Menyaksikan kemurahan Tuhan (Pdt Dr Andreas Eko Nugroho, MTh)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Khotbah ini menegaskan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk menyaksikan kemurahan Tuhan, seperti gadis Israel yang berani memperkenalkan Allah kepada Naaman. Keberanian bersaksi lahir dari pengenalan pribadi akan Allah, iman yang tidak padam oleh penderitaan, kasih yang mengalahkan ego, serta identitas yang berakar pada Kristus. Ketika jemaat sadar memperkenalkan Yesus dalam kehidupan sehari-hari, banyak “Naaman-Naaman baru” akan mengalami pertolongan dan percaya kepada Tuhan.

Shalom semuanya. Bagaimana keadaanmu pagi hari ini? Luar biasa! Siapa yang membuat hidupmu luar biasa? Yesus! Percaya minggu depan lebih luar biasa, bulan depan lebih luar biasa? Amin! Jadilah sesuai dengan imanmu.

Mazmur 107 mengatakan mengenai perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib di tempat yang dalam. Orang itu baru mengalami perbuatan dan pekerjaan Tuhan yang ajaib di tempat yang dalam. Yang dimaksud dalam Mazmur ini adalah tempat yang paling kelam, tempat yang paling lembah, tempat yang paling sulit, tempat yang paling sukar, tempat yang paling tidak memungkinkan. Di situlah kita akan melihat perbuatan dan pekerjaan Tuhan yang ajaib! Amin!

Siapa yang pernah ditolong Tuhan? Amin! Haleluya!

Hari ini saya rindu untuk membagikan Firman Tuhan dengan tema: Menyaksikan Kemurahan Tuhan. Kalau Saudara dan saya ditolong Tuhan, berkali-kali ditolong Tuhan, saya yakin dan percaya itu semua karena kemurahan Tuhan. Amin.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)

Inilah hati Tuhan.
Inilah kerinduan Tuhan.
Inilah kemurahan Tuhan bagi semua orang.

Setiap kita yang pernah ditolong Tuhan, ayat ini adalah ya dan amin. Tuhan akan memberikan kelegaan bagi orang-orang dalam kondisi letih, lesu, lemah, letoy, lembek. Kalau datang kepada Yesus, siapa pun itu, maka Yesus akan memberikan kelegaan.

Saudara, kelegaan itu diberikan oleh Yesus. Bahkan Yesus memberikan nyawa-Nya bagi kita. Itulah yang membuat kita memperoleh keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, pesan Yesus dalam Amanat Agung, kalau kita baca:

Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi… dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Matius 28:18, 20)

Ada beberapa elemen di dalam Amanat Agung: Kuasa di surga dan di bumi dipercayakan kepada Yesus. Itu berarti Yesus memiliki otoritas dan kuasa di segala zaman. Dan di ayat terakhir itu Yesus berkata, Aku menyertai engkau sampai kesudahan zaman.

Apa pun keadaanmu pagi hari ini, apa pun situasi yang sedang terjadi dalam hidupmu hari ini, saya yakin dan percaya berdasarkan Firman Tuhan: setiap Saudara disertai Tuhan, setiap Saudara melangkah bersama Yesus. Amin!

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, kerinduan Tuhan terhadap semua manusia dinyatakan di dalam:

Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:9)

Terhadap semua manusia. Dengan berbagai profesinya. Penjahat, penyamun, perampok, penjudi, penipu, pemabuk. Termasuk juga yang baik: pengusaha, pendeta, pelayan Tuhan, pemuji, penyembah, pendoa, penginjil. Yesus tidak menghendaki seorang pun binasa.

Dan lagi:

Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. (Yohanes 1:29)

Apa pun masa lalu kita, masa-masa kelam dalam perjalanan hidup kita, apa pun yang pernah kita perbuat, kalau kita datang kepada Yesus, mengaku dosa, bertobat, minta ampun, dan percaya, maka dosa kita dihapuskan oleh kuasa darah Yesus.

Saudara-saudara, ini baru pendahuluan. Sekarang saya membawa Saudara kepada satu peristiwa yang terjadi di rumah Naaman. Siapa Naaman? Panglima perang.

Saya berdoa jemaat Tuhan di tempat ini bisa dipertemukan dengan orang-orang penting di negara ini, pengambil keputusan, pengusaha top, profesor, rektor, mahasiswa, ibu rumah tangga, siapa pun. Tetapi jangan lupa: saksikan kemurahan Tuhan dalam hidupmu. Amin!

Kesaksian gadis Israel yang menjadi budak

Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel; ia menjadi pelayan pada istri Naaman. (2 Raja-Raja 5:2)

Perhatikan ini. Ada seorang gadis Israel yang menjadi budak, menjadi pelayan di rumah Naaman. Daerahnya diserang, bangsanya kalah, dan ia dibawa sebagai tawanan. Posisinya hanya pelayan. Budak.

Tetapi lihat hatinya. Hatinya berkobar, terbakar dengan apa yang terjadi di rumah itu. Ia berkata kepada nyonyanya bahwa ada nabi di Israel yang dapat menyembuhkan Naaman. Ia hanya memberikan arahan. Ia hanya menunjukkan jalan.

Kadang-kadang orang berkata, “Pak, saya tidak berani bersaksi. Apalagi mendoakan orang.” Tetapi lihat gadis ini. Ia hanya menunjukkan arah. Saudara dengar baik-baik. Keluar dari gereja, pulang dari ibadah, kita bisa berjumpa dengan orang-orang seperti Naaman. Orang-orang yang punya jabatan, punya kuasa, tetapi tidak bisa menyelesaikan pergumulannya sendiri. Mereka membutuhkan pertolongan Tuhan.

Siapa di tempat ini yang pernah berada di titik tidak sanggup lagi, tidak mampu lagi, tidak bisa apa-apa lagi, lalu ditolong Tuhan? Lambaikan tangan. Saudara yakin Tuhan yang sama juga akan menolong orang-orang di luar sana? Amin!

Naaman membutuhkan pertolongan Tuhan karena penyakit kustanya tidak bisa diselesaikan sendiri.

Hari-hari ini juga di sekitar kita — di kantormu, di pabrikmu, di mana pun engkau ditempatkan Tuhan, di kampusmu, mahasiswa, dosen, ibu-ibu, tetanggamu — ada banyak orang dalam posisi seperti Naaman.

Mereka membutuhkan pertolongan Tuhan.
Mereka membutuhkan kemurahan Tuhan Yesus.

Barang siapa yang lemah, letih, lesu, dan berbeban berat, bawalah kepada Yesus.
Tunjukkan kepada Yesus, maka Dia akan memberikan kelegaan.

Setuju? Katakan amin.

Dia akan membebaskan, menyembuhkan, dan memulihkan.

Itulah yang dilakukan oleh anak perempuan Israel itu — pelayan tadi.

Posisi Saudara lebih daripada pelayan di rumah Naaman.
Saya percaya di sini ada pengusaha-pengusaha yang diberkati Tuhan.
Saya percaya di sini ada orang-orang pemerintahan yang dipakai Tuhan.
Saya percaya di sini ada anak-anak Tuhan yang luar biasa.

Amin?

Dengar baik-baik: saksikan kemurahan Tuhan!

Apa yang menyebabkan gadis budak itu berani? Pak, ini orang penting. Panglima perang Kerajaan Asyur, sudah mengalahkan banyak kerajaan lain. Tetapi apa yang membuat gadis budak ini berani menyatakan kebenaran?

Kebenarannya sederhana:

Apa pun yang tidak bisa diselesaikan manusia,
apa pun yang tidak bisa diselesaikan dunia,
hanya satu yang bisa menyelesaikan — pertolongan Tuhan Yesus.

Haleluya!

Apa yang membuat dia tidak terhalangi untuk bersaksi? Sekalipun statusnya kecil, profesinya tidak memiliki kekuatan besar, tetapi di dalam hatinya ia memiliki Allah yang besar.

Saya percaya Allah yang sama yang dimiliki gadis budak itu adalah Allah yang kita miliki hari ini. Amin! Saya berdoa pulang dari tempat ini, ada dorongan iman yang murni sekalipun di tempat yang sunyi.

Dia cuma berbicara di dalam rumah.
Tidak di mimbar.
Tidak di depan publik.
Tidak memiliki gelar.
Tidak memiliki jabatan.

Tetapi kesaksiannya mengguncang sejarah dan dicatat dalam Alkitab. Saya berdoa di tahun Amanat Agung ini, banyak orang mendengar kesaksian Saudara. Banyak orang dijamah Tuhan. Banyak orang percaya kepada Tuhan.

Haleluya!

Kesaksiannya sederhana. Perkataannya hanya memberi petunjuk, arahan, solusi. Jalan keluar atas pergumulan hidup.

Kalau ibu-ibu curhat, berikan solusi: Yesuslah pertolonganmu. Kalau pengusaha mengeluh, arahkan kepada Yesus. Anak muda sudah bertahun-tahun pacaran, belum dilamar-lamar, bingung di persimpangan jalan, ganti gaya rambut, ganti penampilan — arahkan kepada Yesus. Sama-sama katakan: Dia buka jalan! Amin!

Kesaksian sederhana bisa mengubah masa-masa gelap seseorang. Bisa saja arahanmu, petunjukmu, jalan yang kau berikan, mengubah keluarga yang sedang ada dalam keadaan terjepit, tertekan, tertindas, terhimpit, supaya mereka mengalami lawatan Allah dan mengenal Allah.

Mengapa gadis Israel itu berani bersaksi?

#1 Memiliki pengenalan akan Allah

Alasan pertama: Ia mengenal Allahnya! Karena ia memiliki pengenalan akan Allahnya.

Mengapa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego mengalami perbuatan Tuhan justru setelah masuk dapur api? Mengapa Yusuf mengalami perbuatan Tuhan setelah masuk penjara bawah tanah? Mengapa Ayub mengalami pemulihan setelah habis-habisan?

Tujuannya supaya kita makin mengenal Tuhan!

Setiap pergumulan yang ditolong Tuhan,
setiap persoalan yang diselesaikan Tuhan,
setiap kesulitan yang diubah menjadi keajaiban,
itu adalah bagian dari pengenalan kita akan Yesus.

Berbicara bukan karena teori, tetapi karena pengalaman.

Mau berkat biasa-biasa saja atau luar biasa? Makin kuat pengenalan kita akan Yesus, makin dahsyat pengalaman kita akan Yesus.

Gadis itu tahu Allahnya hidup dan penuh kuasa. Sama seperti kita. Iman yang lahir dari perjumpaan pribadi dengan Tuhan akan melahirkan keberanian yang alami. Kalau engkau punya pengalaman pribadi dengan Tuhan, engkau tidak akan ragu menyaksikan Yesus yang sanggup memberikan jalan keluar dan kemenangan.

#2 Penderitaannya tidak memadamkan imannya

Kadang orang berkata:

Aku sudah ikut Tuhan,
Sudah melayani.
Sudah rajin ke gereja.
Sudah rajin baca Firman.
Sudah rajin berdoa.
Tapi kok hidupku susah?

Gadis ini dibawa dari negerinya, dijadikan budak di negeri asing!

Ia tidak dendam.
Tidak pahit.
Tidak marah.
Tidak kecewa.

Ia ingin membuktikan bahwa Allah yang ia percaya itu hidup. Seperti Ishak, Yakub, Yusuf, Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego — iman mereka tidak padam karena penderitaan. Saya berdoa jemaat Tuhan di tempat ini, di tahun Amanat Agung ini, di mana pun dan kapan pun, iman Saudara tidak akan padam, tetapi makin berkobar-kobar. Sehingga ketika bertemu orang-orang seperti Naaman — yang persoalannya tidak bisa diselesaikan sendiri — Saudara berani memberi petunjuk: Datang kepada Yesus! Amin? Siapa yang rindu imannya tidak padam, tetapi makin berkobar-kobar? Haleluya.

#3 Kesadaran memperkenalkan Allahnya

Semua di sini mengenal Tuhan Yesus? Semua percaya Tuhan Yesus mengenal dirimu? Amin!

Tetapi sering kali kita tidak sadar untuk memperkenalkan Allah.

Saudara percaya Allah kita satu-satunya Allah yang hidup? Saudara percaya Dia Allah segala allah, Tuhan segala tuhan, Raja segala raja? Siapa nama-Nya? Yesus!

Di dalam teologi Rasul Paulus, khususnya 1 Korintus 8, dijelaskan bahwa tidak ada ilah-ilah lain. Hanya satu Allah yang benar. Kita percaya hanya ada satu Allah yang benar. Nama-Nya Yesus.

Kesaksian tidak menunggu posisi.
Tidak menunggu jabatan.
Tidak menunggu promosi.

Hari ini juga, selagi Tuhan memberi kesempatan, perkenalkan Yesus. Kalau ada orang mulai curhat, mulai membuka hati, engkau tinggal mengarahkan: Kalau engkau ingin mengalami terobosan, kemenangan, keajaiban — datang kepada Yesus. Amin!

#4 Kasihnya mengalahkan egonya

Mengapa gadis Israel itu tetap memberi petunjuk kepada Naaman? Karena kasihnya mengalahkan egonya.

Padahal Naaman adalah bagian dari kerajaan yang menghancurkan negerinya. Bisa saja Naaman yang merusak wilayahnya, menghancurkan keluarganya. Tetapi ia tetap mengasihi. Saudara, semua orang yang kau jumpai dalam hidupmu baik-baik semua? Tentu tidak.

Pernah dikecewakan?
Pernah disakiti?
Pernah difitnah?
Pernah ditusuk dari belakang?

Kalau Tuhan izinkan orang yang pernah menyakitimu datang dalam keadaan terpuruk, reaksi kita apa? Belas kasihan atau bersukacita melihat dia jatuh?

Kasih Kristus mengalahkan ego. Dalam Kristus, ego kita sudah mati. Amin?

Kita dipanggil untuk mengasihi — bukan hanya vertikal kepada Tuhan, tetapi horizontal kepada sesama, termasuk mereka yang pernah menyakiti kita.

Balaslah kejahatan dengan kebaikan.
Dia melempar fitnah, kita melempar doa.
Dia melempar batu, kita melempar kasih.

Itulah hati Kristus!

#5 Identitas berakar pada Allah, bukan keadaan

Mengapa ia berani bersaksi? Karena identitasnya berakar pada Allah, bukan pada keadaannya. Siapa pun engkau, apa pun masa lalumu, apa pun situasimu hari ini, karena engkau percaya dan menerima Yesus, statusmu adalah anak Allah. Haleluya!

Sekalipun status sosial rendah, sekalipun derajat hilang, sekalipun kebebasan dirampas — identitas sebagai anak Allah tidak pernah hilang. Orang yang tahu siapa Yesus dalam hidupnya tidak akan kehilangan kesaksian.

Hasilnya: Naaman percaya

Tetapi dalam hal ini kiranya TUHAN mengampuni hamba-Mu ini: apabila tuanku masuk ke kuil Rimon untuk sujud menyembah di sana dan ia bertopang pada lenganku, sehingga aku ikut sujud menyembah dalam kuil Rimon itu, kiranya TUHAN mengampuni hamba-Mu ini dalam hal itu. (2 Raja-raja 5:18)

Apa artinya? Yang tadinya menyembah di kuil Rimon, sekarang percaya kepada Allah Israel. Ia hanya meminta pengampunan karena posisinya sebagai panglima yang harus mendampingi rajanya. Artinya, Naaman menjadi percaya kepada Allah Israel.

Saudara percaya di tahun Amanat Agung ini akan ada banyak Naaman-Naaman baru yang percaya kepada Yesus?

Haleluya!

Penutup

Hati Tuhan adalah supaya tidak ada yang binasa.
Tuhan mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang.
Jiwa-jiwa yang terluka.
Jiwa-jiwa yang ada dalam lembah kelam.

Perkataan dan kesaksian kita, pengenalan dan pengalaman kita bersama Yesus, dipakai untuk membawa orang berjumpa dengan Yesus.

Saksikan kemurahan Tuhan. Setuju? Katakan amin.

Lihat kanan kirimu dengan senyum. Katakan: Ayo kita sama-sama menyaksikan.

Dan seperti tertulis:

Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia? (Roma 10:13-14)

Makin banyak orang mendengar,
makin banyak orang percaya,
makin banyak orang diselamatkan.

Saya berdoa GBI Danau Bogor Raya dipenuhi jiwa-jiwa baru di tahun Amanat Agung ini, karena jemaat Tuhan yang banyak bersaksi tentang Yesus Kristus. Amin!

Video