Templat: Halaman Utama/Devosi: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
k ←Membuat halaman berisi 'right|75px|border|link= '''7-13 Desember 2009''' <big>'''Undangan Kerajaan'''</big> '''''Kemudian dari pada itu aku melihat: S…'
 
Leo (bicara | kontrib)
k Penggantian teks - "font-size: 90%;" menjadi "font-size: smaller;"
 
(17 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:Holy Spirit as Dove (crop).jpg|right|75px|border|link=]] '''7-13 Desember 2009'''
[[Berkas:Logo_profetik.png|right|75px|border|link=Profetik]]
 
{{#ifexist: Devosi/{{#time:Y|+07hours}}-{{#time:W|+07hours}}
<big>'''Undangan Kerajaan'''</big>
| {{:Devosi/{{#time:Y}}-{{#time:W}} | infobox=no | readmore=yes}}
 
| {{ :{{#dpl:
'''''Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.''''' ('''''{{sabdaweb|Wahyu 4:1-2}}''''')
        | category=Materi devosi
 
        | ordermethod=title
Para pelajar Alkitab seringkali menyebut Yohanes sebagai seorang rasul kasih, murid yang dikasihi-Nya, seseorang yang bersandar pada dada Yesus, artinya seseorang yang ingin selalu berada dekat dengan hati Tuhan untuk mendengarkan dan menangkap isi hati-Nya ('''''{{sabdaweb|Yohanes 20:2}}; {{sabdaweb|Yohanes 21:20|21:20}}'''''). Firman di atas telah datang sebagai undangan kepada Yohanes ketika ia berada di pulau Patmos dan undangan yang sama saat ini diberikan kepada setiap kita yang ingin selalu berada dekat dengan hati-Nya untuk menangkap isi hati-Nya atau tuntunan-Nya.
        | order=descending
<div style="font-size: 90%; text-align: right;">'''[[Devosi/{{#time:Y}}-{{#time:W}}|selengkapnya »]]'''</div>
        | count=1
        | mode=userformat
        | format=,%PAGE%,, }}  
    | infobox=no | readmore=yes }}
}}
<DPL>
resultsheader=<div style="margin:.3em 0; padding:.25em 0 0 1em; border-top: 1px #eee solid; font-size: smaller;">
resultsfooter=</div>
category=Materi devosi
ordermethod=title
order=descending
includepage={devosi} dpl
listseparators=\n<ul>\n{| border="0" cellpadding="0" style="background:transparent;",\n|-,,\n|}</ul>
secseparators=\n|
offset=1
count=5
</DPL>

Revisi terkini sejak 10 Oktober 2024 15.59

Logo profetik.png

Dalam Perjanjian Lama, ada beberapa tempat ibadah yang dikenal oleh bangsa Israel, seperti Tabernakel Musa dan bait suci Salomo. Namun, ada satu tempat ibadah yang sangat berkesan di hati Tuhan, yaitu pondok Daud. Berbeda dengan Tabernakel Musa yang penuh dengan tirai pembatas, pondok Daud adalah sebuah tenda sederhana yang tidak memiliki tirai pemisah antara umat dan tabut perjanjian.

Daud menempatkan para pemuji dan penyembah untuk bernyanyi, memainkan alat musik, dan bersyukur di hadapan Tuhan selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pondok Daud begitu istimewa bagi Tuhan hingga Tuhan berjanji untuk mendirikannya kembali. Di dalam pondok Daud, penyembahan dilakukan tanpa batas dan setiap orang bisa memandang hadirat Tuhan secara langsung tanpa sekat rohani.

Daud tidak hanya memuji dan menyembah Tuhan pada saat ada masalah, tetapi Daud menjadikan pujian dan penyembahannya sebagai napas hidupnya dan gaya hidup yang intim dengan Tuhan. Tuhan tidak melihat kemegahan bangunan fisik, melainkan hati yang hancur dan tulus serta haus dan lapar akan pribadi dan hadirat-Nya.

Hari-hari ini, Tuhan tidak sedang mencari bangunan fisik yang megah. Tuhan sedang mencari "pondok Daud" di dalam hati kita. Tuhan ingin agar kita membangun mezbah pujian dan penyembahan yang konsisten di dalam keluarga, di dalam pekerjaan, di dalam pelayanan, di dalam gereja dan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ketika kita mengutamakan pribadi dan hadirat-Nya, maka pemulihan, kekuatan, dan sukacita rohani akan dicurahkan atas hidup kita. Daud berkata; Tuhan memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan Tuhan ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan Tuhan ada nikmat senantiasa. (AH)

Daud menempatkan para pemuji dan penyembah untuk bernyanyi, memainkan alat musik, dan bersyukur di hadapan Tuhan selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pondok Daud begitu istimewa bagi Tuhan hingga Tuhan berjanji untuk mendirikannya kembali.