Pentakosta Ketiga dan Generasi Yeremia (7 Days to the 3rd Pentecost) (Pdm Paulus Daniel Santo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Shalom dan selamat pagi, Saudara, kita ada di hari yang ketiga dari rangkaian 7 Days to the 3rd Pentecost.

Shalom dan selamat pagi, Saudara, kita ada di hari yang ketiga dari rangkaian 7 Days to the 3rd Pentecost. Hari ini saya akan membagikan poin yang ketiga dari Pentakosta Ketiga, bahwa:

“Pentakosta Ketiga akan membangkitkan generasi Yeremia, yaitu anak-anak muda yang dipenuhi Roh Kudus, cinta mati-matian akan kepada Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa, dan akan bergerak untuk memenangkan jiwa.”

Saudara, pada tanggal 1 April, saya dapat sesuatu yang saya sharing-kan kepada grup para pemimpin Bidang Pemuda dan Anak di Rayon 7. Ada 2 hal yang saya bagikan:

#1 Bahasa roh

Pertama yaitu tentang betapa amat pentingnya bahasa roh, baik untuk pertumbuhan rohani, pengaktifan karunia Roh, serta syafaat dan peperangan rohani. Jadi Tuhan menghendaki kita untuk banyak berbahasa roh, agar kita semakin dibawa-Nya kepada suatu dimensi doa sampai seperti:

Efesus 6:18,

dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

#2 Acceleration atau leap

Rentang hari-hari diantara Paskah sampai Pentakosta 2021 akan menjadi 50 hari yang amat penting bagi gereja-Nya untuk mengalami acceleration atau leap. Namun hal ini akan amat tergantung apakah kita berhasil menangkap momentum waktu ini dan bergerak secara profetik untuk mempersiapkan diri, khususnya dalam hal berbahasa roh yang disertai berbagai penyelarasan hidup, kepada suatu gaya hidup yang seharusnya kita hidupi di masa-masa seperti ini.

Sementara mempersiapkan sebelum memasuki puasa, saya membaca sebuah buku tentang puasa yang ditulis oleh Guillermo Maldonado:

“ada dimensi tertentu di alam surgawi yang tidak akan dibukakan bagi kita, sampai kita naik level dalam pengudusan melalui berpuasa.” (Breakthrough Fast, 2018)

Saya terima insight profetik dari hamba Tuhan ini, bahwa untuk mengalami akselerasi rohani maka kita harus naik level dalam alam rohani. Itu terjadi ketika kita juga mengalami pengudusan melalui berpuasa. Berarti puasanya tidak biasa-biasa lagi, tidak boleh seperti puasa tahun 2020, meskipun tahun 2020 kita menjalani 90 hari total berpuasa, tapi puasanya harus dimensi yang baru.

Seperti apa dimensi yang baru? Singkat cerita saya mengajak para rekan-rekan leaders BPA yang ada untuk melakukan doa bersama setiap hari, saling menyemangati. Kita mulai pagi-pagi pukul 5.30-6.00. Selesai tanggal 30 saya berkomunikasi dengan Departemen Doa dan Pak Rusli, lalu sepakatlah kita mulai dari Senin kemarin sampai Sabtu, dan puncaknya hari Minggu akan berdoa mulai pukul 5.30-6.15.

Pentakosta ketiga membangkitkan generasi Yeremia

Apa yang Pak Niko dapatkan mengenai bangkitnya generasi Yeremia juga terkonfirmasi dari apa yang Ps Russel Evans (Planetshakers Church) dapatkan tentang Indonesia dan kebangkitan anak muda.

Terdapat urutan dari apa yang Russel Evans sampaikan dan ini menjadi pesan buat kita semua:

  1. Tuhan akan lepaskan sinar atas Indonesia
  2. Tuhan akan bangkitkan gereja yang penuh kuasa
  3. Tuhan bangkitkan House of Judah, House of Breakthrough, yang merobohkan tembok yang dibangun musuh
  4. Tuhan lepaskan sound from Heaven
  5. Terjadi pembalikan keadaan, open heaven, terjadi perpindahan dari sorga
  6. Jutaan anak muda jatuh cinta kepada Tuhan
  7. Ada api Roh Kudus yang menyebar dan awan kemuliaan-Nya atas Indonesia

Pada waktu yang singkat ini saya akan bagikan satu poin saja yaitu Tuhan akan membangkitkan House of Judah, House of Breakthrough yang akan merobohkan tembok yang dibangun oleh musuh. Sebelum kita kemudian dipakai Tuhan untuk merubuhkan tembok yang dibangun oleh musuh atas generasi muda, Tuhan juga mau merobohkan tembok yang dibangun musuh di dalam diri kita sendiri.

Kubu pertahanan

Dr Caroline Leaf berkata bahwa pikiran kita adalah jembatan penghubung antara alam roh dan alam jasmani. Kaitannya begini: 2 Korintus 10:4-5 mengatakan bahwa ada benteng-benteng dan kubu-kubu yang dibangun di dalam pikiran dan itu adalah kubu pertahanan musuh. Ayat 5, dikatakan Ada siasat, keangkuhan manusia, penentangan pengenalan akan Allah ada segala pikiran yang menjadi benteng-benteng, kubu-kubu rohani.

2 Korintus 10:4-5,

karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Ini adalah satu pikiran atau sekelompok pikiran, perasaan, dan keinginan yang belum mengalami pembaruan (Roma 12:2). Satu benteng atau kubu rohani dalam hati dapat dijadikan kubu pertahanan oleh kuasa kegelapan untuk membuat seorang Kristen lahir baru tidak mengalami pertumbuhan pengenalan akan Allah, sehingga tidak mencapai keserupaan dengan-Nya. Ini tujuan iblis bangun benteng.

Salah satu kubu atau benteng rohani yang dibangun musuh di dalam pikiran umat Tuhan ialah benteng rohani pengajaran yang keliru tentang bahasa roh.

Biasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa

Oleh karena itu datang juga pesan dalam 30 hari itu kita puasa bersama-sama. Betapa pentingnya kita mempertahankan sikap hati kita karena sikap hati sangat menentukan karena mata Tuhan tertuju ke bumi untuk melimpahkan kekuatan bagi mereka yang sungguh-sungguh kepada-Nya. Kubu pertahanan yang dibangun iblis berupa pikiran-pikiran juga akan membentuk sikap hati kita. Itu sebabnya kita perlu biasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa!

Kita perlu berpuasa untuk menemukan kembali hal-hal yang benar dan kita kembali kepada kebiasaan yang benar. Seperti di Wahyu 2 Tuhan Yesus berkata kepada jemaat di Efesus untuk melakukan kembali apa yang dulu kamu lakukan, yang benar yang kamu lakukan.

Pada hari pertama yang lalu, Pak Nathan menjelaskan fondasi yang sangat penting yang perlu kita pahami tentang 3 ciri Pentakosta Ketiga. Saat ini saya tertuju pada poin yang kedua, penekanan terhadap glossolalia dan manifestasi Roh Kudus. Penting bagi kita untuk memahami ini bahwa ada kaitan yang erat diantara bahasa roh dan manifestasi kuasa Roh Kudus. Ada 7 tujuan dan fungsi dari manifestasi kuasa Roh Kudus yang bisa kita nikmati:

  1. Memperdalam keintiman dengan Allah
  2. Mengimpartasikan kasih, damai sejahtera, sukacita, dan takut akan Tuhan berkaitan dengan atmosfir rohani yang dibangun
  3. Membawa kuasa kesembuhan dan kelepasan
  4. Memperkuat ikatan kasih dengan sesama
  5. Mengimpartasikan urapannya untuk memberikan kekuatan menghadapi tekanan
  6. Memperluas kapasitas rohani dan memperkuat inner man
  7. Menyatakan karunia-karunia roh

Bagaimana cara mengalami manifestasi Roh Kudus?

Ini ada kaitannya dengan House of Judah yang dibagikan Russel Evans, yaitu rumah pujian, restorasi Pondok Daud, restoration of worship. Yang namanya restorasi itu tidak sehari jadi. Ada ukuran dan waktunya, tergantung jenis atau tingkatan restorasinya. Ini penting buat kita yang mengalami Pentakosta Ketiga pertama kali, untuk naik dimensi dalam restoration of worship.

Waktu kita mulai berbahasa roh maka kita akan merasakan hadirat Tuhan, digambarkan dalam bentuk api. Saat menyembah maka atmosfir rohani berubah, cirinya hadirat Tuhan kita rasakan. Lalu penyembahan kita bagaikan asap dan api yang naik ke sorga. Dari alam jasmani masuk alam rohani, heavenly places (Efesus 1:3). Jangan berhenti hanya sampai merasakan hadirat Tuhan, padahal belum mengalami perjumpaan dengan Tuhan! Gambarannya seperti Bapak/Ibu klik link Zoom, lalu kita sama-sama masuk ke Zoom. Kita tidak ke mana-mana.

Waktu kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, ketika Tuhan dimuliakan dan bersuka cita, maka Ia memberi upah bagi orang yang bersungguh hati kepadanya dalam bentuk lawatan, karunia roh, manifestasi-manifestasi rohani (every spiritual blessing), yang menjadi kekuatan tambahan buat setiap kita, seperti jemaat di Makedonia. Kuasa kegelapan tidak dapat menahan itu, tapi hati-hati, iblis dapat membuat distraction, seperti tiba-tiba telepon genggam berbunyi, ada tetangga yang mengetuk pintu, dan membuat perhatian kita beralih sehingga koneksi kita terputus dengan surga. (MGT)