doa dari Pak Rusli dan Ibu Fanny, sehingga kami boleh pulang ke Jawa, ke Madiun, untuk mengadakan pemakaman, dan kembali dalam keadaan baik. | ||
Kakak kami berusia 76 tahun. Secara medis, beliau sehat—jantung sehat, tidak ada penyakit serius. Namun dalam minggu itu kondisinya memang agak lemah. Hari Jumat dibawa ke dokter dan menginap satu malam di rumah sakit di Tawangmangu, dekat daerah kami di Magetan-Sarangan. Hari Sabtunya, setelah diperiksa, kakak kami berkata, “Saya melihat ada dua malaikat bersinar di luar.” Awalnya dianggap bercanda, tetapi ia melihat dengan jelas. | Kakak kami berusia 76 tahun. Secara medis, beliau sehat—jantung sehat, tidak ada penyakit serius. Namun dalam minggu itu kondisinya memang agak lemah. Hari Jumat dibawa ke dokter dan menginap satu malam di rumah sakit di Tawangmangu, dekat daerah kami di Magetan-Sarangan. Hari Sabtunya, setelah diperiksa, kakak kami berkata, “Saya melihat ada dua malaikat bersinar di luar.” Awalnya dianggap bercanda, tetapi ia melihat dengan jelas. | ||
| Baris 43: | Baris 43: | ||
== Dua alat utama dalam penyelesaian Amanat Agung == | == Dua alat utama dalam penyelesaian Amanat Agung == | ||
Hari ini saya ingin mengajak Bapak Ibu merenungkan '''Amanat Agung'''. Ada dua alat utama yang Tuhan pakai untuk menyelesaikan Amanat Agung. Salah satu tanda bahwa Tuhan bekerja di tengah-tengah kita adalah ketika kita mampu mengalahkan musuh. Yesus datang bukan hanya untuk menyelamatkan, tetapi juga untuk mengalahkan pekerjaan-pekerjaan iblis. | Hari ini saya ingin mengajak Bapak/Ibu merenungkan '''Amanat Agung'''. Ada dua alat utama yang Tuhan pakai untuk menyelesaikan Amanat Agung. Salah satu tanda bahwa Tuhan bekerja di tengah-tengah kita adalah ketika kita mampu mengalahkan musuh. Yesus datang bukan hanya untuk menyelamatkan, tetapi juga untuk mengalahkan pekerjaan-pekerjaan iblis. | ||
Firman Tuhan berkata bahwa musuh kita bukan darah dan daging, melainkan roh-roh jahat di udara. Dalam {{sabdaweb2v|Yohanes 10:10}}, Yesus berkata bahwa iblis adalah pencuri, pembunuh, dan pembinasa. Tetapi Yesus datang supaya kita memiliki hidup, bahkan hidup dalam segala kelimpahan. | Firman Tuhan berkata bahwa musuh kita bukan darah dan daging, melainkan roh-roh jahat di udara. Dalam {{sabdaweb2v|Yohanes 10:10}}, Yesus berkata bahwa iblis adalah pencuri, pembunuh, dan pembinasa. Tetapi Yesus datang supaya kita memiliki hidup, bahkan hidup dalam segala kelimpahan. | ||
Revisi terkini sejak 21 Januari 2026 10.32
| Ringkasan Khotbah | |
|---|---|
| Ibadah | Ibadah Raya |
| Tanggal | Minggu, 18 Januari 2026 |
| Gereja | GBI Danau Bogor Raya |
| Lokasi | Grha Amal Kasih |
| Kota | Bogor |
| Video | YouTube |
| Khotbah lainnya | |
| |
| |
Amanat Agung dijalankan melalui dua alat utama yang Tuhan berikan kepada orang percaya, yaitu kuasa peperangan rohani dan tanda-tanda mujizat. Setiap orang percaya telah diberi kuasa dalam Kristus untuk mengalahkan pekerjaan iblis, membawa pemulihan, dan menghadirkan Kerajaan Allah melalui iman, doa, dan kepenuhan Roh Kudus. Ketika gereja melangkah dengan iman dan ketaatan, Tuhan bekerja nyata—mengubahkan pribadi, keluarga, kota, bahkan bangsa.
Shalom, Bapak/Ibu sekalian, selamat tahun baru, Tuhan Yesus memberkati kita semuanya. Saya percaya di tahun ini—tahun Amanat Agung—kita akan melihat penyertaan dan pertolongan Tuhan, sebab Tuhan berjanji menyertai kita sampai akhir zaman.
Bapak/Ibu yang dikasihi Tuhan, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus. Beberapa waktu yang lalu, kakak pertama kami dipanggil oleh Tuhan. Terima kasih atas dukungan dan doa dari Pak Rusli dan Ibu Fanny, sehingga kami boleh pulang ke Jawa, ke Madiun, untuk mengadakan pemakaman, dan kembali dalam keadaan baik.
Kakak kami berusia 76 tahun. Secara medis, beliau sehat—jantung sehat, tidak ada penyakit serius. Namun dalam minggu itu kondisinya memang agak lemah. Hari Jumat dibawa ke dokter dan menginap satu malam di rumah sakit di Tawangmangu, dekat daerah kami di Magetan-Sarangan. Hari Sabtunya, setelah diperiksa, kakak kami berkata, “Saya melihat ada dua malaikat bersinar di luar.” Awalnya dianggap bercanda, tetapi ia melihat dengan jelas.
Ia kemudian meminta pulang. Sepanjang perjalanan, ia berbicara dan menasihati anak-anaknya, mendoakan mereka satu per satu, juga mendoakan keluarga dan orang tua kami—mama kami masih hidup, berusia 100 tahun. Setelah tiba di rumah, makan, lalu beristirahat, ia dipanggil Tuhan. Tanpa tanda-tanda yang mencolok, tetapi kami percaya itulah waktu Tuhan.
Keluarga kami memang hidup dalam pelayanan. Kakak kami adalah gembala sidang di kampung itu dengan jemaat sekitar 300 orang. Kakak yang kedua juga gembala sidang di kampung sebelah. Keponakan-keponakan kami pun melayani. Karena itu kami percaya Tuhan menopang dan menguatkan kami.
Dua alat utama dalam penyelesaian Amanat Agung
Hari ini saya ingin mengajak Bapak/Ibu merenungkan Amanat Agung. Ada dua alat utama yang Tuhan pakai untuk menyelesaikan Amanat Agung. Salah satu tanda bahwa Tuhan bekerja di tengah-tengah kita adalah ketika kita mampu mengalahkan musuh. Yesus datang bukan hanya untuk menyelamatkan, tetapi juga untuk mengalahkan pekerjaan-pekerjaan iblis.
Firman Tuhan berkata bahwa musuh kita bukan darah dan daging, melainkan roh-roh jahat di udara. Dalam Yohanes 10:10, Yesus berkata bahwa iblis adalah pencuri, pembunuh, dan pembinasa. Tetapi Yesus datang supaya kita memiliki hidup, bahkan hidup dalam segala kelimpahan.
Peperangan rohani adalah realitas yang terjadi setiap hari, setiap waktu. Bahkan saat kita duduk beribadah di sini, peperangan rohani sedang berlangsung. Namun kita tidak perlu takut, karena peperangan itu sudah dimenangkan oleh Yesus. Tugas kita bukan berperang dari nol, tetapi mendeklarasikan kemenangan yang telah Yesus kerjakan dua ribu tahun yang lalu di kayu salib.
Setiap kali kita berdoa—bahkan ketika masuk ke tempat-tempat yang dianggap gelap atau angker—kita bisa dengan berani menyatakan bahwa iblis dan kuasa kegelapan telah dikalahkan oleh salib Kristus. Tanpa peperangan rohani, tidak ada terobosan. Karena itu penting bagi kita untuk menyadari bahwa setiap menit, setiap detik, adalah bagian dari peperangan rohani.
Mari kita melihat dasar Amanat Agung dalam Matius 28:19-20:
- Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptiskanlah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Jaminan kuasa dalam melaksanakan Amanat Agung
Amanat Agung bukan hanya perintah, tetapi juga janji penyertaan. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Bahkan dalam Markus 16:17-20, Tuhan memberikan jaminan bagi orang-orang yang percaya:
- Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
- Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
- Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Tanda-tanda akan menyertai mereka yang percaya: mengusir setan demi nama Yesus, berbicara dalam bahasa yang baru, meletakkan tangan atas orang sakit dan orang itu akan sembuh. Sejak gereja mula-mula lahir di loteng Yerusalem, Tuhan selalu menyertai pemberitaan Injil dengan tanda-tanda dan mujizat.
Ketika orang lumpuh sejak lahir di pintu gerbang Bait Allah meminta sedekah, Petrus berkata, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai kuberikan kepadamu: demi nama Yesus Kristus, bangkit dan berjalanlah.” Seketika itu juga orang tersebut berdiri dan berjalan.
Demikian juga dengan Tabita—seorang janda yang penuh kasih dan pelayanan—yang meninggal dunia. Petrus berdoa, dan Tabita dibangkitkan kembali. Mujizat menyertai gereja yang berjalan dalam Amanat Agung.
Saudara, kalau kita melihat pelayanan Yesus, pelayanan para murid, dan pelayanan gereja mula-mula, satu hal yang selalu menyertai adalah mujizat demi mujizat. Kebangunan rohani terjadi di mana-mana, dan mujizat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan. Seharusnya, bagi orang percaya, mujizat bukan sesuatu yang asing, melainkan sesuatu yang normal dalam kehidupan sehari-hari.
Mengapa demikian? Karena mujizat adalah janji Tuhan. Firman Tuhan menyatakan bahwa Tuhan menyertai setiap pemberitaan Injil dengan tanda-tanda dan mujizat. Jika kita percaya, maka tanda-tanda itu akan menyertai kita. Firman Tuhan tidak berkata bahwa tanda-tanda menyertai pendeta saja, melainkan menyertai setiap orang yang percaya. Artinya, Amanat Agung bukan hanya untuk pengerja atau hamba Tuhan, tetapi untuk setiap orang Kristen.
Namun Tuhan pernah berkata kepada murid-murid-Nya, “Jangan pergi dulu.” Mereka harus terlebih dahulu diperlengkapi dengan kuasa dari tempat yang Mahatinggi. Karena itu murid-murid menunggu di loteng Yerusalem selama sepuluh hari, berdoa dan bertekun menantikan Tuhan. Ketika Roh Kudus turun, hidup mereka diubahkan. Mereka yang sebelumnya hanyalah orang-orang biasa—nelayan tanpa pengaruh—diubah menjadi alat Tuhan yang luar biasa. Petrus berkhotbah satu kali, dan tiga ribu orang bertobat. Pada hari itu lahirlah gereja dengan buah sulung yang besar.
Saudara, mujizat tidak terjadi karena kehebatan kita, tetapi karena Tuhan yang bekerja. Ketika kita melihat mujizat terjadi—baik di gereja, di ladang pelayanan, maupun di berbagai daerah—itu semua adalah bukti kuasa Tuhan. Ada orang yang disembuhkan, ada penyakit yang lenyap, ada hidup yang dipulihkan. Tuhan kita sanggup menyembuhkan dan memulihkan.
Amanat Agung: Mandat yang disertai kuasa
Karena itu, Amanat Agung bukan sekadar perintah, melainkan mandat. Mandat berarti otoritas yang sah. Sama seperti seseorang yang diberi surat kuasa untuk mengambil uang di bank—bank akan menyerahkan uang itu karena ada mandat yang sah. Demikian juga ketika kita diutus untuk memberitakan Injil, kita diutus dengan kuasa.
Yesus berkata dalam Matius 28:18,
- Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.
Segala kuasa di surga, di bumi, dan di bawah bumi tunduk kepada nama Yesus. Karena itu iman kita harus bangkit. Mujizat terjadi ketika kita percaya, sebab Yesus telah menebus seluruh kehidupan kita—bukan hanya tubuh, tetapi juga keuangan, masa depan, dan seluruh ciptaan.
Amanat Agung bukan hanya menyelamatkan individu, tetapi juga mengubahkan kota dan bangsa. Sejarah mencatat bagaimana Injil mengubah Amerika, mengubah Korea Selatan melalui kebangunan rohani, dan membawa transformasi besar dalam kehidupan masyarakat. Bukan manusia yang mengubah, tetapi lawatan Allah melalui kuasa Injil.
Saya percaya Indonesia juga akan diubahkan. Amanat Agung akan membawa transformasi bagi bangsa ini. Gereja menentukan dari mana perubahan itu dimulai—dan itu dimulai dari kita semua. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, dan orang benar akan hidup oleh iman.
Alat untuk melaksanakan Amanat Agung
#1 Alat pertama: Kuasa atas setan dan peperangan rohani
Namun ketika Tuhan hendak menjangkau dunia, selalu ada satu kekuatan yang mencoba menghalangi, yaitu iblis. Karena itu, alat pertama yang Tuhan berikan kepada murid-murid-Nya adalah kuasa peperangan rohani. Ketika Yesus mengutus tujuh puluh murid—bukan rasul, melainkan orang-orang percaya biasa—mereka pergi ke kota-kota dan mengalami kemenangan. Mereka bersukacita karena setan-setan takluk kepada mereka.
Namun Yesus mengingatkan, jangan bermegah karena setan tunduk, tetapi bersukacitalah karena nama kita tertulis di surga. Kuasa peperangan rohani bukan hanya untuk mengusir setan dari orang yang kerasukan, tetapi juga untuk menghadapi peperangan sehari-hari—ketika iblis mencuri damai sejahtera, menahan berkat, dan merusak relasi.
Seperti Daniel yang berdoa dan jawabannya tertahan karena peperangan di udara, demikian juga doa-doa kita sering kali menghadapi perlawanan rohani. Karena itu kita tidak boleh berhenti berdoa. Peperangan rohani adalah realitas hidup sehari-hari, tetapi Tuhan telah memberi kita kuasa untuk menang.
Saudara-Saudara, ketika kita melihat anak mulai memberontak atau bandel, kita tidak hanya bereaksi secara jasmani. Kita angkat tangan dan berdoa: “Dalam nama Yesus, hai roh jahat, engkau tidak berhak menjamah anakku.” Firman Tuhan berkata, ketika kita berdoa, mujizat akan terjadi. Iblis akan dikalahkan. Haleluya.
Kesaksian:
- Saya mau ceritakan sebuah kesaksian. Seorang anak rohani saya dari Sumatra menelepon dan berkata bahwa ia sedang berada di sebidang tanah warisan yang sudah bertahun-tahun tidak laku dijual.
Bahkan ketika sudah sampai di notaris, transaksi itu batal. Saya bertanya, “Ada minyak urapan?” Tidak ada. Saya berkata, “Ambil air saja.” Ia membeli air mineral, lalu kami berdoa bersama.
Saat ia mulai berdoa, ribuan lalat mengerubungi dia—sampai motor pun dipenuhi lalat. Doanya terganggu, tetapi ia terus berdoa dan mencurahkan air itu ke tanah tersebut. Dua hari kemudian, tanah itu laku terjual. Mengapa? Karena Tuhan mengusir kuasa-kuasa kegelapan di tempat itu.Karena itu, Saudara, jangan terlalu polos. Jangan sampai orang lain mengandalkan kuasa gelap, sementara orang Kristen malas berdoa dan malas berperang secara rohani. Akibatnya, berkat yang seharusnya mengalir justru tertahan. Ada orang berkata, “Kok tokonya sepi?” Padahal tokonya buka. Iblis bisa menutup mata orang supaya tidak masuk.
Apa kuncinya? Peperangan rohani. Waktu buka toko, doakan. Urapi tempat itu dalam nama Yesus. Kelilingi pasar, kelilingi lokasi usaha, dan nyatakan kemenangan Kristus. Di alam roh, bukan hanya utusan kegelapan yang bekerja—utusan surga juga bekerja. Malaikat bekerja ketika kita berdoa.
Peperangan rohani terjadi di sekolah, di kantor, di dunia usaha. Banyak orang memakai cara-cara gelap. Anak Tuhan tidak. Anak Tuhan masuk dengan doa. Doakan kursi, doakan tempat, doakan jabatan. Tuhan yang membuka jalan. Banyak orang bertanya, “Kenapa orang lain bisa naik, saya tidak?” Sering kali karena kita tidak mau berperang di alam roh.
Yesus mengutus murid-murid-Nya dua-dua ke kota-kota. Bukan karena Yesus kurang kuasa, tetapi karena ada roh-roh penghalang yang harus dibereskan terlebih dahulu. Setelah penghalang itu disingkirkan, pelayanan Yesus berjalan dengan leluasa.
Mulai hari ini, Saudara, doakan rumahmu, doakan keluargamu, doakan usahamu. Jangan berkata, “Memang zamannya lagi sepi.” Bukan itu. Tuhan berjanji memberkati setiap usaha tangan kita. Mintalah Tuhan melawat. Ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh, mujizat akan terjadi.
Mengusir setan adalah kunci mendatangkan Kerajaan Allah
Firman Tuhan berkata dalam Matius 12:28-29, bahwa seseorang tidak bisa merampas harta orang kuat tanpa terlebih dahulu mengikat orang kuat itu. Yesus datang untuk merebut jiwa-jiwa, kota demi kota. Tetapi ada “orang kuat” yang sudah lama bercokol di suatu wilayah. Karena itu Yesus memberi kuasa kepada murid-murid-Nya.
Prinsip ini juga berlaku ketika membuka usaha atau pelayanan di tempat baru. Doakan dulu wilayahnya, minta petunjuk Tuhan, pastikan musuh sudah dikalahkan, lalu melangkah. Tuhan akan memberkati.
#2 Alat kedua: Tanda-tanda dan mujizat
- Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya…
Selain peperangan rohani, alat kedua yang Tuhan pakai adalah tanda-tanda dan mujizat. Mujizat bukan tujuan, tetapi alat pemberitaan Injil. Ketika orang disembuhkan, orang melihat kebesaran Tuhan dan hatinya terbuka.
Karena itu, ketika mendoakan orang dari latar belakang iman yang berbeda, kita tidak perlu memaksa. Doakan saja. Jika mereka percaya, Tuhan bekerja. Banyak mujizat terjadi karena orang percaya.
Saya ingat sebuah kesaksian tentang seorang anak muda bernama Sander yang menderita lupus. Sudah dibawa ke berbagai tempat, bahkan ke luar negeri, tetapi tidak sembuh. Ketika didoakan, terjadi kelepasan yang nyata. Setelah itu, ia disembuhkan. Hari ini ia sudah menikah dan membuka restoran. Bukan karena kita hebat, tetapi karena Tuhan yang menyembuhkan.
Ketika kita percaya, mujizat akan terjadi.
Kesaksian:
- Saya teringat kesaksian anak dari keluarga Bapak Panjaitan di Pelabuhan Ratu.
- Saya juga ingat kesaksian pasangan jemaat yang menyewa ruko di daerah Surken.
Ia mengalami kecelakaan berat—terjatuh dari mobil, menabrak pembatas, lalu menghantam pohon. Leher ke bawah tidak bisa digerakkan. Secara medis, tidak ada harapan. Namun ketika kami diundang untuk berdoa bersama keluarga, Tuhan bekerja.
Saat didoakan, Tuhan memberikan firman bahwa melalui peristiwa ini keluarga Panjaitan akan dipulihkan. Tiba-tiba anak itu bangkit, berdiri, dan berjalan. Kursi rodanya ditinggalkan. Ia turun dari lantai tiga menuju restoran dan sembuh sampai hari ini. Siapa yang menyembuhkan? Tuhan! Jika Saudara percaya, mujizat masih bisa terjadi—ekonomi dipulihkan, hidup dipulihkan, keluarga dipulihkan.Firman Tuhan berkata dalam Kisah 8:7, bahwa banyak orang kerasukan dibebaskan, orang lumpuh dan timpang disembuhkan, dan sukacita besar memenuhi kota itu. Pelayanan itu dilakukan oleh Filipus—bukan rasul, tetapi seorang diaken. Satu kota dimenangkan oleh seorang yang percaya dan berjalan dalam kuasa Tuhan. Saya berdoa, para pengerja dan jemaat Tuhan hari ini juga dipakai untuk melakukan perkara-perkara besar.
Bagaimana menjalankan dua alat Tuhan?
Lalu bagaimana kita menjalankan dua alat Tuhan—peperangan rohani dan mujizat?
- Pertama, sadari bahwa di dalam Kristus kita sudah diberi kuasa.
- Kedua, hiduplah penuh Roh Kudus.
- Ketiga, melangkahlah dengan iman.
Saya berdoa di tahun Amanat Agung ini, kita semua dipakai Tuhan secara luar biasa. Banyak doa akan menghasilkan banyak mujizat. Sedikit doa, sedikit mujizat. Tidak berdoa, tidak ada mujizat.
Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Saya berdoa sekolah, kuliah, pekerjaan, dan rumah tangga kita dipulihkan. Roh Allah yang hidup memenuhi kita. Jangan takut, jangan ragu! Roh Allah yang ada di dalam kita lebih besar dari roh apa pun. Keluarga kita dilindungi. Ketika kita percaya dan berjalan dalam iman, tanda-tanda akan menyertai orang percaya.
Amin.
Nyanyi:
Roh Allah yang hidup penuhi.
Roh Allah yang hidup pulihkanku.
Turunlah urapan ke atasku
Membangkitkan kuasa-Mu
Membebaskan hidup yang terbelenggu
Memulihkan hati mereka yang terluka
Serta mencelikkan mata yang buta
Jadikan hidupku alat-Mu, dipenuhi urapan baru
Menyatakan kebesaran kuasa-Mu