Templat: Halaman Utama/Devosi: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
k fmt
Leo (bicara | kontrib)
k Penggantian teks - "font-size: 90%;" menjadi "font-size: smaller;"
 
(15 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Holy Spirit as Dove (crop).jpg|right|75px|border|link=]] '''14-20 Desember 2009'''
[[Berkas:Logo_profetik.png|right|75px|border|link=Profetik]]
 
{{#ifexist: Devosi/{{#time:Y|+07hours}}-{{#time:W|+07hours}}
Beberapa waktu terakhir ini Gembala kita terus diberi pesan oleh Tuhan dengan begitu kuat '''"AKU DATANG SEGERA".'''
| {{:Devosi/{{#time:Y}}-{{#time:W}} | infobox=no | readmore=yes}}
Ternyata confirm dengan pesan-pesan Tuhan yang diterima banyak hamba Tuhan, juga para nabi Tuhan.
| {{ :{{#dpl:
 
        | category=Materi devosi
Jadi hari-hari ini tidak ada jalan lain untuk kita selain '''kita harus bersiap sedia'''.
        | ordermethod=title
Di tengah-tengah kita sedang bersiap sedia, tanpa terasa di tanggal 18 September 2009 jam 18.00 waktu Israel, kita memasuki tahun yang baru secara penanggalan Ibrani, tahun 5570 yang disebut dengan tahun Ayin.
        | order=descending
 
        | count=1
'''Tahun Ayin secara profetis adalah tahun dimana mata Tuhan menuntun kita.'''
        | mode=userformat
Untuk kita bisa tahu tuntunan Tuhan, mata kita harus tertuju kepada Tuhan seperti '''''{{sabdaweb|Mazmur 123:2}}''''', '''''Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata para hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada Tuhan, sampai Ia mengasihani kita.'''''
        | format=,%PAGE%,, }}
<div style="font-size: 90%; text-align: right;">'''[[Devosi/{{YEARWEEK}}|selengkapnya »]]'''</div>
    | infobox=no | readmore=yes }}
}}
<DPL>
resultsheader=<div style="margin:.3em 0; padding:.25em 0 0 1em; border-top: 1px #eee solid; font-size: smaller;">
resultsfooter=</div>
category=Materi devosi
ordermethod=title
order=descending
includepage={devosi} dpl
listseparators=\n<ul>\n{| border="0" cellpadding="0" style="background:transparent;",\n|-,,\n|}</ul>
secseparators=\n|
offset=1
count=5
</DPL>

Revisi terkini sejak 10 Oktober 2024 15.59

Logo profetik.png

Dalam Perjanjian Lama, ada beberapa tempat ibadah yang dikenal oleh bangsa Israel, seperti Tabernakel Musa dan bait suci Salomo. Namun, ada satu tempat ibadah yang sangat berkesan di hati Tuhan, yaitu pondok Daud. Berbeda dengan Tabernakel Musa yang penuh dengan tirai pembatas, pondok Daud adalah sebuah tenda sederhana yang tidak memiliki tirai pemisah antara umat dan tabut perjanjian.

Daud menempatkan para pemuji dan penyembah untuk bernyanyi, memainkan alat musik, dan bersyukur di hadapan Tuhan selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pondok Daud begitu istimewa bagi Tuhan hingga Tuhan berjanji untuk mendirikannya kembali. Di dalam pondok Daud, penyembahan dilakukan tanpa batas dan setiap orang bisa memandang hadirat Tuhan secara langsung tanpa sekat rohani.

Daud tidak hanya memuji dan menyembah Tuhan pada saat ada masalah, tetapi Daud menjadikan pujian dan penyembahannya sebagai napas hidupnya dan gaya hidup yang intim dengan Tuhan. Tuhan tidak melihat kemegahan bangunan fisik, melainkan hati yang hancur dan tulus serta haus dan lapar akan pribadi dan hadirat-Nya.

Hari-hari ini, Tuhan tidak sedang mencari bangunan fisik yang megah. Tuhan sedang mencari "pondok Daud" di dalam hati kita. Tuhan ingin agar kita membangun mezbah pujian dan penyembahan yang konsisten di dalam keluarga, di dalam pekerjaan, di dalam pelayanan, di dalam gereja dan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ketika kita mengutamakan pribadi dan hadirat-Nya, maka pemulihan, kekuatan, dan sukacita rohani akan dicurahkan atas hidup kita. Daud berkata; Tuhan memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan Tuhan ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan Tuhan ada nikmat senantiasa. (AH)

Daud menempatkan para pemuji dan penyembah untuk bernyanyi, memainkan alat musik, dan bersyukur di hadapan Tuhan selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pondok Daud begitu istimewa bagi Tuhan hingga Tuhan berjanji untuk mendirikannya kembali.