Menjadi orang yang berintegritas (Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Niko Njotorahardjo-20210221-3x4.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

PESAN GEMBALA PEMBINA
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 21 Februari 2021
GerejaGBI Danau Bogor Raya
LokasiOnline
KotaJakarta

Shalom,

Tahun 2021 adalah Tahun Integritas, ‘The Year of Integrity’. Sekali lagi kita katakan bersama-sama: Tahun 2021 adalah Tahun Integritas, ‘The Year of Integrity’!

Definisi integritas

  1. Menurut Westminster Dictionary of Theological Terms
  2. Ini adalah sebuah istilah teologis untuk menunjukkan kemurnian dan kejujuran sebagaimana manusia ketika diciptakan dalam rupa dan gambar Allah. (Kejadian 1:26-27)

    Dosa mengakibatkan manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah itu menjadi rusak. Pada saat kita menjadi orang percaya; melalui proses pengudusan atau sanctification, gambar dan rupa Allah dikembalikan lagi, yaitu dijadikan serupa dengan gambar Yesus. Oleh karena itu kita harus mau diproses oleh Allah.

  3. Dalam konteks etika
  4. Integritas adalah ketaatan dalam prinsip dan karakter moral yang dibentuk dalam hati nurani Kristen.

The Man of Integrity

Panutan kita untuk menjadi orang yang berintegritas adalah Tuhan Yesus, sebab Dialah “The Man of Integrity”.

Dengan perkataan lain, melalui tema Tahun Integritas untuk tahun 2021, sebenarnya Tuhan mau agar kita menjadi serupa dengan gambar-Nya, yaitu menjadi murid Tuhan Yesus. Sesuai dengan perintah Tuhan Yesus yang kita kenal sebagai Amanat Agung dalam Matius 28:19-20, kita diperintahkan untuk pergi dan menjadikan semua bangsa itu murid Tuhan Yesus, karena itu kita harus menjadi murid Tuhan Yesus. Dan murid Tuhan Yesus pasti menginjil.

Pada waktu Tuhan Yesus naik ke sorga, setelah Tuhan Yesus hilang dari pandangan mata murid-murid-Nya yang dengan terheran-heran melihat ke langit, ada 2 orang berpakaian putih yaitu malaikat Tuhan yang berkata kepada mereka:

“Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah Para Rasul 1:11)

Dari ayat ini, saya percaya kalau yang melihat Tuhan Yesus naik ke sorga adalah murid-murid-Nya, maka yang akan melihat Tuhan Yesus turun dari sorga ke awan-awan untuk mengangkat gereja-Nya adalah murid-murid Tuhan Yesus. Karena itu saya mau katakan, hanya murid Tuhan Yesus yang akan ikut dalam pengangkatan. Karena itu jadilah murid Tuhan Yesus. Murid Tuhan Yesus adalah mereka yang berubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, yaitu mereka yang berintegritas.

Mazmur 24:3-5, dan Mazmur 41:13-14, menyatakan bahwa orang yang bersih tangannya dan yang murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, yang tidak bersumpah palsu dan yang tulus, dengan kata lain orang yang berintegritas, yang akan masuk sorga.

Nyanyi:
Ku mau s'perti-Mu Yesus
Disempurnakan s'lalu
Dalam segenap jalanku
Memuliakan nama-Mu

Tuntunan Tuhan memasuki Tahun Integritas

Memasuki Tahun Integritas, Tuhan memberikan tuntunan kepada kita hal-hal yang harus kita lakukan, yaitu:

  1. Kita harus membangun manusia rohani kita
    1. Perikop kitab Hagai 1:1-2:1a, adalah ajakan untuk membangun kembali Bait Suci. Tuhan berfirman melalui nabi Hagai, kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan Yosua bin Yozadak, imam besar, untuk mengajak bangsa Israel membangun kembali Bait Suci. Tuhan menegur orang Israel karena mereka hanya sibuk membangun rumahnya sendiri, tetapi tidak menghiraukan rumah Tuhan sehingga tetap menjadi reruntuhan. Tuhan berkata kepada orang Israel, lihatlah keadaan dirimu:
      • Kamu menabur banyak tetapi membawa pulang hasil sedikit,
      • Kamu makan tetapi tidak sampai kenyang,
      • Kamu minum tetapi tidak sampai puas,
      • Kamu mendapat upah tetapi tidak pernah cukup, karena seperti ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang. Banyak pengeluaran yang tidak terduga, seperti sakit penyakit, dicuri, ditipu dirampok, dan lain-lain.
    2. Teguran yang sama Tuhan berikan kepada kita karena hari-hari ini banyak di antara kita yang hanya sibuk memenuhi kebutuhan jasmani kita saja, sedangkan 'manusia rohani' kita tidak dibangun, tidak diperhatikan. Pertanyaannya: Bagaimana dengan keadaan Saudara? Apakah keadaan Saudara seperti keadaan bangsa Israel waktu itu?
    3. Tuhan berkata kepada bangsa Israel bahwa kalau mereka membangun rumah Tuhan maka mereka akan diberkati.
      • Tuhan akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat.
      • Tuhan akan menggoncangkan bangsa-bangsa, sehingga barang-barang yang indah-indah di bangsa-bangsa akan datang mengalir memberkati mereka.
      • Tuhan berkata: "Kepunyaan-Kulah perak, kepunyaan-Kulah emas."
      • Tuhan juga berjanji bahwa kemegahan rumah Tuhan yang dibangun akan melebihi kemegahan yang semula.
      • Tuhan juga akan memberikan damai sejahtera.
    4. Hari-hari ini, Tuhan juga berbicara kepada kita, kalau kita membangun manusia rohani kita, sehingga akan menjadi serupa dengan gambar Yesus, maka Tuhan akan mencurahkan berkat secara rohani maupun secara jasmani.

    5. Seperti yang dikatakan pada waktu itu, di mana Tuhan memberkati bangsa Israel dengan menggoncangkan langit dan bumi, Tuhan menggoncangkan bangsa-bangsa, maka hal yang seperti itu juga yang terjadi pada hari-hari ini.
    6. Pandemi COVID-19 membuat bangsa-bangsa tergoncang. Kejadian yang kita alami hari-hari ini justru akan memberkati kita secara rohani maupun jasmani, yaitu kita yang membangun manusia rohani kita untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya, yaitu menjadi orang yang berintegritas.

    7. Kalau Tuhan berjanji kepada bangsa Israel bahwa kemegahan rumah Tuhan yang dibangun akan melebihi kemegahan yang semula, maka Tuhan juga berjanji kepada kita: Kalau kita sungguh-sungguh membangun manusia rohani kita, maka kita akan semakin serupa dengan gambar Yesus melebihi yang dulu pernah kita alami. Tuhan akan memberikan kepada kita damai sejahtera. Haleluya!

    8. Sesuai dengan yang dikatakan dalam 1 Yohanes 2:6, yaitu kalau kita mengatakan bahwa kita ada di dalam Dia maka kita wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
    9. Dengan kuasa Firman dan pertolongan Roh Kudus, dan proses dari Allah, kita yang sungguh-sungguh mau membangun manusia rohani kita, yaitu mau hidup sama seperti Kristus telah hidup, akan menjadi serupa dengan gambar-Nya.

    10. Dengan adanya pandemi COVID-19 ini, Tuhan Yesus berbicara kepada saya beberapa bulan yang lalu melalui Yesaya 26:20-21, yaitu agar kita bersembunyi barang sesaat lamanya sampai amarah Tuhan berlalu, sebab Tuhan sedang menghukum penduduk bumi karena kesalahannya.
    11. Disembunyikan Tuhan atau disuruh bersembunyi oleh Tuhan juga dialami oleh tokoh-tokoh dalam Alkitab sebelum mereka dipakai Tuhan secara luar biasa. Karena itu melalui pandemi COVID-19 ini Tuhan memberikan waktu kepada kita untuk koreksi diri untuk membangun manusia rohani kita.

      Hari-hari ini muncul varian-varian baru dari virus Corona yang penularannya jauh lebih cepat. Tuhan memberikan peringatan kepada kita seperti yang ditulis dalam Amsal 22:3 dan Amsal 27:12, yang berkata:

      “Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tidak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.”

      Peringatan ini dituliskan sebanyak 2 kali di kitab Amsal. Yang berarti ini sesuatu yang penting yang harus diperhatikan dan dilakukan. Jangan menganggap enteng dengan mengabaikan peringatan ini. Jadilah orang bijak yang mau bersembunyi barang sesaat lamanya sampai amarah Tuhan berlalu karena Tuhan sedang menghukum penduduk bumi karena kesalahannya.

      Kita yang bijak, bersembunyi waktu melihat malapetaka, bukan karena kita tidak beriman, tetapi karena firman Tuhan yang berkata demikian. Jangan mencampuradukkan antara iman dengan kenekatan. Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran akan firman Tuhan, tetapi kenekatan itu timbul dari kata hatinya.

      Nyanyi:
      Ya Tuhan kupercaya, aku percaya Lewati lembah air mata, aku percaya
      Firman-Mu “Ya dan Amin”, aku percaya
      Kem’nangan sudah Kau jamin, aku percaya
      Coda
      Kem’nangan sudah Kau jamin, aku percaya
      Kem’nangan sudah Kau jamin, aku percaya

  2. Kita harus memberikan yang terbaik untuk Tuhan
    1. Mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup
    2. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Roma 12:1)

      Ada pertanyaan: Mengapa kita diminta untuk mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan dengan cara mempersembahkan tubuh ini sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Tuhan?

      Jawabannya adalah karena kemurahan Allah kepada kita, di mana Bapa memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa-dosa kita, dengan cara Tuhan Yesus harus mati dengan penderitaan yang luar biasa, Dia dikuburkan, tetapi pada hari yang ketiga Dia dibangkitkan.

      Ini merupakan pemberian yang terbaik dari Allah kepada kita umat manusia. Jadi karena Allah memberikan yang terbaik buat kita, maka kita diminta untuk mempersembahkan yang terbaik untuk Dia, di mana sebenarnya kita tidak bisa mengembalikan apa yang Tuhan berikan kepada kita.

      Persembahan kepada Tuhan bisa berupa:

      • Ucapan syukur, pujian dan penyembahan,
      • Taat kepada firman-Nya,
      • Melayani pekerjaan Tuhan,
      • Serta mempersembahkan persembahan berupa materi.

      Persembahan secara materi berupa persembahan khusus, persembahan persepuluhan, persembahan sulung, yang merupakan bukti ketaatan kita kepada firman Allah melalui gereja tempat kita tertanam.

      Tiga respons orang percaya terhadap persembahan materi

      • Respon pertama, Bagi mereka yang memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, akan memberikan dengan standar yang tinggi, yaitu senantiasa berupaya memberikan yang terbaik untuk Tuhan.
      • Sebagai contoh: Maria yang intim dengan Tuhan Yesus, mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya dan menyeka kaki Tuhan Yesus dengan rambut-Nya. Harga minyak narwastu murni itu seharga 300 dinar yaitu upah satu tahun seorang pekerja. Jadi sangat besar. Itu merupakan suatu persembahan yang terbaik.

      • Respon kedua, Bagi mereka yang tidak intim dengan Tuhan, hanya dapat memahami memberi persembahan sebagai sebuah hukum yang tertulis.
      • Ketika yang lain sudah dengan tekun dan setia memberikan persembahan persepuluhan, persembahan sulung, dia masih sibuk menggali tentang apakah persepuluhan dan persembahan sulung itu Alkitabiah atau tidak.

      • Respon ketiga, Bagi mereka yang cinta uang dan pencuri kas milik Tuhan seperti Yudas Iskariot, akan mengkritik orang seperti kepada Maria yang memberikan persembahan yang terbaik kepada Tuhan, yaitu minyak narwastu yang mahal harganya.
      • Demikian juga mereka yang termasuk orang-orang seperti ini akan menyamaratakan semua pendeta yang mengajar tentang memberikan persembahan sebagai golongan pendeta yang mencari keuntungan dari jemaat. Sehingga banyak pendeta yang takut memberikan pelajaran tentang kebenaran memberi persembahan yang terbaik untuk Tuhan. Akibatnya baik pendeta itu maupun jemaatnya gagal untuk menerima berkat yang terbaik yang Tuhan sediakan.

      Kesimpulannya: memberi persembahan yang terbaik untuk Tuhan hanya dilakukan oleh orang-orang yang hidupnya intim dengan Tuhan. Saya berdoa supaya Saudara termasuk orang yang hidupnya intim dengan Tuhan sehingga menerima berkat yang terbaik dari Tuhan di tahun 2021 ini.

    3. Muliakan Tuhan dengan harta dan hasil pertama dari penghasilan kita
    4. Sudah 10 tahun Tuhan berbicara kepada kita tentang persembahan sulung dari Amsal 3:9-10 yang berkata,

      “Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

      Persembahan sulung untuk tahun 2021 adalah seluruh penghasilan yang didapatkan pada bulan Januari 2021 dan diberikan pada bulan Februari 2021 sebagai persembahan yang terbaik.

      Mengenai memberikan persembahan dari seluruh penghasilan, Tuhan Yesus pernah menyinggung tentang persembahan seorang janda miskin di dalam Markus 12:41-44. Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin, ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka:

      “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberikan lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, yaitu semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

      Di sini Tuhan Yesus tidak melihat besarnya jumlah persembahan tetapi melihat berapa persen dari penghasilannya yang dipersembahkan. Meskipun persembahan janda miskin ini jumlahnya relatif kecil dibandingkan persembahan orang-orang kaya tadi, tetapi Tuhan Yesus berkata janda miskin itu memberikan lebih banyak dibandingkan semua orang kaya itu, karena yang diberikan adalah seluruh nafkahnya yaitu seluruh yang dia punya. Ini adalah persembahan yang terbaik.

      Nyanyi:
      Segalanya yang kumiliki
      Semuanya dari pada-Mu
      Kan kubawa persembahanku
      Yang terbaik hanya bagi-Mu
      Coda
      Yang terbaik hanya bagi-Mu

    5. Kita harus hidup sama seperti Kristus telah hidup
    6. Jadi kalau Tuhan Yesus memberikan yang terbaik buat kita, maka kita pun harus memberikan persembahan yang terbaik buat Tuhan.

      1 Yohanes 3:16 berkata, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawanya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.”
      Wahyu 12:11 berbunyi sebagai berikut: “Dan mereka mengalahkan dia-yaitu Iblis-oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.”

      Sesuai dengan Wahyu 12:11 tadi, kita mengalahkan Iblis oleh darah Anak Domba dan oleh perkataan kesaksian kita, karena kita tidak mengasihi nyawa kita sampai ke dalam maut. Ini berarti kita yang sudah dibebaskan dari dosa, kita yang sudah diselamatkan oleh darah Anak Domba, harus dengan sungguh-sungguh setia kepada Tuhan Yesus Kristus dengan menunjukkan kerelaan untuk melayani Kristus tanpa pamrih. Artinya setia sampai mati.

      Setia sampai mati artinya juga menyerahkan seluruh tubuh dan hidup kita kepada Tuhan, sesuai dengan Roma 12:1 yang telah disebutkan di atas.

Penutup

Di tengah pandemi COVID-19 yang semakin mengganas hari-hari ini, kita perlu untuk melakukan 6M, yaitu:

  1. Membatasi mobilitas
  2. Menjauhi kerumunan atau keramaian
  3. Mencuci tangan dengan sabun
  4. Memakai masker
  5. Menjaga jarak
  6. Mempersiapkan diri untuk di-vaksinasi

Dalam era Pentakosta Ketiga ini, untuk menyelesaikan Amanat Agung kita berada dalam peperangan rohani yang dahsyat melawan Iblis. Tuhan mau agar kita keluar sebagai pemenang.

Wahyu 17:14 berkata, “Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

'Setia' di sini adalah setia sampai mati. Jadi karena Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya untuk kita, maka kita harus melayani Tuhan untuk memenangkan jiwa, setia sampai mati. Saya percaya sebagai orang yang berintegritas, kita akan menyenangkan hatinya Tuhan dan kita akan berkata: “Tuhan Yesus, firman-Mu adalah ‘Ya’ dan ‘Amin’. Saya siap melakukannya.”

Nyanyi:
Katakan Yesus terbesar
Katakan Dia cintaku
Dia sembuhkan Dia ampuni
Dan b'ri pertolongan
Katakan Dia tak berubah