Oleh iman Musa memperingati Paskah

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Oleh iman Musa memperingati Paskah

Saat Teduh
Tanggal Senin, 4 November 2019
Sebelumnya Minggu, 03 November 2019
Selanjutnya Selasa, 05 November 2019

Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka. (Ibrani 11:28)

Ketika Musa dengan berani memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, keberaniannya adalah berdasarkan pada imannya kepada Allah yang benar dan yang hidup. “Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan” (Ibrani 11:28). Kepercayaannya kepada Allah yang tidak kelihatan diteguhkan ketika ia menyaksikan kesetiaan Allah saat Musa dengan iman, memperingati Paskah.

Hukuman Allah yang paling berat atas Mesir adalah kematian anak sulung dari semua keluarga. “Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir… Lalu bangunlah Firaun pada malam itu… Lalu pada malam itu dipanggilnyalah Musa dan Harun, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tengah-tengah bangsaku, baik kamu maupun orang Israel; pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, seperti katamu itu” (Keluaran 12:29-31). Bangsa Israel dibebaskan dari hukuman ini dengan mengandalkan perlindungan Allah, yang tersedia lewat penumpahan darah domba Paskah. “Berfirmanlah TUHAN kepada Musa… diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga… lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja. Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya… Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh… Akulah, TUHAN. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir” (Keluaran 12:1, 3, 6, 7, 12, 13). Musa dan bangsa Israel menanggapi dengan iman oleh karena itu mereka diselamatkan. “Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka.”

Demikian pula kita diselamatkan dari hukuman melalui iman kepada darah Anak Domba Paskah yang sejati. “Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus” (1 Korintus 5:7). Kita yang percaya kepada penumpahan darah Kristus sudah diampuni, diselamatkan dari hukuman kekal oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah. “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya” (Efesus 1:7). “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23). Hidup yang kekal ini diberikan kepada kita melalui Perjanjian Baru kasih karunia. “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu” (Lukas 22:20).

Doa

Tuhan Yesus, Domba Paskah-ku, aku bersyukur untuk darah-Mu yang tercurah yang menyelamatkan aku dari hukuman kekal yang sebenarnya layak aku terima. Aku memuji Engkau untuk kelimpahan hidup yang Engkau berikan lewat Perjanjian Baru kasih karunia melalui iman! Amin.